Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

IPM Kebumen Naik Kelas

Agus AP • Senin, 10 Januari 2022 | 18:17 WIB
Septiawan Nur Hidayat, SST
Septiawan Nur Hidayat, SST
RADARSEMARANG.ID, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah suatu ukuran yang menggambarkan capaian pembangunan secara komprehensif. IPM tidak hanya memandang keberhasilan secara ekonomi, tetapi mengukur capaian pembangunan dari komponen dasar kualitas hidup. IPM disusun atas tiga dimensi. Yakni umur panjang dan sehat, pengetahuan, serta pemenuhan kehidupan layak.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kebumen tahun 2021 sebesar 70,05. Meningkat 0, 24 poin dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini kali pertama Kebumen naik kelas menjadi kabupaten dengan status pembangunan manusia kategori tinggi. Tentu kita patut bergembira dengan pencapaian tersebut. Tapi satu sisi, kita tidak boleh terlena dan merasa cukup.

Meskipun telah naik kelas, hingga saat ini IPM Kebumen masih berada di bawah IPM Jawa Tengah yakni sebesar 72,16. Menempati peringkat ke 4 di daerah Karesidenan Kedu. Kabupaten Purworejo yang merupakan tetangga terdekat telah mencapai status pembangunan kategori tinggi sejak 2014.

Peningkatan angka IPM disebabkan kenaikan rata-rata ukur angka ketiga dimensi penyusun. Pertama, dimensi umur panjang dan hidup sehat diwakili dengan indikator umur harapan hidup saat lahir. Indikator ini meningkat 0,15 poin dari 73,40 menjadi 73,55 pada tahun ini. Angka tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir tahun 2021 memiliki harapan hidup sampai 73, 55 tahun.

Kedua, dimensi pengetahuan yang menggambarkan kemampuan masyarakat dalam mengakses pendidikan. Dimensi ini diwakili indikator rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang meningkat 0,01 tahun menjadi 7,55. Selain itu, dimensi pendidikan dibentuk juga dengan indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) yang mengalami peningkatan menjadi 13,35 tahun pada tahun ini. Indikator ini meningkat 0,01 tahun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 13,34 tahun. Penduduk Kebumen usia 25 tahun ke atas rata-rata telah menempuh pendidikan selama 7, 55 tahun atau setara dengan pendidikan menengah kelas VIII. Sementara anak-anak usia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13, 35 tahun, atau setara dengan Pendidikan Diploma I.

Ketiga, dimensi pemenuhan standar hidup layak diwakili dengan indikator pengeluaran riil per kapita. Besarnya pengeluaran per kapita menjadi tolak ukur tingkat kesejahteraan penduduk. Dengan kata lain semakin besar pengeluaran semakin banyak kebutuhan yang dipenuhi. Sehingga kualitas hidup lebih baik dapat diperoleh. Tahun ini, indikator tersebut mengalami peningkatan dari 8, 901 juta rupiah menjadi 9, 028 juta rupiah per tahun. Dari semua indikator penyusun IPM, indikator pemenuhan standar hidup layak di Kabupaten Kebumen cukup rendah. Peringkat kedua terbawah dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Setiap daerah memiliki strategi pembangunan manusia masing-masing. Begitu pula pemerintah Kabupaten Kebumen. Terlebih, jika berkaca pada kondisi tahun sebelumnya, BPS mencatat Kabupaten Kebumen merupakan Kabupaten dengan persentase penduduk miskin terbesar di Jawa Tengah. Yakni sebesar 17,59 persen atau sebanyak 211,09 ribu jiwa.
Pembangunan manusia bukan hal mudah. Kemiskinan tidak dapat diselesaikan singkat. Tetapi, menghadapi keduanya tentu diperlukan langkah prioritas. Sehingga kebijakan dapat terarah. Pembangunan manusia di Kebumen dapat dimulai dari lingkup penduduk miskin sebagai prioritas dalam berbagai dimensi.

Dari segi dimensi kesehatan atau umur panjang dan sehat, pemerintah dapat lebih fokus meningkatkan pelayanan kesehatan penduduk miskin. Memastikan keberlangsungan program KIS atau program serupa telah berjalan. Memberikan kemudahan syarat penerima program, serta menertibkan pelaksana program. Dari segi dimensi pendidikan atau pengetahuan, pemerintah dapat memprioritaskan penduduk miskin untuk dapat menikmati pendidikan. Pendidikan merupakan modal dasar pembangunan manusia.

Dari segi dimensi pemenuhan kehidupan layak, pemerintah dapat melakukan pembinaan atau pelatihan kerja untuk penduduk miskin. Dengan keterampilan, penduduk miskin dapat lebih berdaya, memiliki pendapatan baik.
Fokus pembangunan manusia yang tertuju penduduk miskin melalui berbagai dimensi, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembangunan manusia pada penduduk miskin. Selanjutnya, peningkatan kualitas standar hidup penduduk miskin akan meningkatkan pembangunan manusia secara keseluruhan di Kabupaten Kebumen. (pr1/fth)


Statistisi BPS Kab. Kebumen Editor : Agus AP
#naik kelas #Septiawan Nur Hidayat #IPM Kebumen #Statistisi BPS