RADARSEMARANG.ID – Semarang tidak hanya menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, tetapi juga menjadi tempat yang menarik untuk menjelajahi beragam kuliner khas. Di sela-sela mengikuti rangkaian kegiatan MTQ Nasional 2026, peserta dan kafilah dari berbagai provinsi bisa menyempatkan diri mencicipi makanan yang menjadi identitas Kota Semarang.
Semarang memiliki banyak pilihan kuliner, mulai dari makanan legendaris yang sudah dikenal lintas generasi hingga jajanan sederhana yang mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Bagi peserta MTQ Nasional XXXI 2026 yang datang dari luar daerah, wisata kuliner bisa menjadi pengalaman tambahan untuk mengenal karakter Kota Semarang.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 membuat Kota Semarang semakin ramai didatangi peserta, pendamping, tamu, dan wisatawan dari berbagai daerah. Kondisi tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat yang mungkin baru pertama kali datang ke Semarang.
Salah satu kuliner yang paling identik dengan Semarang adalah lumpia. Makanan berbentuk gulungan dengan isian rebung, telur, ayam atau udang ini sudah lama menjadi salah satu ikon kuliner kota. Lumpia dapat dinikmati sebagai camilan maupun oleh-oleh setelah peserta menyelesaikan aktivitas MTQ.
Cita rasa lumpia Semarang memiliki karakter tersendiri. Kulitnya renyah ketika digoreng, sedangkan bagian dalamnya menghadirkan perpaduan rasa gurih dan manis. Biasanya lumpia disajikan bersama saus atau pelengkap lain yang membuat rasanya semakin khas.
Bagi peserta MTQ Nasional 2026 yang ingin membawa oleh-oleh untuk keluarga di daerah asal, lumpia juga menjadi salah satu pilihan yang praktis. Namun, untuk perjalanan jauh, pembeli sebaiknya memperhatikan jenis lumpia dan cara penyimpanannya agar kualitas makanan tetap terjaga.
Kuliner berikutnya yang tidak kalah populer adalah tahu gimbal. Hidangan ini terdiri dari tahu goreng, potongan kol, lontong, telur, udang yang digoreng dalam adonan, serta siraman saus kacang. Perpaduan berbagai bahan tersebut membuat tahu gimbal memiliki rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.
Baca Juga: MTQ Nasional XXXI Semarang 2026 Digelar, Ternyata Ada 12 Cabang yang Dipertandingkan
Tahu gimbal cocok menjadi pilihan makan setelah menjalani aktivitas padat selama berada di Semarang. Porsinya relatif mengenyangkan karena terdapat lontong dan berbagai pelengkap dalam satu piring.
Peserta dan kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 juga dapat mencoba nasi ayam Semarang. Sekilas makanan ini memang terlihat sederhana, tetapi racikan bumbu dan lauk yang digunakan membuatnya mempunyai karakter khas.
Nasi ayam biasanya disajikan dengan nasi, ayam suwir, sayur labu siam, telur, tahu, dan kuah gurih. Makanan tersebut dapat menjadi pilihan bagi pemburu kuliner yang ingin merasakan hidangan khas Semarang dengan harga yang relatif beragam, tergantung tempat dan pilihan lauk.
Selain nasi ayam, ada pula nasi goreng babat yang dikenal sebagai salah satu kuliner khas Semarang. Bagi pencinta makanan dengan cita rasa gurih dan bumbu kuat, nasi goreng babat bisa menjadi pilihan menarik.
Nasi goreng tersebut umumnya menggunakan potongan babat sebagai salah satu bahan utama. Aroma bumbu yang kuat berpadu dengan nasi goreng dan tekstur babat menciptakan sensasi berbeda dibandingkan nasi goreng pada umumnya.
Namun, peserta yang memiliki pantangan terhadap jenis makanan tertentu perlu memperhatikan bahan yang digunakan sebelum memesan. Hal tersebut penting karena setiap orang mempunyai kebutuhan dan kebiasaan makan yang berbeda.
Kuliner Semarang lainnya yang layak masuk daftar adalah wingko babat. Makanan berbahan dasar kelapa dan tepung ketan ini sering diburu wisatawan sebagai oleh-oleh. Rasanya cenderung manis dengan tekstur khas yang membuatnya mudah dikenali.
