Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Penggunaan Smartphone Bagi Remaja: Membuat Hidup Semakin Mudah atau Menjauhkan yang Dekat?

Tasropi • Jumat, 29 September 2023 | 23:12 WIB
Arina Nur Salsabila (Mahasiswa PGSD Semester 3 Universitas Negeri Semarang) dan Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd.( Dosen PGSD FIPP,Universitas Negeri Semarang)
Arina Nur Salsabila (Mahasiswa PGSD Semester 3 Universitas Negeri Semarang) dan Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd.( Dosen PGSD FIPP,Universitas Negeri Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Penggunaan smartphone bagi remaja merupakan topik yang menarik untuk dibahas.

Ada pihak berpendapat bahwa  smartphone membuat hidup semakin mudah, tetapi ada juga yang beranggapan bahwa smartphone menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Apakah benar pendapat diatas? Mari kita simak pembahasannya bersama-sama sampai bawah.

Gadget smartphone dapat membantu remaja dalam mencari informasi lewat internet, berkomunikasi dengan teman dan keluarga yang jauh, bisa juga untuk eksis di media sosial.

Namun, penggunaan gadget smartphone juga dapat mengganggu konsentrasi belajar karena selalu memikirkan gadget terus-menerus.

Selain itu, kecanduan gadget dapat berdampak pada kesehatan dan membuat aktivitas fisik menurun.

Oleh karena itu, perlu ada pengaturan yang tegas dalam penggunaan gadget smartphone bagi remaja agar mereka dapat menggunakan gadget secara bijak dan seimbang.

Handphone pertama kali ditemukan pada tahun 1973 oleh seorang veteran asal Amerika Serikat yaitu Martin Marty Cooper atau biasa dikenal dengan Martin Cooper.

Sedangkan pada Tahun 1997, Philips memperkenalkan upaya awal “Ponsel pintar” digital atau smartphone.

Smartphone tidak hanya digunakan untuk mencari informasi lewat internet saja, tetapi bisa juga untuk bermain game, mendengarkan musik, menonton film dan lain sebagainya.

Saking banyaknya fungsi dari smartphone tersebut membuat para remaja kecanduan terhadap smartphone yang dapat berpengaruh pada kehidupannya.

Tentu kita semua tahu bahwa segala sesuatu pasti ada dampak positif maupun dampak negatifnya begitupun dengan smartphone.

Dampak positif smartphone bagi kehidupan remaja antara lain:

1. Mudahnya berkomunikasi dengan teman maupun keluarga

2. Mudah mencari informasi dari berbagai belahan dunia, menambah wawasan, menambah teman melalui media sosial yang memungkinkan untuk berteman dengan berbagai orang didunia.

3. Mempermudah mengambil gambar atau foto untuk bahan belajar.

4. Menjadi media hiburan seperti mendengarkan musik atau main game.

5. Menjadi alat bantu untuk mencari penghasilan.

Zaman sekarang ada yang namanya aplikasi tiktok, instagram, facebook dan aplikasi lainnya yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk mencari penghasilan, tergantung cara kita menyikapi kemajuan teknologi yang ada sehingga bisa dijadikan hal positif.

Adapun dampak negatif dari smartphone bagi kehidupan remaja, antara lain:

1. Mengganggu konsentrasi belajar karena selalu memikirkan smartphone sehingga tidak fokus saat belajar disekolah maupun dirumah.

2. Mengurangi interaksi secara langsung dengan teman maupun keluarga, karena smartphone mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

3. Menambah anggaran pengeluaran karena uang jajan dibagi untuk membeli pulsa atau kuota internet.

4. Membuat remaja menjadi malas melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga maupun melakukan pekerjaan dirumah misalnya mencuci piring dan menyapu.

5. Membentuk sifat hedon pada remaja.

6. Berbahaya bagi kesehatan tubuh, karena dapat merusak mata seperti miopia atau rabun jauh, merusak tulang belakang karena kurang gerak, mengganggu perkembangan, dan gangguan pendengaran karena sering menggunakan headseat.

7. Gangguan kebutuhan tidur atau insomnia karena begadang untuk bermain game atau yang lainnya.

8. Bahkan bisa menyebabkan kanker radiasi yang ditimbulkan dari smartphone yang dapat juga menyebabkan sakit kepala, kerusakan otak, dan lain-lain.

Saya mempunya satu kasus mengenai pembahasan diatas,  kebetulan saya mempunya seorang adik perempuan, dia duduk dibangku smp kelas 2, awal mulanya kedua orang tua saya tidak mengizinkan terlebih dahulu untuk dikasih smartphone.

Akan tetapi karena memang ada faktor yang mengharuskan dia mempunya smartphone apalagi dia sudah duduk di kelas 2 smp, sehingga kedua orang tua saya membelikan smartphone tersebut.

Awal mulanya hp itu digunakan seperti semestinya, hanya untuk kebutuhan saja, tetapi lama kelamaan adik saya jadi lebih sering mengurung dikamar dan main handphone atau smartphone itu dibanding interaksi langsung dengan orang rumah atau bahkan orang-orang disekitarnya.

Sampai-sampai suatu hari ibu saya muak karena adik saya tersebut lebih sering mengurung diri di kamar, jadi malas membantu orang tua dan mengerjakan tugas, sehingga handphone tersebut ibu saya sita, tetapi adik saya nangis dan mengamuk tidak jelas.

Lantas karena hal tersebut saya sebagai kakak harus menasihatinya, karena apabila dibiarkan seperti itu, akan berdampak buruk bagi dia untuk kehidupan kedepannya.

Jadi kesimpulannya, smartphone adalah bentuk teknologi yang diciptakan untuk memudahkan komunikasi dengan orang lain, mencari wawasan yang luas, yang seiring dengan perkembangan zaman.

Fungsi smartphone semakin bertambah seperti adanya kamera, bermacam-macam aplikasi seperti sosial media, kalkulator dan lain-lain.

Smartphone memiliki dampak positif dan negatif bagi kehidupan remaja, tetapi dampak negatif tersebut lebih dominan dibanding dampak positifnya jika dilihat dari segi finansial, sosial maupun kesehatan remaja. Intinya semua tergantung dari cara kita menyikapinya seperti apa.

Juga tak luput dari peran orang tua dalam mengontrol penggunaan gadget pada remaja. Penting sekali kita sebagai remaja untuk menggunakannya secara bijak dan tidak berlebihan.

Oleh :
Arina Nur Salsabila. (Mahasiswa PGSD Semester 3 Universitas Negeri Semarang)
Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd.(Dosen PGSD FIPP Universitas Negeri Semarang)

Editor : Agus AP
#kemajuan teknologi #Eka Titi Andaryani #handphone #smartphone #Arina Nur Salsabila #aplikasi tiktok