RADARSEMARANG.ID - Sepertinya hanya di Indonesia, setiap varian sepeda motor yang beredar di negeri ini, masing-masing mendapat julukannya sendiri-sendiri.
Suzuki Shogun dijuluki Shogun Kebo, Honda Supra mendapat julukan SupraBapak karena pemaikainya kebanyakan bapak-bapak. Demikian juga dengan Suzuki Satria.
Di kalangan pecinta otomotif Indonesia, Suzuki Satria memiliki julukan yang sangat populer, yakni motor ayam jago. Sebutan tersebut bahkan masih melekat hingga sekarang, meski Suzuki Satria telah berganti beberapa generasi dan teknologi mesin.
Baca Juga: Asal Usul Nama Suzuki Satria, Ternyata Punya Makna Ksatria yang Melekat dengan Performa Sport
Lantas, mengapa Suzuki Satria disebut sebagai motor ayam jago?
Julukan tersebut ternyata bukan berasal dari performa mesin semata, melainkan berawal dari bentuk desain motor yang berbeda dibandingkan motor bebek konvensional pada era 1990-an.
Berasal dari Desain yang Mirip Postur Ayam Jago
Saat Suzuki meluncurkan Satria 120S pada 1997, tampilannya langsung menarik perhatian.
Motor ini mengusung desain ramping dengan bodi depan yang merunduk, tangki yang menyatu dengan bodi, serta bagian belakang atau ekor yang dibuat lebih tinggi.
Bila dilihat dari samping, siluet tersebut dianggap menyerupai seekor ayam jago yang sedang berdiri tegap dengan dada membusung dan ekor terangkat.
Posisi berkendara yang sedikit membungkuk juga semakin memperkuat kesan sporty. Dari sinilah masyarakat mulai menyebut Suzuki Satria sebagai motor ayam jago.
Bukan Hanya Suzuki Satria
Menariknya, istilah motor ayam jago sebenarnya tidak hanya ditujukan kepada Suzuki Satria.
Di Indonesia, sebutan tersebut digunakan untuk menyebut motor bebek sport dengan karakteristik:
- Tangki dan bodi menyatu.
- Jok lebih tinggi di bagian belakang.
- Setang rendah sehingga posisi berkendara lebih condong ke depan.
- Mengutamakan performa dan handling dibandingkan kenyamanan berkendara santai.
Meski demikian, Suzuki Satria menjadi model yang paling identik dengan julukan tersebut karena menjadi salah satu pelopor sekaligus ikon di segmen ini.
Performa Kencang Menguatkan Julukan
Selain desain, performa Suzuki Satria juga turut memperkuat citra sebagai motor ayam jago. Generasi awal Suzuki Satria dibekali mesin dua tak berkapasitas 120 cc yang terkenal responsif dengan karakter putaran mesin tinggi.
Setelah memasuki era empat tak, Suzuki menghadirkan Satria F150 yang menggunakan mesin DOHC 150 cc berpendingin cairan.
Kombinasi bobot yang ringan, akselerasi cepat, dan posisi berkendara sporty membuat Suzuki Satria kerap dijadikan pilihan untuk kebutuhan harian maupun kompetisi balap, sehingga julukan motor ayam jago semakin melekat di benak masyarakat.
Julukan yang Menjadi Identitas
Seiring berjalannya waktu, istilah motor ayam jago tidak lagi sekadar menggambarkan bentuk fisik motor. Julukan tersebut berkembang menjadi identitas bagi motor bebek sport berperforma tinggi.
Bahkan hingga kini, ketika seseorang menyebut motor ayam jago, nama Suzuki Satria hampir selalu menjadi model pertama yang terlintas di benak banyak orang.
Hal ini menunjukkan kuatnya citra yang berhasil dibangun Suzuki selama puluhan tahun melalui desain khas, performa kompetitif, serta sejarah panjang Satria di pasar otomotif Indonesia.
Tetap Melekat hingga Era Modern
Meski tren sepeda motor kini bergeser ke skutik dan motor sport fairing, Suzuki Satria masih mempertahankan desain khas yang menjadi ciri utama motor ayam jago.
Karakter tersebut membuat Satria memiliki basis penggemar yang loyal. Bagi sebagian pecinta otomotif, Suzuki Satria bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol motor bebek sport yang memiliki sejarah panjang dan karakter berbeda dibandingkan model lain di kelasnya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi