RADARSEMARANG.ID-Kemacetan panjang kini menjadi bagian dari keseharian banyak pengendara di berbagai kota besar. Perbaikan jalan, peningkatan volume kendaraan, perjalanan jauh luar kota, penyempitan jalur, hingga kecelakaan lalu lintas sering kali membuat perjalanan yang seharusnya ditempuh dalam hitungan menit berubah menjadi berjam-jam.
Bagi sebagian orang, kemacetan mungkin hanya dianggap sebagai pemborosan waktu. Padahal, kondisi stop-and-go dalam durasi panjang juga memberikan tekanan yang jauh lebih besar terhadap kendaraan dibanding perjalanan normal. Mesin terus menyala dalam waktu lama, sistem pendingin bekerja tanpa henti, rem digunakan berulang kali, sementara aki dan sistem kelistrikan tetap memasok daya untuk AC, lampu, hingga berbagai perangkat elektronik di dalam mobil.
Akibatnya, berbagai masalah kendaraan kerap muncul justru setelah terjebak kemacetan. Mesin mulai overheat, aki melemah karena usia pakai yang sudah menurun, ban mengalami kerusakan akibat menghantam jalan yang rusak saat antrian padat, hingga kendaraan mendadak mogok ketika kembali melaju. Dalam kondisi tertentu, pengendara juga bisa menghadapi situasi sederhana tetapi merepotkan, seperti kehabisan bahan bakar karena waktu tempuh yang jauh lebih lama dari perkiraan.
Yang menjadi persoalan, banyak pengendara tidak mengetahui langkah yang harus diambil ketika kendaraan mulai bermasalah di tengah kemacetan atau saat menempuh perjalanan jauh. Sebagian memilih tetap memaksakan mobil berjalan hingga akhirnya kerusakan menjadi lebih parah, sementara yang lain kebingungan mencari bantuan karena berada jauh dari bengkel atau sedang berada di ruas jalan dengan akses terbatas.
Menurut Ardy Alam, CEO Garasi.id, tidak semua gangguan kendaraan harus ditangani dengan cara yang sama. Hal terpenting adalah mengetahui apakah masalah masih dapat diselesaikan di lokasi atau justru membutuhkan evakuasi kendaraan.
"Kemacetan memang tidak bisa dihindari, tetapi risiko yang muncul akibat kemacetan bisa dipersiapkan. Banyak kendala sebenarnya masih bisa ditangani langsung di lokasi sehingga pengendara tidak perlu panik. Namun jika kendaraan sudah tidak aman untuk melanjutkan perjalanan, evakuasi menggunakan towing menjadi pilihan yang jauh lebih aman dibanding memaksakannya tetap berjalan," ujar Ardy.
Ketika kendaraan mengalami kerusakan yang membuat perjalanan tidak dapat dilanjutkan, langkah paling aman adalah segera melakukan evakuasi menggunakan layanan towing. Memaksakan kendaraan tetap berjalan dalam kondisi tersebut justru berisiko memperparah kerusakan dan membuat biaya perbaikan menjadi jauh lebih besar.
Melalui layanan Towing Express, Garasi.id membantu proses evakuasi kendaraan secara cepat dan aman menggunakan jaringan partner towing yang tersedia secara nasional selama area layanan terjangkau. Kendaraan dapat diantarkan ke lokasi yang diinginkan pelanggan, baik ke rumah, bengkel langganan, maupun bengkel rekanan Garasi.id. Biaya layanan towing dihitung berdasarkan jarak pengantaran, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengendara.
Namun, bagi pengendara yang menginginkan perlindungan lebih menyeluruh, Garasi.id juga menghadirkan program berlangganan yang bernama Asisten Darurat. Layanan ini dirancang untuk memberikan rasa tenang ketika menghadapi berbagai situasi tak terduga di jalan, tanpa perlu khawatir mencari bantuan saat kondisi darurat terjadi.
Sebagai informasi tambahan, di periode 7–31 Agustus 2026, ada promo menarik dari Garasi.id. Memperingati hari ulang tahunnya yang ke-9, Garasi.id menghadirkan program "Banjir Kejutan di Tahun Kesembilan" sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan. Selama program berlangsung, pelanggan dapat menikmati diskon spesial untuk biaya berlangganan Asisten Darurat yang tadinya Rp750 ribu, menjadi Rp200 ribu dengan persediaan terbatas.
Dengan berlangganan Asisten Darurat, pelanggan akan mendapatkan perlindungan selama 12 bulan dengan hingga 3 kali penggunaan layanan. Perlindungan tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan towing ketika kendaraan harus dievakuasi, tetapi juga mencakup berbagai bantuan darurat yang paling sering dibutuhkan pengendara, seperti jumper aki saat mobil tidak bisa distarter, penggantian ban, pengantaran bahan bakar ketika kendaraan kehabisan BBM, hingga bantuan saat kunci mobil tertinggal di dalam kendaraan.
Menurut Ardy Alam, CEO Garasi.id, banyak pengendara baru mencari bantuan setelah kondisi kendaraan benar-benar tidak bisa ditangani sendiri. Padahal, memiliki akses terhadap layanan darurat sejak awal dapat membantu pengendara mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat.
"Banyak pengendara berpikir, 'sedikit lagi sampai'. Padahal, keputusan tersebut justru bisa membuat kerusakan semakin besar. Mengenali kapan kendaraan masih bisa ditangani di lokasi dan kapan harus segera dievakuasi adalah bagian penting dari keselamatan berkendara. Karena itu kami menghadirkan solusi yang tidak hanya membantu saat mobil harus di derek, tetapi juga untuk permasalahan kendaraan lain yang paling sering terjadi di jalan. Dengan skema berlangganan, pelanggan bisa mendapatkan perlindungan yang lebih lengkap sekaligus lebih hemat dibanding harus menggunakan layanan darurat secara terpisah setiap kali dibutuhkan," ujar Ardy Alam, CEO Garasi.id.
Melalui skema ini, pengendara jadi memiliki solusi untuk situasi darurat yang terjadi pada kendaraan saat di perjalanan, sehingga perjalanan tetap terasa lebih aman dan tenang meski harus menghadapi kemacetan panjang yang kini semakin sering terjadi.
Editor : Agus AP