Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Cara Membuat Kartu Barcode MyPertamina untuk Membeli BBM Bersubsidi Pertalite di SPBU

Falakhudin • Rabu, 18 Desember 2024 | 15:09 WIB
KARTU My Pertamina untuk membeli BBM di Pom Bensin
KARTU My Pertamina untuk membeli BBM di Pom Bensin

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Pada tahun ini, Pertamina mulai menerapkan sistem digitalisasi dalam penjualan bahan bakar, salah satunya untuk pembelian Pertalite. 

Pengguna kendaraan sekarang diharuskan mendaftarkan kendaraannya dan menggunakan barcode sebagai tanda telah terdaftar dan memenuhi syarat untuk membeli Pertalite.

Buat kamu yang belum tahu gimana cara buat barcode Pertamina, Jangan Khawatir.

 

Bagi masyarakat pengguna kendaraan akan diwajibkan untuk menggunakan barcode MyPertamina untuk membeli Pertalite. 

Pendaftaran kendaraan dan barcode tersebut bisa diakses melalui aplikasi MyPertamina. Bagaimana cara mendapatkannya? 

Bagi Anda yang kesulitan untuk membuat barcode Pertamina, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

 

1. Akses Website atau Aplikasi MyPertamina

Buka website MyPertamina melalui komputer atau ponsel Anda.

Perlu diketahui jika pada aplikasi MyPertamina tersedia di Google Play Store atau App Store.

Sebelumnya, Anda perlu registrasi akun dengan cara: 

- Pilih menu Daftar 

- Isi formulir data dengan benar 

Baca Juga: Kalender 2025: Bulan Puasa Sekolah Libur 1 bulan Benarkah? Cek Kalender Ramadan dan Kalender Pendidikan disini.

 

- Kode OTP akan dikirim untuk verifikasi akun

 

2. Pengisian Data Kendaraan 

Isi data kendaraan yang akan Anda daftarkan untuk pembelian Pertalite setelah berhasil login dengan cara berikut:

- Klik Daftar Kendaraan 

Baca Juga: Jadi Pendakwah, Aktris Tukang Bubur Naik Haji Menolak Filmnya diputar Kembali

 

- Kode OTP akan dikirim untuk verifikasi akun

- Isi informasi kendaraan Anda dengan benar 

- Unggah foto STNK sebagai bukti kepemilikan

 

3. Barcode MyPertamina 

Barcode MyPertamina adalah tanda kendaraan Anda sudah terdaftar pada sistem dan bisa digunakan untuk membeli Pertalite di SPBU. 

Baca Juga: Sambut 2025, Mobil Mewah jaGUar Perkenalkan Logo Barunya

 

 

Bagaimana cara membuatnya?

Ikuti langkah dibawah: 

- Masuk pada menu Transaksi di aplikasi MyPertamina

Baca Juga: Nama 5 Pimpinan KPK dan Dewas Terpilih Baru Periode 2024-2029

 

- Klik Scan Barcode 

- Simpan barcode yang telah di-generate tersebut di ponsel Anda 

 

4. Penggunaan Barcode MyPertamina 

Dengan memiliki barcode MyPertamina, Anda hanya perlu menunjukan barcode tersebut pada petugas SPBU ketika akan mengisi bahan bakar. 

Barcode MyPertamina akan dipindai petugas SPBU, dan Pertalite akan langsung diisi ke kendaraan Anda setelah proses pembayaran dilakukan. 

Baca Juga: Pendaftaran ASN PPPK Tahap 2 Tahun 2024 Sudah Dibuka, Begini Cara Daftar, Syarat Daftar, Jadwal Lengkapnya Cek di Sini.

 

Perlu diingat, satu barcode MyPertamina hanya berlaku untuk satu kendaraan saja.

Kendaraan yang bisa mendapatkan Pertalite pun hanya jenis kendaraan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi ini. 

 

Syarat dan Ketentuan

Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan untuk bisa mendaftar dan menggunakan barcode MyPertamina dalam pembelian Pertalite, di antaranya:

Kendaraan harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah untuk bisa menggunakan bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite.

 

Satu barcode hanya berlaku untuk satu kendaraan, jadi kalau kamu punya lebih dari satu kendaraan, masing-masing harus didaftarkan secara terpisah.

Pastikan juga kamu selalu memperbarui aplikasi MyPertamina ke versi terbaru agar fitur-fitur bisa digunakan dengan lancar.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa dengan mudah membuat barcode Pertamina untuk membeli Pertalite melalui aplikasi MyPertamina. 

Hal ini adalah langkah yang diambil oleh pemerintah untuk memastikan subsidi bahan bakar diberikan kepada yang berhak subsidi tepat sasaran, sekaligus mempermudah transaksi di SPBU. 

Baca Juga: Meriahkan Milad Ke-112 Muhammadiyah dengan 50 Ucapan, Sejarah, Tema, Tujuan, Gratis Downlod Logo Miladnya Disini

 

Mobil yang Boleh Mengisi Pertalite

Toyota Agya (1.197 cc, 1.198 cc)

Toyota Calya (1.197 cc)

Toyota Raize (998 cc, 1.198 cc)

Toyota Avanza 1.3 (1.329 cc)

 

Daihatsu Ayla (998 cc, 1.197 cc)

Daihatsu Sigra (998 cc, 1.197 cc)

Daihatsu Sirion (1.329 cc)

Daihatsu Rocky (998 cc, 1.198 cc)

Daihatsu Xenia 1.3 (1.329 cc)

Suzuki Ignis (1.197 cc)

Suzuki S-Presso (998 cc)

Honda Brio (1.199 cc)

 

Kia Picanto (1.248 cc)

Wuling Formo S (1.206 cc)

Nissan Kicks e-Power (1.198 cc)

Nissan Magnite (999 cc)

 

Peugeot 2008 (1.199 cc)

Volkswagen Polo (1.197 cc)

Volkswagen T-Cross (999 cc)

Renault Kiger (999 cc)

Renault Kwid (999 cc)

Renault Triber (999 cc)

 

Tata Ace EX2 (702 cc)

 

 

Mobil yang Tidak Boleh Mengisi Pertalite

Toyota Avanza 1,5 (1.497 cc)

Toyota Veloz (1.497 cc)

 

Toyota Rush (1.496 cc)

Toyota Yaris (1.496 cc)

Toyota Yaris Cross (1.496 cc)

Toyota Kijang Innova Zenix (1.987 cc)

Toyota Kijang Innova Reborn Gasoline (1.998 cc)

Toyota Voxy (2.000 cc)

 

Toyota Alphard (2.500 cc)

Daihatsu Xenia 1,5 (1.496 cc)

Daihatsu Terios (1.496 cc)

Daihatsu Luxio (1.495 cc)

 

Daihatsu Gran Max Blind Van 1.5 (1.500 cc)

Honda Mobilio (1.497 cc)

Honda WR-V (1.500 cc)

Honda BR-V (1.500 cc)

Honda HR-V (1.497 cc)

Honda City Hatchback (1.500 cc)

Honda City (1.497 cc)

 

Honda Civic (1.500 cc)

Suzuki XL7 Alpha Hybrid (1.462 cc)

Suzuki Ertiga (1.462 cc)

Suzuki Baleno Hatchback (1.490 cc)

 

Suzuki Grand Vitara Hybrid (1.462 cc)

Suzuki APV (1.462 cc)

Mitsubishi Xpander Cross (1.499 cc)

Mitsubishi XForce (1.499 cc)

Mitsubishi Eclipse Cross (1.499 cc)

Hyundai Creta (1.500 cc)

 

Hyundai Stargazer (1.500 cc)

Hyundai Stargazer X (1.500 cc)

Wuling Cortez (1.500 cc)

Wuling Alvez (1.500 cc)

Wuling Almaz (1.500 cc)

 

Chery Tiggo 7 (1.500 cc)

Chery Omoda 5 (1.500 cc)

Mazda3 (1.998 cc)

Mazda CX-5 (2.488 cc)

Kia Carens (1.497 cc)

MG HS (1.490 cc)

 

MG 5 GT (1.496 cc)

Nissan Serena e-Power (1.422 cc)

Mazda2 (1.498 cc)

Audi Q3 (1.395 cc)

Penyesuaian kebijakan untuk mobil tertentu.

Aturan baru ini akan menandai langkah besar pemerintah dalam membatasi penggunaan bahan bakar bersubsidi hanya untuk kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

 

Pemilik mobil dengan kapasitas mesin lebih besar dari 1.400 cc perlu mempersiapkan diri untuk beralih ke bahan bakar jenis lain, seperti Pertamax.

 

Hal ini juga sejalan dengan kebijakan pengurangan emisi karbon dan dorongan untuk menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan penggunaan subsidi energi dan memastikan hanya masyarakat yang benar-benar membutuhkan yang akan merasakan manfaat dari BBM bersubsidi.

 

Bagi yang terkena dampak pembatasan ini, langkah awal adalah menyesuaikan diri dengan aturan baru dan mencari alternatif bahan bakar yang lebih sesuai dengan kendaraan mereka.

Ayo segera daftar dan gunakan barcode MyPertamina agar mendapatkan Pertalite. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pembelian Pertalite #bbm bersubsidi #Mobil yang Boleh Mengisi Pertalite #app store #scan barcode #Mobil yang Tidak Boleh Mengisi Pertalite #barcode MyPertamina #subsidi tepat sasaran #google play store #cara buat barcode Pertamina #aplikasi mypertamina