Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Pasokan BBM Dipertanyakan

Sulistiono • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:35 WIB
Antrean di SPBU menjadi pemandangan belakangan ini, seperti di Bali,Kalimantan, Sumatera dan daerah lainnya. (ist)
Antrean di SPBU menjadi pemandangan belakangan ini, seperti di Bali,Kalimantan, Sumatera dan daerah lainnya. (ist)

 

RADARSEMARANG.ID - Antrean kendaraan di sejumlah SPBU membuat masyarakat bertanya-tanya mengenai ketersediaan Pertalite. 

Namun, kondisi di lapangan perlu dibedakan dari stok BBM secara nasional. Pemerintah menyatakan stok BBM Indonesia masih aman, sementara distribusi ke sejumlah wilayah menjadi perhatian utama pada Oktober 2026.

Meski demikian, pemerintah menyatakan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada menyebut ketahanan stok BBM nasional berada pada kisaran 16–18 hari.

"Stok BBM kita cukup untuk 16 sampai 18 hari kedepan, jadi masih cukup aman"kata Bahlil.

Baca Juga: Stok Pertalite 16–18 Hari, Ini Penjelasan Pemerintah soal Kondisi BBM Nasional

Pemerintah juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi agar pasokan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, termasuk daerah yang bergantung pada pengiriman melalui jalur laut. 

Stok nasional aman, distribusi menjadi perhatian

Menurut keterangan Kementerian ESDM, persoalan yang sedang ditangani bukan semata-mata ketersediaan BBM atau operasional kilang, melainkan kendala pada jalur pengiriman.

Bahlil meminta Pertamina menambah armada kapal pengangkut BBM, terutama untuk mendukung distribusi dari Jawa Timur menuju Bali dan wilayah lain yang mengandalkan jalur laut.

Langkah ini diperlukan agar ketersediaan BBM di terminal penyimpanan dapat diteruskan ke SPBU sesuai kebutuhan masyarakat.

Karena itu, laporan kekosongan BBM di SPBU tertentu tidak serta-merta berarti seluruh Indonesia mengalami kelangkaan BBM.

Kondisi stok nasional dan ketersediaan produk di setiap SPBU merupakan dua hal yang perlu dipahami secara terpisah. >

Mengapa stok Pertalite menjadi sorotan?

Bahlil menjelaskan ketahanan stok Pertalite atau BBM RON 90 mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya yang berada di atas 20 hari.

Salah satu faktor yang disebut pemerintah adalah pergeseran konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke Pertalite. Perbedaan harga membuat sebagian konsumen beralih ke BBM bersubsidi tersebut.

Pemerintah memperkirakan ketahanan stok Pertalite dapat kembali mendekati 20 hari dalam waktu sekitar satu pekan. Angka tersebut merupakan perkiraan pemulihan, sehingga perkembangan realisasinya tetap perlu dipantau. 

Baca Juga: Bocah Terperosok Sumur di Pabelan, Damkar Salatiga Ikut Evakuasi

Pertamina menambah pasokan Pertalite di Bali

Bali menjadi salah satu wilayah yang mengalami gangguan pasokan di sejumlah SPBU. Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga meningkatkan penyaluran BBM dan mendatangkan tambahan pasokan melalui jalur laut.

Berdasarkan keterangan Pertamina yang diberitakan pada 16 Oktober 2026, sebanyak 20 juta liter Pertalite tiba di Bali pada hari tersebut. Pasokan itu terdiri atas 16 juta liter untuk Terminal Manggis dan 4 juta liter untuk Terminal Sanggaran.

Pertamina juga menargetkan stok Pertalite di kedua terminal tersebut mencapai 48 juta liter pada 17 Oktober 2026.

Jumlah tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan selama 14–15 hari, berdasarkan perhitungan perusahaan. 

Penambahan pasokan dilakukan setelah penyaluran Pertalite di Bali meningkat menjadi sekitar 3 juta liter per hari pada 13–15 Oktober, dibandingkan konsumsi normal sekitar 2,2 juta liter per hari.

Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pasokan sedang dilakukan untuk mengatasi kebutuhan yang belum terpenuhi di sejumlah SPBU. Namun, kondisi masing-masing SPBU tetap dapat berbeda sesuai lokasi dan kelancaran distribusinya. (sls)

 

Editor : Baskoro Septiadi
StokBBM BBMNasional spbu pertalite pertamina