Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Masih Sering Beli Bensin Eceran? Ini Risiko Jika BBM Disimpan Terpapar Matahari

Deka Yusuf Afandi • Selasa, 9 Juni 2026 | 21:57 WIB
Jangan asal beli bensin eceran. Ahli menjelaskan risiko kualitas BBM menurun akibat penyimpanan di tempat terbuka dan terkena panas.
Jangan asal beli bensin eceran. Ahli menjelaskan risiko kualitas BBM menurun akibat penyimpanan di tempat terbuka dan terkena panas.

  

RADARSEMARANG.ID –  Masih banyak ditemui penjual BBM eceran di pinggir jalan yang menyimpan bensin dalam botol bening maupun jeriken transparan. Pemandangan seperti ini memang sudah lumrah di berbagai daerah di Indonesia, terutama di kawasan pedesaan hingga jalur wisata yang jauh dari SPBU.

Namun di balik kemudahannya bagi pengendara, ternyata ada risiko yang jarang disadari terkait kualitas bensin yang disimpan dengan cara kurang tepat.

Bensin yang diletakkan di dalam botol bening dan terpapar sinar matahari langsung ternyata bisa mengalami perubahan komposisi kimia. Dampaknya bukan hanya membuat kualitas bahan bakar menurun, tetapi juga berpotensi memengaruhi performa mesin kendaraan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Nanik S Deyang Resmi Menjadi Kepala BGN, Perjalanan Karier dan Tantangan Besar Program Makan Bergizi Gratis

Paparan panas matahari menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penurunan kualitas bahan bakar. Apalagi sebagian besar penjual BBM eceran menaruh bensin di luar ruangan tanpa perlindungan khusus. Kondisi tersebut membuat suhu bahan bakar meningkat dan mempercepat reaksi kimia di dalamnya.

Ahli Bahan Bakar dan Pembakaran Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yuswidjajanto Zaenuri, pernah menjelaskan bahwa panas matahari dan oksigen dari udara dapat mengubah spesifikasi fisika maupun kimia bahan bakar.

“Hal ini menjadikan spesifikasi fisika/kimia bahan bakar berubah,” ujar Tri Yuswidjajanto Zaenuri seperti dikutip dari MotorPlus-Online.com.

Menurutnya, salah satu perubahan yang bisa terjadi adalah terbentuknya gum atau endapan akibat reaksi senyawa tertentu di dalam bensin. Kondisi ini dapat memicu timbulnya kerak pada sistem bahan bakar kendaraan.

Baca Juga: PIP Juni 2026 Kembali Cair, Siswa SD sampai SMA Bisa Dapat Bantuan Pendidikan, Berikut Cara Cek Nama Penerima Secara Online

“Contoh senyawa olefin bisa saling bereaksi menjadi gum karena pengaruh oksigen dan panas,” jelas Tri.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan kandungan gum atau unwashed gum dapat meningkatkan risiko munculnya deposit di dalam mesin.

“Sehingga kandungan gum atau unwashed gum berubah dan berpotensi menimbulkan deposit atau kerak yang lebih banyak di dalam sistem suplai bahan bakar dan mesin,” lanjutnya.

Kerak atau deposit yang menumpuk di dalam mesin tentu bukan masalah sepele. Jika dibiarkan terus menerus, kondisi ini bisa memengaruhi kinerja kendaraan, terutama pada motor maupun mobil yang digunakan setiap hari. Penumpukan kerak biasanya terjadi di ruang bakar, injektor, saluran bahan bakar, hingga katup mesin.

Saat kerak mulai menebal, proses pembakaran bahan bakar menjadi tidak sempurna. Akibatnya tenaga mesin bisa terasa menurun, tarikan motor menjadi lebih berat, konsumsi BBM meningkat, hingga mesin lebih cepat panas. Dalam beberapa kasus, endapan kerak juga dapat menyebabkan suara mesin menjadi kasar.

Baca Juga: Banyak Guru Bingung SKTP Tak Kunjung Terbit Padahal Status Info GTK Sudah Valid, Ternyata Ini Alasannya

Masalah lain yang tidak kalah penting adalah kemungkinan turunnya nilai oktan bensin akibat penyimpanan yang tidak tepat. Oktan sendiri menjadi indikator penting untuk menentukan kualitas pembakaran di dalam mesin kendaraan modern.

Tri menjelaskan bahwa suhu panas dapat mempercepat penguapan senyawa ringan pada bensin. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut bisa membuat performa bahan bakar berubah.

“Ada kemungkinan oktannya juga turun karena panas meningkatkan laju penguapan,” katanya.

