Hujan Deras Bayangi Pemulihan Aceh PU Siaga Longsor dan Banjir Susulan

Figur Ronggo Wassalim • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:22 WIB

 

Menteri PU Ir Dody Hanggodo MPE saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-5 Tahun 2026 PUtech di Kampus 2 PUtech, Sabtu (19/9). (FIGUR RONGGO WASSALIM)
Menteri PU Ir Dody Hanggodo MPE saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-5 Tahun 2026 PUtech di Kampus 2 PUtech, Sabtu (19/9). (FIGUR RONGGO WASSALIM)

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemulihan infrastruktur di Aceh belum sepenuhnya lepas dari ancaman alam. Hujan deras yang mengguyur hampir setiap hari masih memicu longsor dan banjir susulan di sejumlah titik. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun memperketat pemantauan jalan dan jembatan nasional.

Menteri PU Ir Dody Hanggodo MPE mengatakan, secara umum penanganan infrastruktur di Aceh sudah berjalan baik. Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri.

Dody menyampaikan hal itu saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-5 Tahun 2026 PUtech di Kampus 2 PUtech, Sabtu (19/9).

Sebelumnya, Dody melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke Aceh untuk mengecek perkembangan penanganan sekaligus mengidentifikasi titik yang masih membutuhkan perbaikan.

Menurut dia, pembangunan kembali infrastruktur harus dibarengi langkah antisipasi terhadap kerusakan susulan akibat cuaca ekstrem.

Baca Juga: Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Ngudi Waluyo Raih Gelar Doktor

“Secara keseluruhan sudah berjalan baik. Kemarin saya ke Aceh untuk monitoring dan evaluasi mana yang masih kurang,” ujarnya.

Hujan dengan intensitas tinggi membuat potensi longsor dan banjir tetap harus diwaspadai.

Karena itu, pembangunan jalan dan jembatan tidak hanya diarahkan untuk memulihkan akses, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana susulan.

“Kita harus antisipasi longsoran susulan dan banjir susulan. Hujannya sangat lebat di beberapa titik,” katanya.

Di sisi lain, Dody memastikan akses jalan dan jembatan nasional terus dijaga. Setiap kerusakan yang membutuhkan penanganan cepat akan segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi gangguan akses yang lebih luas.

Salah satu akses yang kini mendapat penguatan adalah Jembatan Krueng Teungkom. Jembatan permanen tersebut segera dioperasikan secara resmi. Nantinya, terdapat jembatan permanen baru dan jembatan fungsional yang sama-sama menopang konektivitas masyarakat.

Terkait kemungkinan masih adanya daerah yang terisolasi, Dody menyebut sejauh ini belum menerima laporan mengenai wilayah Aceh yang masih terputus aksesnya. Pemantauan tetap dilakukan bersama BNPB, TNI, Polri, dan instansi terkait. 

"Kalau Aceh kayaknya sudah tidak ada yang terisolir. Biasanya daerah yang terisolir justru kita prioritaskan untuk dibuka lebih dulu," tandasnya. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
pemulihan insfratruktur banjir susulan sejumlah titik aceh kementerian pekerjaan umum