Wingko babat bisa menjadi pilihan oleh-oleh bagi peserta MTQ Nasional 2026 sebelum kembali ke daerah masing-masing. Bentuknya yang relatif mudah dibawa membuat makanan ini sering dikaitkan dengan perjalanan dari Semarang.
Tidak hanya makanan berat dan oleh-oleh, Semarang juga memiliki jajanan yang cocok dinikmati pada waktu senggang. Salah satunya adalah tahu petis.
Tahu petis merupakan tahu goreng yang dipadukan dengan petis sebagai isian atau saus. Rasa gurih tahu berpadu dengan petis yang mempunyai cita rasa kuat. Kuliner sederhana ini dapat menjadi pilihan camilan ketika peserta ingin menikmati makanan khas tanpa harus menyantap makanan dalam porsi besar.
Ada pula bandeng presto yang sudah lama dikenal sebagai salah satu produk kuliner Semarang. Sesuai namanya, bandeng diolah menggunakan teknik presto sehingga duri-durinya menjadi lebih lunak dan dapat dimakan bersama dagingnya.
Baca Juga: Semarang Makin Ramai Saat MTQ Nasional 2026, 7 Destinasi Ini Bisa Jadi Pilihan Kafilah dan Wisatawan
Bandeng presto sering menjadi pilihan oleh-oleh karena relatif mudah ditemukan dalam berbagai bentuk kemasan. Peserta MTQ Nasional XXXI 2026 yang ingin membawa buah tangan untuk keluarga dapat memasukkan bandeng presto ke dalam daftar kuliner yang perlu dipertimbangkan.
Kuliner lainnya adalah garang asem. Hidangan ini memiliki karakter rasa yang berbeda dari sejumlah makanan khas Semarang lainnya. Garang asem biasanya menggunakan ayam yang dimasak bersama bumbu dan bahan pembentuk rasa asam serta gurih, kemudian dibungkus dengan daun pisang.
Aroma daun pisang yang muncul ketika hidangan dibuka menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Kuah dan bumbu yang segar juga membuat garang asem cocok bagi pemburu kuliner yang ingin mencoba hidangan tradisional dengan rasa yang lebih kompleks.
Bagi peserta yang menyukai makanan berkuah, soto Semarang juga patut dicoba. Soto menjadi salah satu makanan yang mudah dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, tetapi masing-masing kota memiliki karakter penyajian dan rasa yang berbeda.
Soto Semarang dapat menjadi pilihan sarapan maupun makan siang. Semangkuk soto dengan nasi dan pelengkap bisa menjadi menu sederhana sebelum peserta kembali menjalani berbagai aktivitas selama berada di Kota Semarang.
Daftar kuliner yang terakhir adalah tahu pong. Makanan ini dikenal sebagai tahu dengan bagian dalam yang kopong atau berongga. Biasanya tahu pong disantap bersama sambal atau pelengkap tertentu.
Meskipun terlihat sederhana, tahu pong menjadi bagian dari ragam jajanan tradisional Semarang. Harganya juga relatif terjangkau sehingga dapat menjadi pilihan bagi peserta atau wisatawan yang ingin mencoba beberapa kuliner sekaligus tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Dengan demikian, ada setidaknya 10 kuliner Semarang yang dapat dimasukkan ke dalam daftar wisata kuliner peserta MTQ Nasional XXXI 2026, yakni lumpia Semarang, tahu gimbal, nasi ayam Semarang, nasi goreng babat, wingko babat, tahu petis, bandeng presto, garang asem, soto Semarang, dan tahu pong.
Menariknya, kuliner tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang cocok sebagai makanan utama, ada yang lebih tepat menjadi camilan, sementara sebagian lainnya dapat dipilih sebagai oleh-oleh.
Bagi peserta MTQ Nasional 2026 yang memiliki waktu terbatas, pilihan kuliner dapat disesuaikan dengan lokasi kegiatan dan agenda masing-masing. Tidak semua kuliner harus dicoba dalam satu waktu. Menyusun daftar makanan berdasarkan jarak, waktu, dan kebutuhan menjadi cara yang lebih nyaman untuk menjelajahi kuliner Semarang.
