RADARSEMARANG.ID – Isuzu Panther Grand Touring dan Toyota Kijang Innova pernah menjadi dua nama besar di kelas MPV keluarga Indonesia. Keduanya sama-sama dikenal luas, memiliki kabin tujuh penumpang, serta punya reputasi sebagai mobil yang sanggup dipakai bertahun-tahun.
Namun, ketika pertanyaannya bergeser menjadi Panther Grand Touring vs Innova, mana yang lebih baik , jawabannya tidak sesederhana melihat merek atau harga bekas.
Panther Grand Touring menawarkan karakter berbeda: mesin diesel 2.5 liter yang sederhana, penggerak roda belakang, konstruksi yang terkenal tahan banting, serta biaya kepemilikan yang relatif masuk akal.
Sementara itu, Toyota Kijang Innova, khususnya Innova Reborn 2.4 diesel , menawarkan performa jauh lebih modern, kenyamanan lebih baik, fitur lebih lengkap, serta jaringan purna jual Toyota yang sangat kuat.
Perlu dicatat sejak awal, Isuzu Panther sudah tidak diproduksi lagi . Isuzu Astra Motor Indonesia mengumumkan penghentian produksi Panther pada 2021 setelah sekitar tiga dekade berkiprah di Indonesia. Meski demikian, Isuzu menyatakan tetap berkomitmen menyediakan layanan servis dan suku cadang bagi pemilik Panther.
Jadi, perbandingan ini paling relevan bagi pembeli mobil bekas yang sedang mencari Panther Grand Touring bekas versus Toyota Innova bekas , terutama Innova generasi Reborn diesel.
Dari sisi mesin, Panther Grand Touring menggunakan diesel 4-silinder 2.499 cc. Tenaganya berada di kisaran 78 PS dengan torsi sekitar 191 Nm dan transmisi manual lima percepatan.
Di atas kertas, angka tersebut memang terlihat sederhana jika dibandingkan dengan Innova Reborn diesel yang menggunakan mesin 2.393 cc 2GD-FTV dengan turbocharger dan intercooler.
Baca Juga: Sempat Menghiasi Jalanan Indonesia, Begini Perjalanan Yamaha Fino dari Generasi Awal hingga Akhir
Toyota mencatat mesin diesel Innova Reborn menghasilkan tenaga 149 PS. Versi manual menghasilkan torsi 34,9 kgm, sedangkan versi otomatis mencapai 36,7 kgm.
Perbedaan karakter mesin inilah yang langsung terasa ketika keduanya digunakan di jalan. Panther Grand Touring lebih mengandalkan karakter diesel konvensional yang sederhana. Respons mesinnya tidak secepat Innova Reborn diesel, terutama ketika harus melakukan akselerasi atau menyalip kendaraan lain. Namun, karakter tersebut justru menjadi salah satu daya tarik Panther bagi konsumen yang mengutamakan kesederhanaan dan ketahanan.
Innova Reborn diesel berada satu tingkat di atas dalam urusan performa. Turbo VNT membuat suplai tenaga dan torsi jauh lebih besar. Ketika mobil membawa tujuh penumpang penuh atau harus melewati tanjakan, Innova terasa lebih ringan dalam berakselerasi.
Toyota sendiri menjelaskan bahwa performa mobil tidak hanya ditentukan oleh tenaga dan torsi, tetapi juga power-to-weight ratio. Dalam salah satu penjelasannya, Toyota mencatat Innova diesel memiliki bobot sekitar 1.800 kg dengan tenaga 149 PS.
Karena itu, kalau ukuran penilaiannya adalah performa Panther Grand Touring vs Innova , Innova menang cukup telak. Panther unggul dalam kesederhanaan, sedangkan Innova unggul dalam teknologi mesin, akselerasi dan kemampuan membawa beban.
Lalu bagaimana dengan konsumsi bahan bakar?
Ini bagian yang sering membuat perbandingan kedua mobil menjadi menarik. Panther terkenal sebagai mobil diesel yang irit. Mesin 2.5 liternya tidak menggunakan teknologi turbo modern seperti Innova 2.4 diesel, sehingga konstruksinya relatif sederhana.
Namun, jangan menganggap Panther otomatis selalu lebih irit hanya karena mesinnya sederhana. Usia kendaraan, kondisi injektor, pompa bahan bakar, turbo jika ada pada konfigurasi tertentu, ban, beban, kondisi mesin, serta gaya mengemudi sangat menentukan konsumsi BBM mobil bekas.
Baca Juga: Mengenal Yamaha Crypton, Motor Bebek 4-Tak Dulu Jadi Pelopor Balap Liar yang Kini Mulai Diburu
Innova Reborn diesel juga terkenal efisien untuk ukuran MPV berbodi besar. Pengalaman pengguna menunjukkan konsumsi bisa berada di sekitar 1:9–1:10 di kondisi perkotaan yang padat dan dapat mencapai sekitar 1:15 pada perjalanan luar kota dengan gaya berkendara tertentu. Angka tersebut merupakan pengalaman pengguna, bukan angka konsumsi resmi pabrikan, sehingga jangan dijadikan patokan mutlak.
Dengan kondisi mesin yang sehat, keduanya sama-sama dapat menjadi mobil yang ekonomis untuk perjalanan jauh. Namun, Innova memberikan kombinasi yang lebih menarik antara tenaga dan efisiensi. Jadi, untuk kategori konsumsi BBM , Panther masih sangat layak disebut irit, tetapi Innova diesel lebih unggul jika yang dicari adalah efisiensi sekaligus performa.
Beranjak ke kapasitas, kedua mobil sama-sama menawarkan konfigurasi tiga baris dan tujuh penumpang. Panther Grand Touring memiliki kabin yang terkenal lega dan cocok digunakan sebagai kendaraan keluarga. Posisi duduknya relatif tinggi sehingga memberikan pandangan jalan yang baik.
Namun, Innova Reborn memberikan rasa kabin yang lebih modern. Tata letak interior, kualitas material, posisi berkendara dan peredaman suara membuat perjalanan jauh terasa lebih nyaman.
Pada varian tertentu, Innova juga menawarkan fitur seperti captain seat, layar audio besar, konektivitas smartphone dan berbagai fitur kenyamanan yang pada zamannya tergolong modern. Toyota menyebut varian tertinggi Innova Reborn memiliki captain seat serta sejumlah fitur multimedia seperti voice command dan smartphone connectivity.
Untuk keluarga yang sering melakukan perjalanan antarkota, perbedaan kenyamanan ini cukup penting. Panther masih terasa seperti MPV era lama yang mengutamakan fungsi. Innova lebih terasa sebagai mobil keluarga yang dirancang untuk memberikan kenyamanan sekaligus kemampuan perjalanan jauh.
Dari sisi handling, Panther Grand Touring memiliki karakter khas mobil ladder frame dengan penggerak roda belakang. Karakter tersebut membuatnya cukup tangguh menghadapi jalan rusak, tanjakan dan berbagai kondisi jalan yang tidak ideal. Suspensinya juga terkenal memiliki karakter kuat.
Tetapi, konsekuensinya adalah rasa berkendara Panther tidak sehalus Innova. Body roll lebih terasa ketika menikung dan respons kemudi tidak sepresisi MPV generasi lebih modern.
Innova Reborn juga menggunakan penggerak roda belakang dan memiliki konstruksi yang mendukung penggunaan di berbagai kondisi jalan. Namun, penyetelan suspensi dan sistem kemudinya membuat mobil terasa lebih modern. Untuk perjalanan luar kota, jalan tol dan penggunaan keluarga sehari-hari, Innova terasa lebih stabil serta nyaman.
Kalau prioritasnya handling nyaman dan perjalanan jauh , Innova lebih unggul. Kalau prioritasnya adalah mobil yang siap menghadapi jalan kurang bagus dan digunakan dengan pendekatan utilitarian, Panther masih mempunyai daya tarik tersendiri.
