RADARSEMARANG.ID - Pecinta otomotif di Indonesia, pernah melekang kuat dengan salah satu motor bebek legendaris di Indonesia, Suzuki Shogun. Suzuki Shogun motor bebek dengan tekonologi canggih pada masa itu, membuat masyarakat Indonesia langsung jatuh hati.
Karena itu, bagi mereka yang pernah memelihara Suzuki Shogun di era 1990 hingga 2000-an, motor ini meninggalkan kesan mendalam. Kesan yang sangat kuat Suzuki Shogun sebagai kendaraan yang tak tertandingi di kelasnya.
Baca Juga: Bocoran Spek Honda Ryden 160: Suspensi Ganda dan Tangki Motor di Depan, Mirip Air Blade?
Testimoni Mantan Pengguna Suzuki Shogun
Dari hasil wawancara RadarSemarang.ID dengan mantan pengguna atau yang masih memiliki Suzuki Shogun untuk kendaraan operasional rata-rata memuji motor besutan Suzuki ini.
Mantan pengguna Shogun R 110 dan Shogun SP kerap memuji responsivitas mesin dan kestabilan sasisnya saat dipacu dalam kecepatan tinggi.
"Dulu tahun 2004 pakai Shogun SP untuk kuliah. Tarikan kopling manualnya sangat responsif, dan yang paling saya ingat adalah motor ini sangat stabil di tikungan, tidak limbung seperti kompetitornya," ungkap Wahyudi (42), warga Ungaran kepada RadarSemarang.ID.
Karakter mesin yang responsif di putaran atas membuat banyak mantan pemilik merasa Shogun adalah motor bebek dengan rasa motor sport yang sesungguhnya.
"Yang saya suka dari Shogun itu mesinnya, tapi minim perawatan apalagi saya waktu itu masih kuliah, uang masih minta orang tua hehe"imbuh Wahyudi.
Bahkan,hingga tahun 2026, masih banyak pengendara yang mengandalkan motor ini sebagai kendaraan operasional sehari-hari karena efisiensi dan daya tahannya yang luar biasa.
"Sudah hampir 30 tahun motor ini saya pakai buat angkut barang belanjaan tiap subuh. Mesinnya sangat tangguh, jarang rewel, dan biaya perawatannya sangat murah. Cukup rutin ganti oli, motor tetap hidup dan bertenaga," kata Rahmad, pedagang di pasar Johar yang masih memakai Suzuki Shogun keluaran tahun 97.
Durabilitas komponen internal mesin Shogun terbukti mampu bertahan melintasi dekade
Diburu Kolektor
Suzuki Shogun kini dianggap sebagai aset investasi hobi. Mereka rela berburu hingga ke pelosok daerah demi mendapatkan unit yang masih memiliki komponen bawaan pabrik, terutama bagian body part dan sektor pengapian.
"Memakai Shogun sekarang itu memberikan rasa bangga yang berbeda. Nilai historisnya tinggi. Saat dibawa ke acara kopi darat (kopdar) komunitas, Shogun yang mulus dan orisinal pasti jadi pusat perhatian," tutur Suhadi, salah satu anggota komunitas bebek lawas yang memiliki Shogun Kebo.
Nilai nostalgia, sensasi berkendara yang khas, serta material bodi yang kokoh menjadi alasan utama mengapa motor ini tetap dicintai dan memiliki harga jual yang lumayan tinggi di kalangan penghobi motor. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi