Sempat Menghiasi Jalanan Indonesia, Begini Perjalanan Yamaha Fino dari Generasi Awal hingga Akhir

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:31 WIB
sejarah motor matik Yamaha Fino
sejarah motor matik Yamaha Fino

 

RADARSEMARANG.ID – Yamaha Fino menjadi salah satu nama yang menarik dalam perjalanan sejarah skutik di Indonesia. Ketika pasar sepeda motor matik mulai berkembang pesat, Yamaha tidak hanya menawarkan kendaraan untuk kebutuhan mobilitas, tetapi juga menghadirkan motor yang menjadikan desain sebagai bagian penting dari gaya hidup.

Kini, Yamaha Fino lebih sering dikenang sebagai skutik bergaya klasik yang pernah menghiasi jalanan Indonesia. Namun, perjalanan motor ini ternyata sudah dimulai jauh sebelum diperkenalkan di Tanah Air.

Yamaha Fino pertama kali hadir di Thailand pada 2006 dan kemudian berkembang menjadi salah satu skutik bergaya yang cukup populer di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Yamaha Motor, Fino generasi awal diperkenalkan di Thailand pada 2006. Dalam tujuh tahun pertama perjalanannya, model tersebut tercatat telah mencapai penjualan kumulatif sekitar 1,5 juta unit di pasar Thailand.

Angka tersebut menunjukkan bahwa Fino bukan sekadar model dengan desain berbeda, tetapi sempat memiliki posisi penting dalam pasar skutik Thailand.

Konsep Fino sejak awal memang berbeda dengan skutik yang hanya mengandalkan aspek fungsional. Yamaha mengembangkan Fino sebagai kendaraan matik yang memiliki karakter fashionable.

Desain membulat, permainan krom, lampu dengan bentuk khas, serta garis bodi yang memberikan kesan retro membuat Fino mempunyai identitas tersendiri.

Baca Juga: Masih Ingat Suzuki Satria Lumba dan Hiu? Motor 2-Tak Ini Kini Punya Cerita

Karakter tersebut kemudian menjadi modal penting ketika Yamaha membawa Fino ke Indonesia. Pada Januari 2012, Yamaha memperkenalkan Mio Fino kepada media Indonesia melalui kegiatan test ride di Bandung dan Bali.

Yamaha ketika itu memperkenalkan Fino dengan tagline “Fashionable Matic”, sebuah positioning yang secara jelas menunjukkan bahwa desain dan gaya menjadi bagian utama dari produk tersebut.

Kehadiran Fino di Indonesia berlangsung ketika persaingan sepeda motor matik semakin ramai. Yamaha sebelumnya sudah mempunyai nama besar melalui keluarga Mio.

Karena itu, Mio Fino ditempatkan sebagai bagian dari perkembangan keluarga skutik Yamaha sekaligus menyasar konsumen yang ingin tampil berbeda.

Pada awal kemunculannya di Indonesia, Yamaha menyediakan beberapa pilihan karakter. Mio Fino hadir dalam varian Fashion, Classic, dan Sporty. Perbedaan tersebut memberikan pilihan kepada konsumen yang mempunyai selera berbeda, tetapi tetap menginginkan basis skutik dengan bentuk yang fashionable.

Menariknya, respons pasar terhadap Fino sudah terlihat sejak masa awal pemasarannya. Yamaha mulai memasarkan Mio Fino pada 3 Februari 2012.

Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, harga ketika itu tercatat Rp13,5 juta untuk Mio Fino Sporty dan Fashion, sedangkan Mio Fino Classic dibanderol Rp13,65 juta.

Yamaha bahkan menargetkan penjualan Mio Fino mencapai 20 ribu unit per bulan pada masa awal kehadirannya. Angka tersebut menunjukkan besarnya optimisme Yamaha terhadap segmen skutik bergaya di Indonesia.

Peluncuran resmi Mio Fino kemudian dilakukan di Plaza Barat Senayan, Jakarta, pada 12 Februari 2012. Yamaha menyebut produk tersebut mendapat perhatian konsumen Indonesia yang menyukai skutik dengan tampilan bergaya.

Saat itu, Yamaha juga menempatkan Fino sebagai kendaraan yang sesuai untuk konsumen yang ingin memadukan mobilitas dengan penampilan.

Fino juga tidak hanya diperkenalkan di Jakarta. Yamaha membawa produk tersebut ke berbagai kota, termasuk Surabaya. Dalam peluncuran di Surabaya Town Square pada Februari 2012, antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi.

Yamaha mencatat sekitar 5.000 pengunjung hadir dalam acara tersebut dan 97 unit Mio Fino terjual di lokasi peluncuran. Salah satu daya tarik yang disebut Yamaha ketika itu adalah desain, warna, striping, jok, serta bentuk panel instrumen.

Kombinasi tersebut membuat Fino mempunyai karakter visual yang cukup kuat dibandingkan sejumlah skutik lain pada zamannya. Karakter desain inilah yang kemudian membuat Yamaha Fino memiliki komunitas penggemar tersendiri.

Baca Juga: Honda Astrea Grand: Motor Bebek Jadul yang Tetap Bandel, Irit dan Makin Mahal di Pasaran

Bahkan setelah bertahun-tahun berlalu, unit Fino generasi awal masih dapat ditemui di pasar motor bekas dan di tangan penghobi yang mempertahankan tampilan maupun melakukan restorasi.

Salah satu hal yang membuat sejarah Fino semakin menarik adalah hubungan desainnya dengan gaya mobil klasik Eropa. Yamaha Indonesia pernah menjelaskan bahwa Fino yang pertama kali dirilis di Thailand pada 2006 terinspirasi dari karakter Mini Cooper generasi awal. Ketika hadir di Indonesia pada 2012, desainnya kemudian disebut terilhami New Mini Cooper.

Dengan demikian, Fino sejak awal memang dirancang untuk membawa nuansa yang berbeda dari skutik konvensional. Bodi yang membulat dan detail-detail visualnya menjadi bagian dari identitas produk.

Perjalanan Fino kemudian memasuki babak baru ketika teknologi injeksi mulai menjadi perhatian penting di pasar sepeda motor. Setelah beberapa tahun menggunakan teknologi sebelumnya, Yamaha melakukan perubahan besar terhadap Fino di Thailand.

Pada Maret 2013, Yamaha Motor mengumumkan perubahan model penuh untuk Fino pasar Thailand. Generasi baru tersebut menggunakan mesin 115 cc dengan teknologi YMJET-FI. Yamaha menyebut perubahan itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap kendaraan yang lebih efisien sekaligus tetap mempertahankan karakter stylish Fino.

Perubahan tersebut juga memperlihatkan bagaimana Fino berusaha mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas desainnya. Yamaha menyebut model baru tersebut tetap mewarisi DNA Fino sebelumnya, tetapi mendapatkan penyegaran pada garis bodi, lampu depan, lampu belakang, mesin dan sejumlah fitur lainnya.

Baca Juga: Bansos Agustus 2026 Kembali Disalurkan,Simak Daftar PKH, BPNT, PIP dan Beras 10 kg, Lengkap Dengan Nominal dan Cara Cek Penerima.

Di Thailand, perkembangan Fino berlangsung cukup cepat. Dalam tujuh tahun sejak diperkenalkan pada 2006, penjualannya telah mencapai sekitar 1,5 juta unit. Popularitas tersebut menjadi salah satu alasan Yamaha terus mengembangkan model ini.

Sementara itu di Indonesia, perjalanan Fino juga berlanjut. Setelah menggunakan nama Mio Fino pada awal kemunculannya, Yamaha kemudian menghadirkan perkembangan baru dengan teknologi injeksi.

Pada akhir 2013, Yamaha Indonesia mengumumkan Fino FI sebagai salah satu model injeksi yang masuk dalam jajaran produk mereka. Fino FI kemudian diperkenalkan dengan dua karakter utama, yaitu Fino Sport dan Fino Premium.

Fino Sport mengusung karakter casual sporty, sementara Fino Premium membawa nuansa classic sporty. Yamaha juga menggunakan inspirasi desain otomotif Eropa untuk memperkuat karakter masing-masing varian. Fino Sport disebut memiliki sentuhan gaya Italia, sedangkan Fino Premium mengambil inspirasi dari karakter mobil mewah Italia.

Perubahan menuju injeksi menjadi salah satu titik penting dalam sejarah Yamaha Fino. Pada masa tersebut, teknologi fuel injection semakin banyak digunakan pada sepeda motor baru.

Konsumen mulai memperhatikan efisiensi bahan bakar, kemudahan penggunaan, dan teknologi mesin, sehingga Fino harus mengikuti perubahan tersebut agar tetap kompetitif.

Namun Yamaha tidak menghilangkan identitas utama Fino. Desain tetap menjadi kekuatan utama. Hal ini terlihat dari strategi Yamaha yang terus menawarkan berbagai warna, grafis dan varian untuk mempertahankan karakter fashionable Fino.

Perjalanan Fino juga tidak berhenti pada generasi awal dan versi FI. Yamaha kemudian menghadirkan berbagai penyegaran hingga muncul varian seperti Fino Premium dan Fino Grande.

Pada 2020, Yamaha Indonesia kembali memperkenalkan pilihan warna baru untuk Fino Premium dan Fino Grande. Fino Premium saat itu memiliki tiga pilihan warna, yakni Brown, White dan Black, sedangkan Fino Grande mendapatkan pilihan Blue dan Red. Yamaha menyebut kombinasi warna tersebut disesuaikan dengan gambaran gaya hidup masa kini.

Yamaha ketika itu juga menegaskan karakter Fino sebagai motor yang ditujukan bagi anak muda aktif dan konsumen yang ingin tampil sebagai trendsetter.

Baca Juga: Petani Jateng Mulai Pakai Pompa Surya, Mampu Mengairi Sekitar 50 hektare Lahan Pertanian

“Yamaha selalu berorientasi meningkatkan kepuasan konsumen dari setiap kalangan,” kata Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, dalam keterangan Yamaha mengenai penyegaran warna Fino.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa sejak awal Fino memang tidak semata-mata ditempatkan sebagai alat transportasi. Yamaha mencoba membangun citra Fino sebagai bagian dari gaya hidup penggunanya.

Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa sejarah Yamaha Fino cukup menarik untuk dibicarakan kembali. Ketika sebagian besar sepeda motor matik berlomba menonjolkan kepraktisan, performa, atau efisiensi, Fino membawa pendekatan yang berbeda melalui desain.

Bagi sebagian konsumen, membeli skutik bukan hanya mengenai kapasitas mesin dan konsumsi bahan bakar. Tampilan kendaraan juga menjadi pertimbangan. Fino hadir pada ruang tersebut dan menawarkan bentuk yang mudah dikenali.

Jika melihat perjalanan Fino dari 2006 hingga perkembangan generasi berikutnya, terlihat bahwa Yamaha berusaha menjaga satu benang merah, yakni desain fashionable.

Teknologi dapat berubah, mesin mengalami pembaruan, fitur bertambah, dan pilihan warna berganti, tetapi identitas Fino sebagai skutik dengan karakter klasik tetap dipertahankan.

Inilah yang membuat Yamaha Fino memiliki posisi unik dalam sejarah perkembangan skutik di Asia Tenggara. Model tersebut lahir di Thailand, kemudian diperkenalkan ke Indonesia ketika pasar skutik sedang berkembang, lalu terus mengalami evolusi mengikuti kebutuhan konsumen.

Bagi penggemar motor lama, Fino generasi awal kini juga memiliki daya tarik tersendiri. Bentuknya yang khas membuat motor tersebut berbeda dari skutik modern yang banyak menggunakan garis bodi tajam dan desain agresif.

Di tengah tren motor retro yang kembali mendapatkan perhatian, sejarah Fino menjadi semakin menarik. Fino sebenarnya sudah membawa konsep retro-modern jauh sebelum gaya tersebut kembali ramai digunakan oleh berbagai produsen sepeda motor.

Karena itu, Yamaha Fino dapat disebut sebagai salah satu model yang ikut memperkenalkan gagasan bahwa skutik juga bisa menjadi bagian dari fashion. Motor tidak hanya digunakan untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain, tetapi dapat menjadi bagian dari identitas visual pengendaranya.

Baca Juga: Ingin Beli Motor Bekas Honda Beat dengan Pajak Hidup? Harganya Masih Stabil

Perjalanan panjang tersebut juga menunjukkan bagaimana sebuah model dapat bertahan dalam ingatan konsumen meskipun teknologi sepeda motor terus berkembang. Dari Fino karburator generasi awal, kemudian berkembang ke Fino FI, hingga varian dengan penyegaran desain dan warna, semuanya menjadi bagian dari cerita panjang model tersebut.

Sejarah Fino juga tidak dapat dilepaskan dari perkembangan Yamaha Mio di Indonesia. Ketika Mio berhasil membangun pasar skutik, kehadiran Fino memberikan pilihan dengan pendekatan yang lebih fashionable.

Yamaha bahkan sejak awal mengaitkan Mio Fino dengan keluarga Mio sebagai bagian dari perjalanan perkembangan skutik Yamaha di Indonesia.

Kini, nama Fino memiliki nilai nostalgia bagi sebagian penggemar sepeda motor. Model lama yang dahulu terlihat biasa di jalanan justru mulai dipandang sebagai bagian dari sejarah perkembangan skutik modern.

Tidak mengherankan jika pembahasan mengenai Yamaha Fino masih menarik perhatian, terutama ketika tren motor bergaya retro kembali populer. Generasi yang dahulu mengenal Fino sebagai motor harian kini dapat melihatnya dari perspektif berbeda: sebagai salah satu produk yang pernah membawa konsep fashionable scooter ke pasar Indonesia.

Dari Thailand pada 2006, masuk ke Indonesia pada 2012, kemudian berkembang dengan teknologi injeksi dan berbagai penyegaran desain, Yamaha Fino memiliki perjalanan yang cukup panjang.

Yamaha sendiri mencatat bahwa Fino generasi pertama di Thailand berhasil mencapai sekitar 1,5 juta unit dalam tujuh tahun pertama. Angka tersebut menjadi gambaran betapa kuatnya penerimaan pasar terhadap konsep yang ditawarkan Fino pada masa itu.

Pada akhirnya, sejarah Yamaha Fino bukan hanya tentang tahun peluncuran, kapasitas mesin, atau perubahan teknologi. Lebih dari itu, Fino merupakan cerita mengenai perubahan selera konsumen sepeda motor di Asia Tenggara.

Ketika kendaraan roda dua mulai berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, Fino hadir dengan pendekatan yang cukup berani. Desain klasik, karakter fashionable, pilihan warna, serta perkembangan teknologi membuatnya mempunyai identitas yang berbeda.

Itulah sebabnya, meskipun zaman telah berubah dan teknologi sepeda motor terus bergerak maju, nama Yamaha Fino tetap memiliki tempat tersendiri dalam sejarah skutik Indonesia.

Bagi sebagian orang, Fino mungkin hanya sebuah motor matik lawas. Namun bagi penggemar otomotif, motor tersebut merupakan salah satu saksi perubahan era ketika skutik mulai berubah dari sekadar kendaraan praktis menjadi bagian dari gaya hidup. (dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Yamaha Fino sejarah Yamaha Fino sejarah motor Yamaha Fino otomotif VIRAL