Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mitos Menyesatkan: Mengapa Oli Kental Justru Bikin Mobil Bekas Anda Cepat Masuk Bengkel?

Sulistiono • Selasa, 30 Juni 2026 | 09:52 WIB
Ilustrasi: Perawatan mobil, salah satunya mengganti oli dengan sesuai yang spesifikasi membuat mesin menjadi lebih awet dan hemat BBM. (Radar Jogja)
Ilustrasi: Perawatan mobil, salah satunya mengganti oli dengan sesuai yang spesifikasi membuat mesin menjadi lebih awet dan hemat BBM. (Radar Jogja)

 

RADARSEMARANG.ID – Di kalangan pemburu mobil bekas, ada sebuah "buku petunjuk gaib" yang diwariskan turun-temurun:

“Kalau mobilnya sudah berumur, pakai oli yang lebih kental saja supaya mesinnya tidak gampang panas di iklim Indonesia.”

Terdengar logis? Faktanya, ini adalah kesalahan besar yang siap membuat kantong Anda jebol.

Baca Juga: Bakal Muncul Calon Tersangka, Kasus Kekerasan Fisik di SMP Nasima Semarang Naik ke Penyidikan, Ortu Korban Ungkap Fakta Mengejutkan

Bukannya melindungi mesin, sembarangan menaikkan tingkat kekentalan (viskositas) oli dari rekomendasi pabrikan justru menjadi tiket kilat menuju kerusakan mesin total. Mengapa demikian?

1. Mesin Kerja Rodi, BBM Jadi "Boncos"
Banyak pemilik mobil lupa fungsi dasar oli. Menurut Kode, seorang pengusaha bengkel berpengalaman, oli yang terlalu kental akan mengubah ruang mesin menjadi medan lumpur yang berat.

"Memang seluruh komponen tetap terlumasi, tapi karakter cairan yang lebih padat membuat gerak komponen menjadi tersendat," jelas Kode.

Dampak langsungnya:

* Mesin butuh tenaga ekstra besar hanya untuk bergerak.

* Gesekan antar komponen meningkat drastis.

* Hasilnya? Konsumsi BBM melonjak drastis alias boncos, karena mesin dipaksa membakar bahan bakar lebih banyak demi mengimbangi beban tersebut.

2. Efek "Jantungan" pada Mesin: Oli Telat Naik

Mesin modern dirancang dengan celah komponen yang sangat sempit dan presisi. Oli yang terlalu kental akan kesulitan mengalir ke celah-celah mikro tersebut.
Ketika sirkulasi pelumas terhambat, bencana dimulai. Beberapa bagian mesin akan mengalami starvasi oli (kekurangan pelumasan).

Baca Juga: Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Tuah Stadion Azteca vs Kejutan La Tri

"Yang terjadi adalah munculnya titik panas (*hotspot*) di area tertentu. Komponen yang bergesekan tanpa pelumas ideal akan aus jauh lebih cepat dan memicu kerusakan fatal dalam jangka panjang," tegas Kode.

Iklim Indonesia yang tropis bukan alasan untuk menolak spesifikasi pabrikan. Para insinyur mobil telah memperhitungkan segala aspek—termasuk suhu lingkungan—saat menentukan viskositas oli terbaik untuk kendaraan Anda.

Tips untuk Pemilik Mobil Bekas:

* Ganti oli tepat waktu dengan spesifikasi yang sesuai buku manual.

* Jangan tergiur mitos oli kental untuk mobil berjarak tempuh tinggi jika pabrikan melarangnya.

* Rawat mesin dengan benar demi menjaga performa optimal sekaligus menghemat isi dompet Anda dari konsumsi BBM yang boros.

Sebab, mencegah kerusakan mesin jauh lebih murah daripada turun mesin!

Editor : Baskoro Septiadi
#Perawatan Mobil Matic #oli #bekas #mesin mobil #BBM