RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pameran otomotif bergengsi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2025 resmi dibuka di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Selasa (24/9).
Peresmian dilakukan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi bersama Ketua Harian GAIKINDO Anton Kemal Tasli didampingi Rektor Undip Prof Suharnomo.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi penyelanggaraan GIIAS di Semarang. Menurutnya pameran otomotif ini mampu mendongkrak peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Jateng.
Selain itu juga dapat memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan perkembangan industri otomotif.
"Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan perkembangan otomotif tapi diharapkan ada transaksi dari masyarakat kita yang tentu akan mengembangkan terkait dengan pendapatan (PAD)," jelas Luthfi.
Menurutnya ketika PAD mengalami kenaikan, maka juga akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyakat. Sebab akan ada pula pengembangan infrastruktur.
"Selaras dengan perkembangan di wilayah kita terkait dengan infrastruktur jalan yang nanti akan kita gunakan untuk kendaraan-kendaraan yang ada di wilayah kita sehingga secara tidak langsung akan menambah perekonomian," bebernya.
Ketua Harian GAIKINDO Anton Kemal Tasli menilai Jawa Tengah memiliki potensi pasar otomotif yang terus tumbuh.
Data penjualan Januari–Mei 2025 menempatkan Jawa Tengah di posisi kelima nasional. Kontribusinya 5,2 persen dari total penjualan kendaraan di Indonesia.
"Melalui GIIAS Semarang, kami ingin memaksimalkan potensi tersebut dan mendorong kontribusi Jawa Tengah bagi industri otomotif nasional," katanya.
Kali ini GIIAS Semarang menghadirkan 18 merek kendaraan, terdiri dari 13 merek mobil dan 5 merek motor. Deretan mobil yang tampil antara lain BAIC, BYD, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC Aion, Honda, Mazda, Mitsubishi Motors, Suzuki, Toyota, Vinfast, dan Wuling.
Untuk roda dua hadir Benelli, Benda, Keeway, Morbidelli, dan Royal Enfield. Enam di antaranya merupakan merek baru, termasuk Vinfast dan deretan motor Benelli hingga Royal Enfield. Selain kendaraan utama, lebih dari 30 industri pendukung juga memamerkan produk dan teknologi otomotif terbaru.
Sementara Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Tri Mulyono menyampaikan akhir-akhir ini ada penurunan pasar terhadap penjualan mobil. Penyebabnya karena adanya opsen pajak dari pemerintah.Selain itu dampak isu global turut berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.
Menurutnya akhir 2024 nilai rupaih melemah. Ditambah ada konflik global sehingga membuat pasar tidak stabil. Dampak berlanjut ke kuartal I tahun 2025.
"Selain penurunan nilai rupiah juga ada krisi global, kondisi ini membuat ketidakstabilan. Karena itu daya beli kuartal I tahun 2025 menurun," ungkapnya.
Kepala Wilayah Astra Daihatsu Jateng, DIY, Bali dan Nusa Tenggara Budhy Lau berharap GIIAS Semarang ini mampu mendongkrak daya beli masyarakat. Pihaknya mengandalkan Rocky Hybrid yang dihadirkan pertama kali di Semarang.
GIIAS Semarang ini berlangsung selama lima hari. Mulai 24 - 28 September 2025. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi Auto360 dengan harga Rp15.000 saat weekday dan Rp25.000 ketika weekend.
Namun untuk pembelian di lokasi dibanderol Rp 20.000 saat weekday dan Rp 30.000 ketika weekend. Menariknya juga ada promo pre-sale buy 1 get 1 juga tersedia secara terbatas. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi