RADARSEMARANG.ID - Salah satu produk andalan PT Astra Honda Motor (AHM) di kelas skutik premium bongsor adalah Honda PCX yang sejak awal kehadirannya mendapat sambutan hangat pecinta otomotif Indonesia.
Di tahun 2026 AHM, meluncurkan tipe tertinggi Honda PCX 160 yakni Honda PCX 160 RoadSync 2026 varian Signature Brown, yang semakin mewah dan elegan dengan dibekali panel meter TFT 5 inci.
Namun, tahukah Anda apa sebenarnya arti di balik nama besar "PCX" dan bagaimana sejarah variannya hingga bisa se-mewah sekarang?
Baca Juga: Sengit! Mengintip Pesaing Kuat Honda PCX 160 RoadSync 2026 Signature Brown di Kelas Skutik Premium
Arti Nama PCX
Secara filosofis, nama PCX merupakan singkatan dari Personal Comfort Xaloon (dibaca: Saloon).
Dalam industri otomotif dunia, istilah Saloon merujuk pada mobil sedan mewah yang menawarkan kenyamanan kelas atas serta ruang berkendara yang tenang.
Lewat penamaan ini, Honda berkomitmen menciptakan sebuah sepeda motor matik yang mampu menyajikan kemewahan, kenyamanan berkendara yang rileks, dan perlindungan optimal layaknya mengendarai sebuah mobil sedan premium.
Sejak pertama kali mengaspal secara global pada tahun 2009 dan masuk ke Indonesia sebagai motor CBU (Completely Built Up) berkapasitas 125cc, silsilah varian Honda PCX terus berevolusi secara masif:
Varian CBS (Combi Brake System): Varian standar yang mengandalkan pengereman mekanis terintegrasi antara roda depan dan belakang, sangat diminati karena fungsional dan ekonomis.
Varian ABS (Anti-lock Braking System): Varian menengah ke atas yang dilengkapi fitur keamanan sensor hidrolik pencegah roda mengunci saat pengereman mendadak, lengkap dengan fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC).
Varian RoadSync (Tertinggi): Kasta flagship terbaru yang menggabungkan fitur ABS-HSTC dengan kecanggihan konektivitas smartphone via aplikasi Honda RoadSync serta panel instrumen digital TFT penuh warna.
Evolusi panjang dari mesin 125cc, 150cc, hingga kini menggunakan mesin eSP+ 160cc 4-katup membuktikan bahwa Honda PCX konsisten menjaga marwah namanya.
Skutik ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan sebuah manifestasi dari kenyamanan berkendara kelas saloon yang kini bisa dinikmati di atas roda dua.
Editor : Baskoro Septiadi