RADARSEMARANG.ID - Dalam dua dekade terakhir, tren pasar selera masyarakat Indonesia terhadap kendaraan roda dua, bergeser dari motor manual ke skuter matik (skutik).
Skutik dipilih konsumen karena kepraktisannya tanpa oper gigi. Meski begitu, eksistensi Honda Supra sebagai motor bebek legendaris tidak pernah benar-benar padam.
Masih banyak konsumen di tanah air yang tetap memilih setia dengan Honda Supra sebagai kendaraan harian mereka. Lantas, jika diadu untuk kebutuhan operasional sehari-hari, mana yang lebih unggul antara Honda Supra dan motor matik modern?
RadarSemarang mencoba mengulik komparasi dan panduan lengkap membeli unit bekasnya agar Anda mendapatkan motor terbaik. Honda Supra vs Motor Matik: Duel Efisiensi dan Durabilitas
1. Efisiensi Bahan Bakar (Konsumsi BBM)
- Honda Supra: Menggunakan sistem transmisi manual dengan rantai, transfer tenaga dari mesin ke roda jauh lebih efisien tanpa banyak energi yang terbuang. Ditambah teknologi injeksi PGM-FI, Supra konsisten mencatatkan angka konsumsi BBM di atas 60 km/liter.
- Motor Matik: Mengandalkan sistem transmisi CVT yang menggunakan v-belt. Gesekan pada komponen CVT membuat konsumsi bahan bakar motor matik cenderung lebih boros dibandingkan motor bebek, terutama saat menghadapi rute menanjak atau stop-and-go di kemacetan.
Baca Juga: Siapa Pesaing Kuat Yamaha Aerox-E 2026? Ini Rival Terberat Motor Listrik Sporty Premium Rp52 Jutaan
2. Biaya Perawatan Jangka Panjang
- Honda Supra: Komponen yang perlu diganti secara berkala umumnya hanya oli mesin, rantai, dan piringan rem. Biaya penggantian rantai jauh lebih murah dan memiliki masa pakai yang sangat lama.
- Motor Matik: Pemilik harus melakukan servis rutin dua area sekaligus, yaitu mesin dan bak CVT. Komponen seperti v-belt, roller, dan oli gardan wajib diganti secara berkala. Jika CVT bermasalah, biaya perbaikannya jauh lebih menguras kantong.
Baca Juga: Honda Supra X 125 2026 Resmi Diluncurkan AHM, Simak Desain Baru, Spesifikasi dan Keunggulannya
- Honda Supra: Berkat diameter roda yang besar (17 inci), Supra sangat stabil saat melewati jalan berlubang, genangan air banjir, maupun jalur perdesaan yang belum beraspal. Engine brake dari transmisi manualnya juga sangat membantu saat melewati turunan curam.
- Motor Matik: Mayoritas matik menggunakan roda berukuran kecil (12-14 inci) yang membuatnya lebih sensitif terhadap lubang jalan. Ketiadaan engine brake yang kuat juga menuntut pengendara ekstra waspada dan bergantung penuh pada rem saat jalan menurun.
Dengan melihat komparasi itu, memang motor matik menawarkan kenyamanan instan tanpa repot, tapi Honda Supra tetap menjadi pemenang mutlak dalam hal durabilitas, keiritan, dan murahnya biaya perawatan jangka panjang.
Tapi lagi-lagi keputusan ada ditangan anda, apakah akan memilih motor skutik atau motor manual, Honda Supra?. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi