Oleh: Maria Catharina Laras Dessyanawaty, SE., MBA., MA
Alumni Mahasiswa Program Studi Manajemen, Soegijapranata Catholic University (SCU)
RADARSEMARANG.ID - Maria Catharina Laras Dessyanawaty, SE., MBA., MA, atau yang biasa disapa Laras, adalah alumni Soegijapranata Catholic University (SCU), jurusan Manajemen angkatan 2014 dan lulus tahun 2017.
Saat ini, Laras bekerja sebagai Assistant Manager, Business Development di Blockchain Security Taiwan dan telah berdomisili di Taipei selama lebih dari tujuh tahun setelah menyelesaikan beasiswa Triple Degree Global MBA di Taiwan, Meksiko, dan Austria.
Laras lahir di Kota Semarang, namun karena pekerjaan orang tua, ia sempat berpindah-pindah dan tinggal di berbagai kota seperti Kendari (Sulawesi Tenggara), Jakarta, dan Solo, hingga akhirnya kembali ke Semarang untuk menempuh pendidikan SMA di SMA Kolese Loyola.
Sejak sekolah, Laras sangat gemar mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti English Storytelling, Choir, Pramuka, dan Paskibraka, hingga dipercaya menjadi Ketua OSIS SMP Regina Pacis Ursulin Solo pada tahun 2010. Saat SMA, juga menjadi salah satu siswi yang mengikuti program pertukaran pelajar ke St. Ignatius College, Adelaide, South Australia pada tahun 2012.
Pada awalnya, Laras bercita-cita menjadi pilot atau dokter. Namun setelah berusaha dan mengalami kegagalan, orang tua menyarankan untuk melanjutkan studi di Soegijapranata Catholic University jurusan Manajemen pada tahun 2014.
Dari titik tersebut, ia pun membuat cita-cita baru dan berjanji pada dirinya sendiri untuk memberikan yang terbaik selama S1 di SCU, agar kelak dapat melanjutkan S2 dengan beasiswa ke luar negeri.
Bagai gayung bersambut, dengan sistem pendidikan yang baik dan dosen yang mumpuni di SCU, Laras mendapatkan banyak kesempatan untuk menggali potensi dirinya. Ia dipercaya mewakili jurusan Manajemen SCU dalam program JENESYS (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth) 2016 bidang Ekonomi oleh Kementerian Luar Negeri Jepang, bersama mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia seperti UI dan UGM.
Dalam program ini, Laras juga berkesempatan untuk memaparkan materi dan proyek akhir selama kegiatan di Tokyo, Nagoya, dan Osaka, Jepang.
Selain itu, Laras juga meraih Juara 1 Economics and Business Ambassador (EBA) 2016, serta dipercaya menjadi Project Manager bersama para finalis EBA untuk menjalankan proyek perdana FGC (FEB Goes to Cebu), yaitu program pertukaran pelajar mahasiswa FEB SCU ke University of San Carlos (USC), Cebu, Filipina, yang diikuti oleh hampir 30 mahasiswa FEB SCU di tahun 2017.
Selain berbagai program pertukaran pelajar yang telah diikuti sejak SMA, Laras juga aktif dalam berbagai lomba dan organisasi, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa FEB, serta menjadi Host Family bersama AIESEC Undip (kini AIESEC Semarang) untuk memfasilitasi pelajar internasional dari Korea Selatan, Mesir, dan Republik Ceko dalam proyek di bidang Pendidikan dan Ekonomi yang berfokus pada SDGs (Sustainable Development Goals) PBB.
Berbagai pengalaman tersebut membawa Laras pada pengembangan potensi dirinya. Tanpa disangka, seorang lulusan IPA mampu meraih IP 4,00 pada Semester 1 dan Semester 2. Mata kuliah Riset dan Marketing menjadi favorit Laras karena memberikan ruang untuk mengasah kemampuan menulis serta hobi membaca.
Pada Desember 2017, Laras lulus sebagai Sarjana Ekonomi dengan konsentrasi Kewirausahaan, meraih IPK 3,77, predikat cum laude, serta memperoleh dua penghargaan, yaitu Mahasiswa Lulusan Terbaik dan Mahasiswa Berprestasi SCU 2017.
Setiap percobaan, baik yang berhasil maupun yang gagal, merupakan pelajaran berharga yang membentuk diri. Setelah menyelesaikan S1, Laras mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke jenjang S2. Berkat dukungan dan rekomendasi dari Bapak dan Ibu Dosen SCU, Laras berhasil memperoleh beasiswa Triple Degree Global MBA, yang membawanya menempuh pendidikan di Providence University Taichung Taiwan, CETYS Universidad México, dan University of Applied Science of Upper Austria.
Pengalaman belajar di tiga benua dengan latar budaya dan sistem pendidikan yang berbeda semakin memperluas wawasan global Laras, serta mengasah kemampuan adaptasi, riset, dan komunikasi lintas budaya. Menyelesaikan S2 bukanlah akhir, melainkan awal dari kehidupan baru dalam meniti karier.
Setelah pandemi Covid-19, tentu bukan hal yang mudah bagi Laras. Dari sekian banyak rekan sekelas program Triple Degree, Laras menjadi satu-satunya yang memutuskan untuk tetap tinggal di Taiwan. Tak lain dan tak bukan karena Laras merasa bahwa kesempatan beasiswa hingga belajar di tiga benua akan sangat disayangkan apabila harus pulang dengan tangan hampa. Dengan tekad tersebut, Laras memilih untuk membangun karier di ibu kota Taiwan, Taipei.
Setelah melalui ratusan lamaran kerja dan puluhan wawancara, Laras akhirnya diterima bekerja di sebuah perusahaan Amerika di bidang keuangan. Beberapa tahun kemudian, Laras kembali menantang dirinya untuk berpindah ke bidang teknologi. Berbekal kemampuan riset yang telah diasah sejak masa kuliah, Laras mendapatkan proyek riset di bidang blockchain, yang kemudian membawanya hingga kini menjabat sebagai Assistant Manager, Business Development di Blockchain Security Taiwan, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang cybersecurity.
Dalam perannya saat ini, Laras bertugas membawa teknologi Taiwan untuk ekspansi global. Berkat kemampuannya dalam riset dan presentasi, Laras juga dipercaya menjadi pembicara di berbagai negara untuk memberikan pelatihan kepada kepolisian dan aparat penegak hukum di Amerika Serikat, India, Singapura, Taiwan, dan negara lainnya.
Selain berkarir secara profesional, Laras juga aktif berkontribusi bagi komunitas Indonesia di luar negeri dengan menjabat sebagai Wakil Ketua I Network & Development IDN (Indonesian Diaspora Network) Taiwan, sebuah organisasi nirlaba yang memfasilitasi diaspora pelajar, pekerja profesional, dan PMI di Taiwan.
Berawal dari mimpi yang tumbuh sejak lebih dari sebelas tahun lalu, siapa sangka Laras yang juga memiliki hobi memasak dan menjadi pembawa acara atau EO kini telah menjelajahi lebih dari 20 negara melalui bakat dan kerja kerasnya.
Ad Maiora Natus Sum; Laras percaya bahwa setiap insan terlahir untuk hal-hal besar. Melalui proses kehidupan dan pembelajaran yang panjang, Laras berharap perjalanannya dapat memberi dampak dan menginspirasi adik-adik kelas untuk turut berjuang demi masa depan.
Editor : Baskoro Septiadi