Meski begitu, ia menyebut penurunan kualitas tidak selalu terjadi secara drastis dalam waktu singkat. Semua tergantung pada durasi penyimpanan dan seberapa besar paparan panas yang diterima bahan bakar tersebut.

“Tapi tergantung lama penyimpanan dan intensitas paparannya (panas), kalau hanya sebentar oktan tidak akan banyak berkurang,” tambahnya.

Fenomena penyimpanan bensin di botol bening sebenarnya cukup berisiko bukan hanya dari sisi kualitas bahan bakar, tetapi juga faktor keamanan. Bensin merupakan cairan yang sangat mudah terbakar. Menempatkannya di lokasi terbuka dengan suhu tinggi dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama jika berada dekat sumber api maupun percikan listrik.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Sekeluarga Meninggal di Posong Temanggung, Aktivitas Barbeque Diduga Berkaitan dengan Penyebab Kematian

Selain itu, penggunaan wadah yang tidak sesuai standar juga berpotensi mempercepat penguapan bahan bakar. Banyak botol plastik biasa yang sebenarnya tidak dirancang untuk menyimpan bensin dalam waktu lama. Uap bensin bisa keluar perlahan dan mencemari udara di sekitar lokasi penyimpanan.

Bagi kendaraan modern yang sudah menggunakan teknologi injeksi dan sensor elektronik, kualitas bahan bakar menjadi faktor yang sangat penting. Mesin injeksi umumnya lebih sensitif terhadap kontaminasi maupun perubahan kualitas BBM dibanding motor karburator lawas.

Jika terlalu sering menggunakan bensin yang kualitasnya sudah menurun, komponen seperti fuel pump, injektor, hingga filter bahan bakar bisa lebih cepat kotor.

Dalam jangka panjang, biaya perawatan kendaraan pun berpotensi meningkat karena harus melakukan pembersihan atau penggantian komponen lebih cepat.

Tidak sedikit pengguna motor yang mengeluhkan performa kendaraan menurun tanpa menyadari bahwa salah satu penyebabnya bisa berasal dari kualitas bahan bakar yang digunakan sehari-hari. Karena itu, memilih tempat pengisian BBM yang tepat menjadi hal penting untuk menjaga kondisi mesin tetap optimal.

Baca Juga: Cek Fakta Pencairan BPNT Tahap 2 2026, KKS Bank Mandiri Angkatan Lama Dilaporkan Masih Belum Terisi Saldo Rp600 Ribu

Meski begitu, keberadaan penjual bensin eceran tetap dibutuhkan di sejumlah daerah, terutama wilayah terpencil yang akses SPBU masih terbatas. Oleh sebab itu, edukasi mengenai cara penyimpanan bahan bakar yang aman dan benar menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Penyimpanan bensin sebaiknya menggunakan wadah khusus yang dirancang tahan terhadap bahan bakar dan memiliki penutup rapat. Wadah juga idealnya disimpan di tempat teduh, tidak terkena sinar matahari langsung, serta memiliki sirkulasi udara yang baik.

Selain menjaga kualitas bensin, cara penyimpanan yang benar juga dapat mengurangi risiko kebakaran maupun pencemaran lingkungan akibat penguapan bahan bakar.

Tri pun menyarankan agar para penjual bensin eceran memiliki standar tersendiri dalam menyimpan bahan bakar yang mereka jual kepada masyarakat.

“Tentunya agar aman dan nyaman bagi penjual, pembeli dan juga masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Kesadaran soal kualitas bahan bakar memang masih sering dianggap sepele oleh sebagian pengguna kendaraan. Padahal kondisi BBM sangat berpengaruh terhadap performa mesin, efisiensi konsumsi bahan bakar, hingga usia komponen kendaraan itu sendiri.

Baca Juga: Pertalite Dibatasi untuk Mobil di Atas 1.400 CC Mulai 1 Juni 2026? Ini Penjelasan Pertamina

Karena itu, pengendara disarankan lebih selektif saat membeli bensin eceran, terutama jika melihat bahan bakar disimpan di tempat terbuka menggunakan botol transparan yang terkena panas matahari sepanjang hari.

Langkah sederhana seperti memilih BBM dengan penyimpanan lebih baik bisa membantu menjaga performa kendaraan tetap optimal dan mengurangi risiko kerusakan mesin di kemudian hari.

Di era kendaraan modern saat ini, kualitas bahan bakar menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kenyamanan berkendara. Mesin yang bersih, pembakaran sempurna, dan suplai bahan bakar optimal tentu akan membuat kendaraan lebih awet serta hemat biaya perawatan dalam jangka panjang.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
#penyimpanan bensin #bensin di botol bening #kualitas BBM #oktan bensin turun #bensin eceran