Honda Astrea Grand: Motor Bebek Jadul yang Tetap Bandel, Irit dan Makin Mahal di Pasaran

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:11 WIB
Honda Astrea Grand membuktikan bahwa sebuah kendaraan tidak hanya dinilai dari teknologi terbaru atau kecepatan tinggi
Honda Astrea Grand membuktikan bahwa sebuah kendaraan tidak hanya dinilai dari teknologi terbaru atau kecepatan tinggi

  

RADARSEMARANG.ID – Nama Honda Astrea Grand kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta otomotif, khususnya para penggemar motor klasik. Meski sudah tidak lagi diproduksi, motor bebek legendaris Honda ini justru semakin memiliki daya tarik tersendiri.

Tidak hanya bagi generasi lama yang pernah merasakan kejayaannya pada era 1990-an, tetapi juga bagi kalangan milenial yang kini mulai menggandrungi kendaraan dengan nuansa retro.

Kemunculan All New Honda Super Cub yang membawa konsep motor bebek modern dengan sentuhan klasik turut membangkitkan kembali kenangan terhadap keluarga besar Honda Super Cub di masa lalu.

Di Indonesia, salah satu keturunan yang paling melekat di hati masyarakat adalah Honda Astrea Grand, motor bebek sejuta umat yang pernah menjadi pilihan utama keluarga Indonesia.

Bagi banyak orang, Honda Astrea Grand bukan sekadar kendaraan untuk beraktivitas sehari-hari. Motor ini menjadi bagian dari perjalanan hidup masyarakat Indonesia.

Mulai dari mengantar anak sekolah, pergi bekerja, membawa hasil pertanian, hingga digunakan untuk perjalanan jauh, Astrea Grand dikenal sebagai motor yang sederhana tetapi memiliki daya tahan luar biasa.

Baca Juga: Lowongan Kerja BRI 2026 Dibuka, Posisi Junior Associate Mantri BBAP, Bebas Penempatan

Dalam sejarahnya, Honda Astrea Grand merupakan bagian dari perjalanan panjang keluarga Honda Super Cub. Motor ini hadir setelah era Honda Super Cub, Astrea 700, Astrea 800, Astrea Star, hingga Honda Prima.

Karena berada dalam garis keturunan tersebut, Astrea Grand memiliki karakter khas motor bebek Honda pada masa itu: mesin bandel, perawatan mudah, dan konsumsi bahan bakar yang sangat irit.

Meski hanya mengandalkan mesin berkapasitas sekitar 95 cc, kemampuan Honda Astrea Grand tidak bisa dianggap remeh. Motor ini terkenal masih mampu diajak melibas berbagai kondisi jalan, termasuk jalur pegunungan dengan tanjakan panjang. Dengan kondisi mesin yang sehat dan perawatan rutin, Astrea Grand tetap sanggup melaju di kisaran 90 kilometer per jam.

Kemampuan tersebut membuat Honda Astrea Grand tetap dihormati hingga sekarang. Bahkan, dibandingkan beberapa motor bebek modern berkapasitas 110 cc hingga 125 cc, performa Astrea Grand masih mampu memberikan kejutan. Karakter mesin 4-tak yang responsif membuat motor ini menjadi salah satu bebek klasik yang sulit dilupakan.

Honda Astrea Grand pertama kali diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1991 oleh Federal Motor, perusahaan yang saat itu menjadi agen pemegang merek Honda sebelum berubah menjadi PT Astra Honda Motor. Kehadirannya menggantikan posisi Honda Astrea Prima yang sebelumnya sudah lebih dulu dikenal masyarakat.

Versi awal Honda Astrea Grand memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali. Bagian lampu belakang berbentuk membulat dan menonjol sehingga masyarakat menyebutnya dengan julukan "Grand Bulus" karena bentuknya dianggap menyerupai punggung kura-kura atau bulus.

Julukan tersebut justru membuat versi pertama Astrea Grand semakin dicari oleh kolektor motor klasik. Banyak pecinta otomotif menilai Grand Bulus memiliki nilai sejarah lebih tinggi karena menjadi generasi awal dari keluarga Astrea Grand di Indonesia.

Baca Juga: Risiko Beli Motor Yamaha NMAX Bekas, Tensioner Mulai Lemah, Ini Tips Membeli Motor Bekas

Sekitar tiga tahun setelah peluncuran awal, Federal Motor melakukan pembaruan terhadap Honda Astrea Grand. Perubahan paling terlihat berada pada bagian belakang motor. Desain lampu belakang dibuat lebih modern dengan model menyerupai ekor bebek atau duck tail yang dilengkapi tambahan spoiler.

Perubahan desain tersebut membuat tampilan Honda Astrea Grand terlihat lebih segar tanpa meninggalkan karakter klasiknya. Model inilah yang kemudian semakin populer dan banyak digunakan masyarakat Indonesia hingga memasuki akhir era 1990-an.

Salah satu alasan mengapa Honda Astrea Grand tetap bertahan hingga sekarang adalah kemudahan mendapatkan suku cadang. Meski sudah berusia puluhan tahun, komponen motor ini masih banyak tersedia di berbagai toko onderdil maupun pasar motor bekas.

Populasi Honda Astrea Grand yang sangat besar pada masa kejayaannya membuat ketersediaan suku cadang tetap terjaga. Hampir di berbagai daerah, terutama kota kecil dan pedesaan, masih banyak masyarakat yang menggunakan motor ini sebagai kendaraan harian.

Tidak hanya mudah dirawat, Honda Astrea Grand juga terkenal memiliki posisi berkendara yang nyaman. Desain jok yang rata dengan busa cukup tebal membuat pengendara maupun pembonceng tetap nyaman meskipun digunakan untuk perjalanan jauh.

Karakter inilah yang membuat Astrea Grand berbeda dibandingkan beberapa motor bebek lain pada zamannya. Motor ini memang tidak dirancang untuk mengejar kecepatan tinggi, tetapi lebih mengutamakan fungsi, kenyamanan, dan ketahanan.

Soal konsumsi bahan bakar, Honda Astrea Grand menjadi salah satu legenda motor paling irit di Indonesia. Banyak pengguna lama bahkan memiliki cerita unik mengenai kehematan motor ini.

Baca Juga: Video Motor Antre BBM di SPBU Viral, Stiker Pajak di Sepakbor Jadi Sorotan Warganet

Ada anggapan yang cukup populer di kalangan pengguna Astrea Grand bahwa motor ini hanya membutuhkan "aroma bensin" untuk bisa berjalan. Ungkapan tersebut menggambarkan betapa iritnya konsumsi bahan bakar motor bebek Honda ini.

Dengan kondisi mesin standar dan terawat, Honda Astrea Grand mampu mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 50 kilometer hingga 60 kilometer per liter. Angka tersebut menjadi salah satu alasan mengapa motor ini dulu sangat diminati masyarakat dari berbagai kalangan.

Bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan murah, ekonomis, dan bisa diandalkan, Honda Astrea Grand menjadi pilihan yang sangat masuk akal. Tidak heran jika motor ini pernah mendapat julukan sebagai motor bebek sejuta umat.

Untuk unit standar dengan kondisi biasa, harga Honda Astrea Grand bekas umumnya masih berada di kisaran Rp2,5 juta hingga Rp5 juta, tergantung tahun produksi, kondisi mesin, kelengkapan surat, dan kondisi bodi.

Kepopuleran Honda Astrea Grand bahkan membuat harga beberapa unit restorasi mengalami kenaikan drastis. Beberapa waktu lalu, sebuah Honda Astrea Grand hasil restorasi sempurna dikabarkan berhasil terjual dengan harga mencapai Rp80 juta.

Harga tersebut tentu jauh berbeda dengan harga pasar Honda Astrea Grand biasa. Nilai fantastis itu muncul karena motor yang dijual merupakan unit istimewa dengan kondisi sangat baik, menggunakan komponen asli, dan memiliki nilai sejarah tinggi.

Bagi kolektor, Honda Astrea Grand bukan hanya kendaraan lama, tetapi juga sebuah benda nostalgia yang mengingatkan kejayaan motor bebek Honda di Indonesia.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Honda Astrea Grand harga Honda Astrea Grand bekas Honda Astrea Grand klasik motor jadul Honda spesifikasi Honda Astrea Grand