Hari Pelanggan Nasional, Pemkot Surakarta dan PLN Amankan Aset Kelistrikan dari Kebakaran TPA Putri Cempo

Ida Nor Layla • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:31 WIB
GERAK CEPAT : Manajemen PLN dengan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, memberikan pelayanan terbaik pada Hari Pelanggan Nasional di Loji Gandrung pada Selasa pagi 8 September 2026. (DOK. PLN UPT SALATIGA)
TIM LENGKAP : Manajemen PLN dengan memberikan pelayanan terbaik pada Hari Pelanggan Nasional di TPA Putri Cempo Surakarta. (DOK. PLN UPT SALATIGA)

RADARSEMARANG.ID, Surakarta – Mengusung semangat memberikan pelayanan terbaik di momen Hari Pelanggan Nasional, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga bersama PLN UP3 Surakarta bergerak cepat merespons situasi darurat. 

Langkah sigap ini dilakukan untuk mengamankan infrastruktur kelistrikan yang krusial dari dampak perluasan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Surakarta.

Sebagai bentuk keseriusan penanganan bencana, pihak PLN langsung bergerak menjalin koordinasi secara intensif dengan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta.

Pertemuan strategis tersebut digelar secara tatap muka antara manajemen PLN dengan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, di Loji Gandrung pada Selasa pagi 8 September 2026.

GERAK CEPAT : Manajemen PLN dengan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, memberikan pelayanan terbaik pada Hari Pelanggan Nasional di Loji Gandrung pada Selasa pagi 8 September 2026. (DOK. PLN UPT SALATIGA)
GERAK CEPAT : Manajemen PLN dengan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, memberikan pelayanan terbaik pada Hari Pelanggan Nasional di Loji Gandrung pada Selasa pagi 8 September 2026. (DOK. PLN UPT SALATIGA)

"Kami sangat menyadari pentingnya mengamankan aset kelistrikan PLN di area TPA Putri Cempo sebagai tulang punggung pasokan listrik Solo Raya agar tidak terganggu. Kami juga mengapresiasi gerak cepat dan berterima kasih atas dukungan alat Drone Thermovision dari PLN yang sangat krusial dalam memantau titik panas di lapangan," kata Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto.

Sebagai tindak lanjut nyata dari koordinasi tersebut, Wali Kota segera menugaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk fokus melakukan penanganan tumpukan sampah.

DLH juga diinstruksikan membangun jalur kering di sekitar Right of Way (ROW) Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sekaligus menyusun roadmap mitigasi untuk penanganan jangka panjang.

Selain itu, instruksi tegas juga diberikan kepada jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta.

Tim BPBD secara khusus diminta untuk mematangkan strategi pengerahan alat berat guna mempercepat proses pemadaman api, dengan titik fokus utama perlindungan diarahkan di sekitar area tower transmisi kelistrikan.

Ke depannya, tim dari BPBD akan terus berkoordinasi secara erat dengan PLN untuk memantau hasil tangkapan gambar thermovision secara rutin, yakni dua kali dalam sehari.

Data pantauan suhu berbasis drone ini akan menjadi bahan evaluasi harian yang sangat penting selama masa penanganan krisis, demi memastikan api benar-benar padam dan aset vital aman beroperasi.

SIGAP : Manajemen PLN memberikan pelayanan terbaik pada Hari Pelanggan Nasional dengan menjaga keandalan listrik. (DOK. PLN UPT SALATIGA)
SIGAP : Manajemen PLN memberikan pelayanan terbaik pada Hari Pelanggan Nasional dengan menjaga keandalan listrik. (DOK. PLN UPT SALATIGA)

"Keandalan transmisi adalah prioritas utama kami, terlebih dalam memaknai momen Hari Pelanggan Nasional. Di tengah situasi darurat ini, jajaran PLN akan terus hadir, bersiaga, dan bergerak tanggap menjaga aset strategis agar sistem transmisi tetap aman menyalurkan energi bagi masyarakat," tegas General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Amiruddin.

Pernyataan tersebut disampaikan Amiruddin saat turun langsung ke lokasi bencana untuk meninjau Tower T.10 jalur SUTT 150 kV Palur–Gondangrejo.

Kunjungan lapangan ini diprioritaskan untuk memastikan kondisi keandalan aset, keselamatan para personel pemeliharaan, serta kesiapan langkah pemulihan apabila sewaktu-waktu kondisi memburuk.

Di lokasi kejadian, upaya pengendalian titik api terus dilakukan secara masif dan kontinu melalui sinergi kekuatan lintas instansi.

Tercatat, sebanyak 17 unit mobil pemadam kebakaran, dua unit water cannon dari pihak Kepolisian, serta satu helikopter pembawa water bombing dikerahkan penuh untuk menjangkau area episentrum yang sulit diakses.

"Meskipun bagian isolator, konduktor, dan kawat GSW sempat terpapar debu polutan kebakaran, semuanya tetap berfungsi dengan baik. Sebagai langkah antisipatif, kami telah menyiagakan personel pemeliharaan, tim K3L, serta material pengganti yang siap diterjunkan kapan saja dengan mengutamakan standar keselamatan," jelas Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge.

Penjelasan tersebut didasarkan pada hasil asesmen menyeluruh yang dipimpin langsung oleh Ardylla Rommyonegge di dekat episentrum kebakaran.

Berdasarkan pemeriksaan fisik di lapangan, struktur badan, sambungan, bracing member, hingga pondasi Tower T.10 dipastikan masih dalam batas kondisi normal dan aman untuk dioperasikan.

Walaupun secara umum struktur tower aman, PLN tetap melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh komponen pendukung transmisi.

Khusus untuk kabel ADSS yang berada di area lokasi dan terdampak oleh radiasi panas dari kobaran api, tim teknis akan segera menjadwalkan tahap pemeriksaan lanjutan yang lebih mendetail.

Seluruh rangkaian pekerjaan dan pengamanan kelistrikan ini dilaksanakan dengan mengutamakan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) serta koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi nyata ini menjadi bukti komitmen PLN dalam menghadirkan keandalan pasokan listrik demi kenyamanan seluruh pelanggan di Solo Raya. (*/ida)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : PLN UPT Salatiga
pemkot surakarta Jaga Keandalan Listrik PLN UPT Salatiga hari pelanggan nasional