Kehadiran ribuan peserta dan pendamping MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha kuliner Semarang untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung dari berbagai daerah. Makanan lokal tidak hanya menjadi santapan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata selama berada di Kota Semarang.
Bagi masyarakat dari luar Jawa Tengah, mencoba kuliner khas Semarang juga dapat menjadi cara sederhana untuk mengenal budaya lokal. Setiap makanan mempunyai cerita, kebiasaan penyajian, serta karakter rasa yang berkembang dari kehidupan masyarakat setempat.
Wisata kuliner juga bisa dipadukan dengan agenda jalan-jalan di sejumlah kawasan populer Kota Semarang. Setelah mengikuti kegiatan MTQ, peserta dapat menyempatkan diri menikmati suasana kota sembari berburu makanan khas.
Kawasan Kota Lama Semarang, misalnya, menawarkan suasana yang berbeda dengan kawasan pusat kota. Peserta dapat menggabungkan agenda wisata kuliner dengan menikmati bangunan bersejarah dan suasana kawasan yang menjadi salah satu tujuan wisata populer di Semarang.
Begitu pula dengan kawasan Simpang Lima yang menjadi salah satu titik penting dalam berbagai aktivitas kota. Di sekitar kawasan tersebut, pengunjung dapat menemukan beragam pilihan makanan dan tempat untuk bersantai.
Baca Juga: MTQ Nasional 2026 di Simpang Lima Semarang, Dua Cabang Ini Yang Bakal Bertanding
Bagi peserta MTQ Nasional XXXI 2026, pengalaman berada di Semarang tentu tidak hanya berkaitan dengan perlombaan dan agenda resmi. Kesempatan mengenal kota melalui makanan juga dapat menjadi pengalaman yang berkesan.
Namun, peserta tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan pola makan masing-masing. Agenda MTQ yang padat membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Karena itu, pilihan makanan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pribadi, terutama bagi peserta yang memiliki pantangan atau alergi terhadap bahan makanan tertentu.
Selain itu, kebersihan tempat makan juga penting diperhatikan. Wisatawan dapat memilih tempat makan yang terlihat bersih, makanan tersimpan dengan baik, dan proses penyajiannya dilakukan secara higienis.
Bagi pemburu oleh-oleh, sebaiknya makanan dibeli mendekati waktu kepulangan agar kualitas produk tetap terjaga. Perhatikan pula petunjuk penyimpanan dan masa konsumsi yang tercantum pada kemasan jika tersedia.
Semarang sendiri mempunyai kekayaan kuliner yang cukup luas. Sepuluh makanan tersebut hanyalah sebagian dari berbagai pilihan yang dapat ditemukan selama berada di kota ini.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 pun menjadi momentum menarik untuk memperkenalkan kuliner Semarang kepada masyarakat Indonesia. Peserta dari berbagai provinsi yang datang ke Kota Semarang berpotensi membawa pulang pengalaman baru, termasuk cerita tentang makanan khas yang mereka temui selama berada di Jawa Tengah.
Bagi yang sedang mencari kuliner Semarang untuk peserta MTQ Nasional 2026, daftar tersebut dapat menjadi referensi awal. Lumpia dapat dipilih untuk mencicipi makanan ikonik sekaligus oleh-oleh, tahu gimbal dan nasi ayam untuk makanan yang mengenyangkan, sementara wingko babat dan bandeng presto dapat menjadi pilihan buah tangan.
Pada akhirnya, perjalanan ke Semarang tidak harus berhenti di lokasi pertandingan atau agenda resmi MTQ Nasional. Menyempatkan diri mencicipi makanan khas juga menjadi salah satu cara menikmati suasana kota dan mengenal kehidupan masyarakatnya.
Dengan banyaknya pilihan kuliner, peserta dan kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 mempunyai kesempatan untuk merasakan sisi lain Kota Semarang. Dari makanan legendaris hingga jajanan sederhana, setiap hidangan menawarkan pengalaman berbeda yang bisa menjadi cerita tersendiri setelah kembali ke daerah asal.
Semarang bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya MTQ Nasional XXXI 2026. Kota ini juga dapat menjadi ruang perjumpaan budaya, wisata, dan kuliner bagi ribuan orang yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi