Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Insentif Rp 5 Juta untuk Motor Listrik Segera Meluncur, Makin Untung Mana: Motor Listrik atau Motor BBM?

Sulistiono • Selasa, 23 Juni 2026 | 10:35 WIB
Ilustrasi : Pengguna motor BBM menggunakan kendaraannya untuk mudik lebaran, dengan penumpang dan barang yang melebihi kapasitas. (Jawa Pos)
Ilustrasi : Pengguna motor BBM menggunakan kendaraannya untuk mudik lebaran, dengan penumpang dan barang yang melebihi kapasitas. (Jawa Pos)

RADARSEMARANG.ID - Rencana pemerintah memberikan insentif sebesar Rp 5 juta untuk pembelian motor listrik dipastikan bakal membuat persaingan dengan motor berbahan bakar minyak (BBM) semakin sengit.

Kebijakan tersebut tinggal selangkah lagi terealisasi setelah Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan menyelesaikan koordinasi terkait penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur skema insentif kendaraan listrik.

PMK tersebut dikabarkan telah ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan dijadwalkan mulai berlaku pada Juli 2026.

Jika benar diterapkan, insentif itu berpotensi mengubah peta persaingan industri roda dua nasional. Di tengah kenaikan biaya hidup dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, banyak calon pembeli kini dihadapkan pada pertanyaan penting: lebih menguntungkan motor listrik atau motor BBM?

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Insentif Motor Listrik Rp 5 Juta, PMK Terbit Juli 2026

Untuk menjawabnya, perlu melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis kendaraan.

Motor Listrik: Biaya Operasional Murah, Perawatan Ringan

Motor listrik semakin diminati karena menawarkan efisiensi biaya yang signifikan. Berbagai studi dan pengalaman pengguna menunjukkan biaya operasional motor listrik dapat 70 hingga 80 persen lebih hemat dibandingkan motor BBM.

Pengeluaran harian menjadi jauh lebih rendah karena biaya pengisian daya listrik lebih murah dibanding pembelian bahan bakar. Selain itu, pemilik motor listrik tidak perlu rutin mengganti oli mesin, busi, maupun filter udara karena konstruksi mesinnya lebih sederhana.

Dari sisi lingkungan, motor listrik juga unggul karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Pengalaman berkendara pun terasa lebih nyaman berkat akselerasi instan dan suara kendaraan yang nyaris tanpa kebisingan.

Namun, di balik berbagai keunggulan tersebut masih terdapat sejumlah tantangan. Salah satunya adalah waktu pengisian baterai yang membutuhkan beberapa jam hingga penuh.

Jarak tempuh juga masih menjadi pertimbangan bagi sebagian konsumen. Dalam sekali pengisian daya, rata-rata motor listrik mampu menempuh jarak sekitar 50 hingga 120 kilometer, tergantung kapasitas baterai dan kondisi penggunaan.

Selain itu, biaya penggantian baterai masih menjadi kekhawatiran utama. Meski usia pakainya dapat mencapai tiga hingga delapan tahun, harga baterai yang relatif mahal membuat sebagian masyarakat masih berpikir dua kali untuk beralih ke kendaraan listrik.

Baca Juga: 5 Tempat Wisata Hits di Jogja yang Paling Padat saat Libur Sekolah, Malioboro hingga Kaliurang Libas Antrean!

Motor BBM: Praktis dan Andal untuk Jarak Jauh

Di sisi lain, motor BBM masih menjadi pilihan utama mayoritas masyarakat Indonesia karena menawarkan kemudahan yang sudah terbukti selama puluhan tahun.

Pengisian bahan bakar hanya membutuhkan waktu beberapa menit, sementara jaringan SPBU tersedia hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini membuat pengguna tidak perlu khawatir kehabisan energi saat melakukan perjalanan jauh.

Motor BBM juga unggul untuk kebutuhan mobilitas tinggi maupun perjalanan antarkota. Pengendara dapat menempuh jarak ratusan kilometer tanpa harus memikirkan lokasi pengisian daya.

Pilihan model yang sangat beragam juga menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari motor bebek, skuter matik, hingga motor sport berperforma tinggi tersedia untuk berbagai segmen konsumen.

Meski demikian, motor BBM memiliki sejumlah kelemahan. Biaya operasional lebih tinggi karena bergantung pada harga bahan bakar yang cenderung fluktuatif.

Pemilik kendaraan juga harus rutin melakukan servis berkala, mengganti oli, busi, filter, serta berbagai komponen lain agar performa kendaraan tetap optimal.

Selain itu, emisi karbon dan polusi suara yang dihasilkan kendaraan berbahan bakar fosil semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya kampanye penggunaan transportasi ramah lingkungan.

Bagi masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di dalam kota dengan jarak tempuh relatif pendek, motor listrik dapat menjadi pilihan yang sangat ekonomis karena biaya operasional dan perawatannya jauh lebih rendah.

Sebaliknya, bagi pengguna yang sering bepergian jarak jauh, memiliki mobilitas tinggi, atau membutuhkan kendaraan yang fleksibel tanpa harus memikirkan pengisian daya, motor BBM masih menawarkan kepraktisan yang sulit ditandingi.

Hingga saat ini belum ada pemenang mutlak dalam persaingan motor listrik dan motor BBM. Keduanya memiliki keunggulan serta kekurangan masing-masing.

Dengan hadirnya insentif Rp 5 juta dari pemerintah, motor listrik memang semakin menarik untuk dilirik. Namun pada akhirnya, pilihan terbaik tetap ditentukan oleh kebutuhan, pola penggunaan, serta kemampuan finansial setiap konsumen. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#motor #motor listrik #BBM #Insentif