Baca Juga: 2026 Yamaha RX King Masih Jadi Buruan, 5 Seri Ini Paling Diminati dan Harganya Sudah Puluhan Juta
Kemudian masuk ke bagian yang paling mudah terlihat: fitur.
Panther Grand Touring termasuk mobil yang fitur standarnya relatif sederhana jika dibandingkan dengan Innova Reborn. Fitur seperti AC, power window, central lock dan perangkat hiburan memang sudah tersedia sesuai tahun dan variannya, tetapi jangan berharap teknologi keselamatan dan multimedia modern seperti yang ditemukan pada MPV Toyota generasi lebih baru.
Innova Reborn menawarkan lebih banyak fitur, terutama pada varian menengah hingga tinggi. Sistem audio, konektivitas, kamera atau sensor parkir pada varian tertentu, captain seat dan fitur kenyamanan lainnya membuat Innova lebih menyenangkan digunakan sebagai mobil keluarga.
Dengan kata lain, Panther menang pada kesederhanaan, Innova menang pada kelengkapan fitur .
Hal menarik berikutnya adalah harga. Karena Panther sudah tidak diproduksi, pembeli sekarang harus masuk ke pasar mobil bekas. Harga sangat bergantung pada tahun produksi, kondisi, kelengkapan, riwayat servis dan lokasi.
Salah satu data pasar 2026 mencatat Panther Grand Touring yang dulu dijual baru berada di kisaran Rp342 juta–Rp344 juta, sementara unit bekas tahun 2015–2019 berada pada rentang yang sangat bervariasi, sekitar Rp200 juta hingga lebih dari Rp300 juta tergantung kondisi dan tahun.
Untuk Innova Reborn, pasar bekas juga sangat beragam. Data pasar 2026 menunjukkan Innova Reborn 2.0 bensin 2016–2017 dapat berada di kisaran Rp200 juta–Rp230 juta, sedangkan Innova Reborn 2.4 G diesel 2017–2018 berada sekitar Rp250 juta–Rp280 juta dan tipe diesel yang lebih tinggi dapat menembus Rp300 juta atau lebih.
Di salah satu platform jual beli mobil, stok Innova tahun 2018 pada Juni 2026 tercatat mulai sekitar Rp235 juta, dengan contoh Innova 2.4 V diesel 2018 yang ditawarkan Rp338 juta.
Artinya, jangan hanya membandingkan harga Panther Grand Touring bekas dengan Innova bekas . Panther yang murah tetapi membutuhkan banyak perbaikan bisa berakhir lebih mahal daripada Innova dengan riwayat servis jelas.
Dalam urusan harga jual kembali, Innova memiliki keunggulan yang sulit diabaikan. Nama Kijang sudah sangat kuat di pasar Indonesia. Permintaan terhadap Innova Reborn diesel bekas juga masih tinggi pada 2026. Sejumlah laporan pasar menyebut harga Innova Reborn diesel tetap relatif kuat karena kombinasi reputasi, performa dan efisiensi.
Panther sebenarnya juga memiliki basis penggemar yang kuat. Bahkan hingga sekarang, komunitas dan konsumen tertentu masih memburu Panther karena reputasinya sebagai mobil diesel tangguh.
Tetapi karena produksinya sudah dihentikan, pasar pembelinya lebih spesifik dibandingkan Innova. Jadi untuk purna jual , Innova lebih aman. Bukan berarti Panther tidak laku, tetapi calon pembelinya lebih terbatas.
Bagaimana dengan suku cadang?
Ini salah satu pertanyaan paling penting ketika membeli Panther bekas pada 2026. Isuzu sendiri sudah menyampaikan komitmennya terhadap ketersediaan suku cadang Panther.
