RADARSEMARANG.ID - Perubahan di sosial media tentang trend otomotif sepeda motor di kalangan anak muda Indonesia makin nampak baru-baru ini.
Dari sebelumnya yang kebanyakan berkiblat ke kultur motor kustom dengan subkultur gaya seperti Caferacer dan Chopper, kini mulai banyak yang beralih ke Dirtbike atau motor trail sebagai kendaraan tunggangan mereka.
Di aplikasi sosial media macam TikTok ataupun Instagram, subkultur baru ini telah lahir, meskipun masih banyak pula yang setia dengan gaya sebelumnya, namun narasi-narasi tentang subkultur baru ini mulai menyebar dengan masif.
Mereka menyebut diri mereka 'Barudak Los Santos' sebuah istilah yang merujuk kepada anak-anak muda yang mengikuti gaya berpakaian serta gaya otomotif ala Los Santos.
Los Santos sendiri merupakan sebuah kota fiksi yang berada di game Grand Theft Auto: San Andreas. Game yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat Amerika Serikat di era 90-an yang erat dengan gangster.
Dalam game ini, gambaran tentang gangster bermotor, spesifiknya menggunakan Dirtbike, berbeda dengan para geng motor di daerah East Coast (California) yang lebih identik dengan motor-motor besar seperti Chopper dan Harley Davidson.
Kemungkinan, rujukan tersebutlah yang mengilhami anak-anak muda pecinta otomotif di Indonesia melabeli diri mereka sebagai Barudak (anak) Los Santos.
Lewat video-video singkat di sosial media, para anak muda ini memperlihatkan perubahan genre otomotif ini menjadi lebih ala East American ketimbang sebelumnya yang berkiblat ke Inggris (Caferacer) atau West American (Chopper).
Pemakaian fashion yang mereka kenakan juga terkesan lebih sporty ketimbang style otomotif sebelumnya yang identik dengan jaket kulit ataupun pakaian dari bahan denim. Para Barudak Los Santos ini mengikuti gaya berpakaian dari street style ala bikers di Baltimore yang juga mengenakan pakaian serupa.
Mereka identik dikenali mengenakan balaclava (sejenis penutup muka) dan sarung tangan sporty untuk melindungi tangan dari gesekan handlegrip dari motor yang mereka gunakan. Untuk pakaian mereka lebih kasual (kebanyakan menggunakan hoodie) atau padupadan dari pakaian sehari-hari.
Di Amerika, subkultur ala Baltimore's Dirtbike ini juga populer dan banyak diikuti bahkan oleh anak-anak di kota ataupun negara bagian lainnya. Mereka berkumpul di jalanan dan kerap melakukan berbagai atraksi berbahaya diantara sesamanya.
Baca Juga: Motor Chopperland, Motor Kustom Jenis Chopper yang Bikin Joko Widodo Kepincut
Biasanya anak-anak muda ini menggunakan sepeda motor trail seperti Kawasaki KLX, Honda CRF150, Suzuki DR200S, Yamaha WR155, ATV dan berbagai jenis motor trail adventures lainnya.
Subkultur otomotif ini menjadi salah satu yang paling besar di daerah Amerika Serikat bagian timur, kota-kota lainnya seperti Miami dan Philadelphia turut mengikuti Baltimore dengan gaya bermotornya yang khas.
Menurut Baltimore Police Department, pertumbuhan subkultur ini juga membuat angka kriminalitas perdagangan jual beli motor ilegal dan pengendara dibawah umur makin naik juga presentasenya.
Kepolisian Baltimore menyayangkan banyaknya anak dibawah umur yang pada akhirnya membahayakan keselamatan warga lainnya ketika ugal-ugalan di jalan raya.
Menanggulangi hal tersebut, kepolisian membuat aturan terkait batas pengisian bahan bakar untuk motor dirtbike sesuai batas limit kota, mereka juga akan melakukan tindakan kepada anak dibawah umur ataupun orangtua mereka yang terlibat dalam aktivitas ini.
Source: TikTok, Baltimore Police Organisation
Editor : Baskoro Septiadi