Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Opsen Pajak Turunkan Daya Beli Masyarakat, Industri Otomotif Minta Relaksasi

Khafifah Arini Putri • Jumat, 26 September 2025 | 01:56 WIB
Pameran GIIAS Semarang di Muladi Dome Undip.
Pameran GIIAS Semarang di Muladi Dome Undip.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kebijakan opsen pajak yang diterapkan di Jawa Tengah mulai berdampak pada industri otomotif.

Daya beli masyarakat melemah, penjualan mobil pun ikut menurun. Sejumlah dealer mencatat penurunan penjualan sejak kuartal kedua 2025.

Gabungan Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) bahkan sempat meminta pemerintah membatalkan penerapan opsen pajak kendaraan bermotor pada 2025. Sebab tambahan pungutan itu dapat membuat penjualan mobil makin berkurang.

Data GAIKINDO menunjukkan, penjualan kendaraan roda empat terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, penjualan mobil tercatat 1.005.802 unit, kemudian merosot pada 2024 menjadi 864.732 unit atau turun 13,4 persen.

Marketing and Communications General Manager PT Eurokars Motor Indonesia, Viya Arsawireja, mengakui kebijakan opsen pajak memberi dampak langsung pada penjualan kendaraan.

"(Opsen pajak) Berharap ada relaksasi ya penjualannya (agar) meningkat," ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan adnaya relaksasi penjualannya bisa meningkat. Sebab bisa memberikan kemudahan kepada konsumen melalui benefit yang dutawakan.

"Pasti akan ada impact ke bisnis juga secara otomatis. Kita berharap bisa ada sesuatu yang baik dari pemerintah. Sedikit banyak kita terpengaruh (opsen pajak). Karena kenaikannya kan cukup lumayan. (Mulai penurunan) Kuartal kedua 2025 tidak hanya di brand Mazda tapi brand lain pun mendapatkan impact," tegasnya.

Branch Manager Mazda Semarang, Widodo Wibisono, mengungkapkan penurunan penjualan mulai dirasakan pada kuartal kedua 2025. Penurunannya bahkan mencapai 20 persen.

“Kuartal kedua dan ketiga kita kena imbas. Tapi sekarang mulai rebound. Konsumen butuh waktu beradaptasi, sementara kami menyesuaikan target agar tetap bisa survive,” jelasnya.

Sementara Regional Sales Manager Wuling Motors, Angga, menyebut dampak opsen pajak tidak terlalu besar pada penjualan Wuling. Sebab pihaknya lebih fokus pada mobil listrik (EV).

“Ada penurunan sebentar di bulan April karena masa adaptasi, setelah itu normal kembali. Untuk model bensin mungkin terasa, tapi EV relatif aman,” ungkapnya. (kap)

Editor : Baskoro Septiadi
#opsen pajak #penjualan mobil #JAWA TENGAH #industri otomotif