Dalam pernyataan resmi, Isuzu mengatakan akan terus memberikan pelayanan dan menyediakan suku cadang sejalan dengan populasi kendaraan yang masih ada. Pada 2021, Isuzu juga menjelaskan bahwa suku cadang Panther akan tetap disediakan di diler dan bengkel resmi.
Baca Juga: Nasib Guru PPPK 2026 Terungkap, Mendagri Buka Opsi Penarikan ASN ke Pemerintah Pusat
Namun, pembeli tetap harus memahami perbedaannya dengan Innova. Panther adalah kendaraan yang produksinya sudah berakhir. Artinya, dalam jangka panjang, beberapa komponen tertentu berpotensi menjadi lebih sulit ditemukan dibandingkan komponen mobil yang masih diproduksi.
Innova mempunyai keuntungan besar karena ekosistem Toyota sangat luas. Toyota menyatakan jaringan layanan penjualan dan purna jualnya tersebar di seluruh Indonesia dan didukung suku cadang asli.
Pada 2026, Toyota bahkan menyebut memiliki lebih dari 360 dealer di berbagai wilayah Indonesia dalam salah satu publikasi layanan purnajualnya.
Untuk pemilik mobil yang sering bepergian keluar kota atau tinggal di daerah, jaringan bengkel ini merupakan nilai tambah besar. Ketika mobil bermasalah, kemungkinan menemukan bengkel yang memahami Toyota relatif lebih mudah.
Bukan berarti Panther kalah total. Justru salah satu kelebihan Panther adalah konstruksinya yang relatif sederhana sehingga banyak bengkel umum sudah sangat familiar dengan mobil ini.
Bahkan mekanik diesel berpengalaman biasanya memahami karakter mesin Panther dengan baik. Tetapi jika kategori yang dinilai adalah bengkel resmi , Toyota lebih unggul karena jaringan dan dukungan produknya masih aktif.
Untuk durability atau daya tahan, perbandingan menjadi lebih menarik.
Panther mempunyai reputasi luar biasa sebagai mobil yang tahan lama. Banyak unit Panther berusia belasan hingga puluhan tahun masih digunakan sehari-hari. Reputasi tersebut bukan muncul tanpa alasan. Mesin diesel Panther terkenal sederhana dan tidak serumit mesin diesel common rail modern.
Namun, kata "bandel" tidak boleh disamakan dengan "bebas perawatan". Mobil tua tetap membutuhkan pemeriksaan sistem pendingin, kaki-kaki, rem, transmisi, kelistrikan, selang, karet-karet dan komponen usia pakai lainnya.
Innova Reborn diesel juga memiliki reputasi durability yang kuat. Mesin 2GD-FTV menawarkan performa jauh lebih besar dengan teknologi turbo dan common rail. Konsekuensinya, sistemnya lebih kompleks. Perawatan kualitas bahan bakar dan servis berkala menjadi lebih penting.
Baca Juga: Bansos Agustus 2026 Dicek Pakai NIK KTP, Jangan Sampai Salah! Ini Link dan Cara Ceknya
Dengan perawatan yang benar, Innova diesel bisa digunakan dalam jarak tempuh tinggi. Namun, calon pembeli mobil bekas harus lebih teliti terhadap riwayat servis karena kerusakan komponen diesel modern bisa membutuhkan biaya lebih besar dibandingkan sistem diesel lama.
Jadi, kalau berbicara durability mesin secara karakter , Panther memiliki keunggulan kesederhanaan. Tetapi kalau berbicara durability kendaraan secara keseluruhan, kenyamanan, dukungan jaringan dan kemudahan mempertahankan nilai kendaraan , Innova lebih unggul.
Jika mencari mobil bekas dengan harga relatif menarik, mesin diesel sederhana, konstruksi kuat, penggerak roda belakang dan karakter kendaraan yang utilitarian, Panther Grand Touring masih layak dipertimbangkan . Mobil ini cocok bagi pembeli yang memahami bahwa usia kendaraan akan menuntut pemeriksaan lebih teliti.
Sebaliknya, jika membutuhkan MPV diesel dengan tenaga jauh lebih besar, kabin lebih nyaman, fitur lebih lengkap, handling lebih modern, nilai jual kembali kuat, serta dukungan jaringan bengkel dan suku cadang yang lebih luas, Toyota Innova Reborn diesel menjadi pilihan yang lebih rasional .
Perbandingan sederhananya, Panther Grand Touring adalah pilihan bagi mereka yang mencari mobil diesel sederhana dan tangguh , sedangkan Innova Reborn adalah pilihan bagi konsumen yang menginginkan mobil keluarga diesel yang lebih modern, bertenaga dan nyaman .
Untuk pembeli mobil bekas, satu hal yang jauh lebih penting daripada sekadar memilih merek adalah kondisi unit. Panther Grand Touring yang terawat bisa jauh lebih menarik daripada Innova yang riwayat perawatannya buruk. Sebaliknya, Innova dengan servis rutin dan kondisi sehat bisa menjadi pilihan yang sangat aman untuk pemakaian keluarga jangka panjang.
Karena itu, sebelum transaksi, periksa riwayat servis, kondisi mesin saat dingin, asap knalpot, temperatur kerja, sistem pendingin, transmisi, kaki-kaki, rem, AC, kelistrikan, bodi serta kelengkapan dokumen. Untuk mobil diesel modern seperti Innova, pemeriksaan sistem bahan bakar dan turbo juga layak mendapat perhatian khusus.
Jika hanya melihat skor keseluruhan, Innova Reborn diesel unggul dalam performa, konsumsi BBM berbanding tenaga, kenyamanan, handling, fitur, purna jual, jaringan bengkel dan nilai jual kembali .
Panther Grand Touring membalas melalui kesederhanaan mesin, karakter diesel klasik, reputasi ketangguhan dan potensi biaya perawatan yang relatif bersahabat selama unitnya masih sehat.
Baca Juga: Kesempatan Kedua Hadir di Istana! 3.400 Undangan HUT RI Kembali Dibuka
Dengan kondisi pasar 2026, Innova juga memiliki satu keunggulan penting: mobil ini masih mendapatkan dukungan ekosistem Toyota. Toyota bahkan menyediakan layanan Toyota Mobile Service untuk servis berkala dan perbaikan ringan di lokasi pelanggan.
Kesimpulannya, Panther Grand Touring vs Innova bukan sekadar pertarungan mobil tua melawan mobil yang lebih modern . Ini adalah pertarungan antara filosofi "sederhana dan tahan banting" melawan "lebih bertenaga, nyaman dan lengkap".
Kalau prioritas utama adalah ketahanan mekanis sederhana dan biaya pembelian yang lebih terjangkau, Panther Grand Touring masih punya alasan kuat untuk dipilih.
Tetapi jika mobil akan digunakan sebagai kendaraan keluarga utama, sering perjalanan jauh, mengejar kenyamanan, menginginkan performa lebih kuat dan ingin lebih mudah menjual kembali beberapa tahun mendatang, Toyota Innova Reborn diesel adalah pilihan yang lebih unggul secara keseluruhan .
Yang juga perlu digarisbawahi, harga mobil bekas sangat dinamis. Angka yang disebutkan di atas merupakan gambaran pasar dan bukan harga mutlak karena kondisi, wilayah, kilometer, pajak, riwayat servis serta negosiasi dapat membuat selisih harga cukup besar. Untuk pembeli, justru unit dengan rekam servis jelas sering lebih berharga daripada mobil yang sekadar terlihat murah di iklan.
Dengan kata lain, Panther Grand Touring membeli reputasi ketangguhan, sedangkan Innova Reborn membeli paket yang lebih lengkap. Jika pertanyaannya siapa pemenang absolut, Innova menang.
Tetapi jika pertanyaannya mobil mana yang paling sesuai untuk pemilik yang menyukai diesel sederhana dan karakter mobil lawas yang tahan banting, Panther masih belum kehilangan pesonanya.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi