Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menimbang Penggunaan Tik Tok sebagai Media Pembelajaran Seni Tari, Apakah Positif atau Negatif?

Tasropi • Senin, 2 Oktober 2023 | 01:38 WIB
Aqila Zahra Latifa, Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd. Mahasiswa S1 PGSD, Dosen FIPP Universitas Negeri Semarang
Aqila Zahra Latifa, Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd. Mahasiswa S1 PGSD, Dosen FIPP Universitas Negeri Semarang

RADARSEMARANG.ID, Seni merupakan suatu karya yang memiliki nilai keindahan, nilai guna dan juga sebagai wadah dalam memberikan pesan.

Pesan yang disampaikan dapat berupa larangan atau nasehat. Seni tari merupakan salah satu karya seni yang mempunyai pesan tersirat dalam menyampaikan pesan.

Pesan yang disampaikan dikemas dalam bentuk gerakan atau ekspresi. Gerakan tersebut mempunyai makna beragam sesuai dengan pesan yang akan disampaikan.

Dalam kurikulum merdeka, seni tari merupakan pembelajaran pada mata pelajaran seni dan budaya.

Manfaat pembelajaran seni tari dalam pembelajaran sebagai pembentukan mental agar peserta didik menjadi lebih kreatif, kritis, berani dan terampil.

Seni tari pun sesuai dengan pelaksanaan kurikulum merdeka dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai upaya dalam mendorong karakter peserta didik.

Berbagai upaya guru dalam melaksanakan pembelajaran seni tari. Upaya-upaya tersebut dapat berupa model pembelajaran yang diberikan, pembuatan proyek dan juga pemanfaatan teknologi dan media sosial.

Salah satu upaya guru dalam melaksanakan pembelajaran seni tari adalah dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai media pembelajaran.

Pemanfaatan media sosial didasari dengan banyaknya peserta didik yang merupakan pengguna sosial media aktif.

Selain itu juga media sosial sangat digandrungi oleh berbagai kalangan, baik usia muda maupun tua.

Salah satu media sosial yang sedang ramai dan diganduring adalah Tik Tok. Dilansir dari Databoks, 24 Mei 2023, dari laporan We Are Social aplikasi Tik Tok memiliki 1,09 miliar pengguna di seluruh dunia per April 2023.

Pengguna Tik-Tok di Indonesia menempati urutan kedua sebagai pengguna paling terbanyak, yaitu dengan jumlah 112,97 juta pengguna. Pengguna terbanyak nomer satu berasal dari Amerika Serikat dengan jumlah 116,49 juta pengguna.

Mengapa Tik Tok Menjadi Media Pembelajaran Seni Tari?

Media sosial yang menjadi media pembelajaran merupakan inovasi yang dapat menarik minat dan perhatian siswa, sehingga siswa lebih teliti dalam menyimak materi yang disampaikan melalui media pembelajaran tersebut.

Pemanfaatan aplikasi Tik Tok sebagai media pembelajaran dikarenakan aplikasi Tik Tok dapat membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Terlebih lagi pada saat pandemi Covid 19.

Kehadiran Tik Tok dengan berbagai fitur-fitur yang menarik dan berbeda dari sosial media lainnya membuat kehadirannya dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.

Fitur-fitur sangat mudah digunakan dan sangat menguntungkan, karena tidak perlu menggunakan berbagai aplikasi tambahan dalam membuat satu konten tari.

Salah satu konten yang populer dikalangan masyarakat yaitu dance challenge. Dance Challenge menjadi salah satu yang dapat mendorong dan mempengaruhi minat peserta didik dalam pembelajaran seni tari.

Tik Tok dipilih sebagai media yang dapat digunakan para guru dalam melakukan proses pembelajaran karena para peserta didik akan tergugah untuk mencari konten-konten tari yang diupload oleh para konten kreator.

Tik Tok juga memudahkan peserta didik dalam menemukan konten-konten tari dan pembelajaran lainya yang bersifat edukasi.

Aplikasi Tik Tok juga membantu agar pembelajaran seni tari tidak dibatasi waktu dan tempat.

Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran Seni Tari, Menumbuhkan Sikap Negatif Atau Positif?

Penggunaan Tik Tok sebagai media pembelajaran seni tari dapat menimbulkan sikap positif maupun sikap negatif pada anak.

Tik Tok sendiri merupakan platform media yang mempunyai berbagai macam informasi dan mempunyai banyak konten yang bisa kita jangkau hanya dengan sekali klik.

Kemudahan dalam menjangkau informasi atau konten tersebut berperan besar dengan ketidak kontrolan menjangkau konten yang bersifat tidak edukatif.

Konten-konten yang bersifat tidak edukatif tersebut dengan mudah kita temukan bahkan muncul dengan sendirinya.

Penggunan Tik Tok sebagai media pembelajaran juga dapat mendistraksi peserta didik, dimana peserta didik tidak fokus pada pembelajaran namun fokus terhadap hal lain.

Dilansir dari databoks, 20 Juni 2022, laporan Business of Apps, sampai 2021 pengguna TikTok di seluruh dunia didominasi oleh kelompok usia 20-29 tahun, dengan proporsi mencapai 35%.

Kemudian pengguna dari kelompok usia 10-19 tahun berada di urutan kedua dengan proporsi 28% secara global.

Dari data tersebut dapat kita ketahui bahwa masih banyak anak-anak dan pra-remaja yang menggunakan aplikasi Tik Tok.

Aplikasi Tik Tok sendiri mempunyai usia minimum untuk para penggunanya, yaitu 13 tahun.

Penggunaan Tik Tok sebagai media pembelajaran, khususnya pada anak sekolah dasar perlu diawasi dan dibimbing. Pengawasan tersebut dapat dilakukan guru maupun orang tua siswa.

Pengawasan tersebut penting agar menyaring video yang pantas dan tidak pantas untuk ditonton anak-anak.

Penyaringan video pada beberapa konten di Tik Tok agar anak tidak melihat atau meniru hal-hal yang berbau negatif seperti kekerasan dan konten berbau dewasa.

Namun kenyataanya orang dewasa tidak terus menerus bisa mengawasi dan mengontrol anak-anak saat menggunakan media sosial, maka dari itu, anak perlu diarahkan terhadap penggunaan media sosial agar anak dapat secara bijak dan bertanggung jawab menggunakan media sosial.

Media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Tik Tok juga dapat menumbuhkan sikap positif bagi anak. Aplikasi Tik Tok bermanfaat untuk menstimulasi kreativitas pada anak.

Kreativitas muncul dalam diri anak karena terdorong untuk membuat konten. Sikap positif pada pemanfaatan Tik Tok sebagai media pembelajaran adalah anak dapat meningkatkan dan melatih kepercayaan dirinya.

Disisi lain anak juga dapat meningkatkan keterampilan dan kecakapan serta melatih skill berkomunikasi yang baik.

Pada perspektif guru, media pembelajaran menggunakan aplikasi Tik Tok dapat meningkatkan kemampuan kompetensi guru, salah satunya kemampuan pedagogik guru.

Maka dari itu, Tik Tok layak dijadikan media pembelajaran seni tari, namun pada pembelajaran harus dibimbing dan diawasi agar anak secara bijak dan bertanggung jawab menggunakan aplikasi Tik Tok. (tas)

Oleh : Aqila Zahra Latifa. (Mahasiswa S1 PGSD) dan Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd.(Dosen FIPP Universitas Negeri Semarang)

Editor : Agus AP
#Universitas Negeri Semarang #Seni Tari #Eka Titi Andaryani #Aqila Zahra Latifa #Kurikulum Merdeka #media sosial #tik tok #Media Pembelajaran