Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Harga Pertamax Naik, Bahlil Pastikan Pertalite dan Solar Bersubsidi Tidak Akan Naik

Sulistiono • Rabu, 1 Juli 2026 | 10:17 WIB
Ilustrasi: Sejumlah pengendara sepeda motor antre mengisi BBM bersubsidi. (Jawa Pos)
Ilustrasi: Sejumlah pengendara sepeda motor antre mengisi BBM bersubsidi. (Jawa Pos)

 

RADARSEMARANG.ID - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi belakangan ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan naiknya harga BBM subsidi. 

Namun pemerintah menepis kekhawatiran itu dengan menyatakan harga Pertalite dan Solar bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan.

Penegasan itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang memastikan bahwa pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi sesuai arahan Presiden. 

Saat ini, harga Pertamax tercatat mencapai Rp16.250 per liter, Pertamax Green Rp17.000 per liter, dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter. 

Baca Juga: Gandeng 105 Investor, Ahmad Luthfi Pacu Ekonomi Jateng dan Perluas Lapangan Kerja

Kondisi tersebut memicu pertanyaan dari masyarakat tentang harga harga Pertalite dan Solar bakal ikut terkerek naik."Arahan Bapak Presiden, BBM subsidi tidak akan dinaikkan," ungkap Bahlil.

Meski demikian, Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berlaku untuk BBM nonsubsidi. 

Menurut politisi partai Golkar itu, harga Pertamax dan produk BBM nonsubsidi lainnya akan tetap mengikuti mekanisme pasar serta perkembangan harga minyak dunia."Kalau BBM nonsubsidi, ya mengikuti pasar," ujarnya.

Bahlil mengakui pemerintah sebenarnya berharap harga BBM nonsubsidi tetap stabil. 

Namun, hal itu diakuinya cukup sulit diwujudkan karena Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi sebagian kebutuhan BBM nasional.

Bahlil menambahkan, apabila pemerintah turut menanggung kenaikan harga BBM nonsubsidi melalui tambahan subsidi, maka beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan semakin besar.

"Kalau semua ditanggung lagi oleh pemerintah melalui subsidi, tentu akan berdampak pada kondisi fiskal kita," jelasnya.

Selain itu, Bahlil juga menyoroti masih adanya masyarakat yang secara ekonomi mampu namun tetap menggunakan BBM bersubsidi. Menurutnya, subsidi energi seharusnya diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: Tujuh Bulan Nganggur, Lima Dapur MBG di Wilayah 3T Jateng Belum Beroperasi


"Kalau rakyat kecil, wajib dibantu. Tetapi yang sudah mampu secara ekonomi, seharusnya menggunakan BBM sesuai kemampuannya dan tidak bergantung pada subsidi negara," tegas Bahlil.

Dengan adanya kepastian dari pemerintah tersebut, masyarakat pengguna Pertalite dan Solar bersubsidi tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga dalam waktu dekat. 

Sementara itu, harga BBM nonsubsidi dipastikan akan terus menyesuaikan dengan perkembangan harga energi global dan mekanisme pasar. (sls)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#BBM Non Subdisi #bahlil lahadalia #harga bbm #bbm subsidi #pertamax