RADARSEMARANG.ID – Kota Semarang bersiap menjadi pusat perhatian nasional seiring berlangsungnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Ajang yang digelar pada September 2026 ini tidak hanya menghadirkan para peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia,
tetapi juga menyuguhkan beragam cabang musabaqah yang menguji kemampuan membaca, menghafal, memahami, menafsirkan hingga mengembangkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui karya ilmiah dan seni.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, dengan rangkaian kegiatan utama pada 12 hingga 19 September 2026.
Sebanyak 38 kafilah provinsi dari seluruh Indonesia dijadwalkan ambil bagian. Panitia juga memperkirakan lebih dari 11.000 orang yang terdiri atas peserta, ofisial, pendamping, dewan hakim, tamu negara serta pejabat pusat dan daerah akan terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur'an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban”, MTQ Nasional XXXI di Semarang menjadi salah satu agenda keagamaan nasional yang cukup besar.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperlihatkan kemampuan generasi muda dan para peserta dalam mendalami Al-Qur’an dari berbagai sisi.
Berdasarkan informasi resmi penyelenggara, terdapat 12 cabang musabaqah yang dipertandingkan dengan puluhan golongan. Cabang-cabang tersebut mencakup Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an atau KTIQ.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Kota Semarang Siapkan Heritage Tour Religi
Cabang Seni Baca Al-Qur’an menjadi salah satu yang paling dikenal masyarakat. Dalam cabang ini, peserta tidak sekadar dituntut mampu membaca ayat suci dengan lancar, tetapi juga dinilai berdasarkan tajwid, fasahah, suara dan lagu.
Pada MTQ Nasional XXXI Semarang 2026, cabang ini memiliki sejumlah golongan, yakni anak-anak, remaja, dewasa, tartil Qur’an dan tilawah tuna netra.
Untuk golongan anak-anak dan remaja, pelaksanaan Seni Baca Al-Qur’an ditempatkan di Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah atau MAJT.
Sementara golongan dewasa akan tampil di Panggung Utama Lapangan Pancasila Simpang Lima. Adapun golongan Tartil Qur’an dan Tilawah Tuna Netra dijadwalkan berlangsung di Studio Kreasi BBPVP Kemnaker Semarang.
Simpang Lima sendiri menjadi salah satu titik yang diperkirakan paling menarik perhatian masyarakat karena menjadi lokasi utama pelaksanaan salah satu golongan Seni Baca Al-Qur’an sekaligus tempat pembukaan dan penutupan MTQ Nasional XXXI.
Dengan posisi yang berada di kawasan pusat Kota Semarang, arena ini juga berpotensi menjadi salah satu titik keramaian selama pelaksanaan MTQ.
Cabang berikutnya adalah Qira’at Al-Qur’an. Cabang ini memiliki karakter berbeda karena peserta dituntut mampu membaca Al-Qur’an dengan qira’at selain Imam Ashim riwayat Hafs, baik secara mujawwad maupun murattal.
Dalam penyelenggaraan di Semarang, terdapat golongan Qira’at Sab’ah Mujawwad serta Qira’at Sab’ah Murattal untuk kategori remaja dan dewasa.
Pelaksanaan Qira’at Al-Qur’an juga tersebar di sejumlah lokasi. Golongan Qira’at Sab’ah Mujawwad ditempatkan di Majelis 1 Lapangan Pancasila Simpang Lima, sedangkan Qira’at Sab’ah Murattal Remaja dan Dewasa berlangsung di Aula Masjid Raya Baiturrahman.
Pembagian lokasi ini membuat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tidak terpusat di satu kawasan saja, tetapi menyebar ke berbagai wilayah Kota Semarang.
Baca Juga: Wali kota Agustina Mengapresiasi Guru Asal Kota Semarang Juarai Lomba Cipta Mars MTQ Nasional
Cabang yang juga selalu mendapat perhatian besar adalah Hafalan Al-Qur’an. Kemampuan peserta dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an diuji melalui penilaian tahfizh, tajwid dan fasahah. Untuk MTQ Nasional XXXI Semarang 2026, terdapat golongan 1 Juz dengan Tilawah, 5 Juz dengan Tilawah, 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz.
Golongan 1 Juz dengan Tilawah dan 5 Juz dengan Tilawah akan dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Semarang. Sementara golongan 10 Juz dan 20 Juz ditempatkan di Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah. Untuk golongan 30 Juz, arena yang digunakan adalah Aula Wahana Graha Dishub Provinsi Jawa Tengah.
Perbedaan jumlah hafalan tersebut membuat cabang Hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu bagian yang menarik untuk diikuti. Peserta tidak hanya dituntut memiliki hafalan kuat, tetapi juga harus mampu mempertahankan ketepatan bacaan, tajwid dan fasahah ketika tampil di hadapan dewan hakim.
Selanjutnya ada cabang Tafsir Al-Qur’an. Cabang ini memiliki dimensi yang lebih luas karena peserta tidak hanya berhadapan dengan kemampuan membaca ayat, tetapi juga kemampuan memahami dan menyampaikan tafsir. Pada MTQ Nasional XXXI Semarang 2026, Tafsir Al-Qur’an dibagi dalam tiga golongan bahasa, yakni Bahasa Arab, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Golongan Tafsir Bahasa Arab ditempatkan di Aula Wahana Graha Dishub Provinsi Jawa Tengah. Sementara Tafsir Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berlangsung di Gedung Semeru BP2KLK. Pembagian tersebut memperlihatkan bahwa MTQ Nasional tidak hanya mengedepankan kemampuan tilawah dan hafalan, tetapi juga kemampuan intelektual dalam memahami kandungan Al-Qur’an.
Bagi masyarakat yang ingin melihat bentuk kompetisi yang berbeda, cabang Fahmil Al-Qur’an juga menjadi salah satu yang menarik. Fahmil Al-Qur’an pada dasarnya merupakan cerdas cermat mengenai isi dan kandungan Al-Qur’an yang dilakukan secara beregu. Pada MTQ Nasional XXXI, terdapat kategori beregu putra dan beregu putri.
Fahmil Al-Qur’an dijadwalkan berlangsung di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. Berbeda dengan cabang tilawah yang lebih menonjolkan kemampuan seni baca, Fahmil menuntut penguasaan pengetahuan dan kecepatan peserta dalam menjawab berbagai persoalan yang berkaitan dengan Al-Qur’an.
Cabang Syarhil Al-Qur’an juga masuk dalam daftar pertandingan MTQ Nasional XXXI. Cabang ini menjadi salah satu bentuk penyampaian pesan Al-Qur’an secara beregu melalui tilawah, terjemahan puitis dan uraian. Terdapat kategori beregu putra dan beregu putri. Pelaksanaannya dipusatkan di Gedung Prof. Soedarto, S.H. Universitas Diponegoro, Tembalang.
Syarhil Al-Qur’an memiliki daya tarik tersendiri karena penampilan peserta memadukan beberapa kemampuan sekaligus. Selain penguasaan ayat dan pesan Al-Qur’an, peserta juga harus mampu menyampaikan materi secara terstruktur sehingga pesan yang dibawa dapat dipahami oleh masyarakat.
Baca Juga: MTQ Nasional XXXI Usung Harmoni dan Toleransi Menuju Indonesia Emas
Kemudian ada Seni Kaligrafi Al-Qur’an. Cabang ini menjadi salah satu bagian MTQ yang memperlihatkan perpaduan antara kemampuan memahami ayat dengan keterampilan seni. Peserta berkompetisi membuat tulisan indah ayat Al-Qur’an dengan memperhatikan kaidah khat yang telah ditentukan.
Pada MTQ Nasional XXXI Semarang 2026, Seni Kaligrafi Al-Qur’an terdiri atas golongan Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer dan Kaligrafi Digital. Seluruh golongan tersebut dilaksanakan di Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro, Pleburan.
Kehadiran Kaligrafi Digital menjadi salah satu hal yang menarik karena memperlihatkan bagaimana seni Al-Qur’an berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Seni kaligrafi tidak hanya dipertahankan melalui media konvensional, tetapi juga diberikan ruang untuk diekspresikan menggunakan perangkat digital.
Cabang lain yang tidak kalah penting adalah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an atau KTIQ. Cabang ini menguji kemampuan peserta dalam menulis dan mempresentasikan karya ilmiah dengan tema yang berkaitan dengan kandungan Al-Qur’an. Kategori yang dipertandingkan terdiri atas putra dan putri.
KTIQ dilaksanakan di Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran cabang ini menunjukkan bahwa MTQ Nasional XXXI tidak hanya memberikan ruang bagi kemampuan vokal, hafalan dan seni, tetapi juga bagi peserta yang memiliki kemampuan akademik dan kepenulisan.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 menggunakan sejumlah venue yang tersebar di Kota Semarang. Portal resmi penyelenggara mencatat terdapat 14 lokasi pelaksanaan musabaqah.
Di antaranya Lapangan Pancasila Simpang Lima, Convention Hall MAJT, BBPVP Kemnaker Semarang, Masjid Raya Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Wahana Graha Dishub Jawa Tengah, Gedung Semeru BP2KLK,
Gedung Prof. Soedarto UNDIP, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah dan Auditorium Imam Barjo UNDIP.
Penyebaran lokasi pertandingan tersebut membuat suasana MTQ Nasional XXXI diperkirakan terasa di berbagai penjuru Kota Semarang. Bagi masyarakat, keberadaan sejumlah arena tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai jenis kompetisi yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui tayangan televisi atau pemberitaan.
Pelaksanaan musabaqah utama dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 19 September 2026. Pada periode tersebut, masyarakat dapat mengikuti perkembangan kompetisi sekaligus berbagai kegiatan pendukung yang disiapkan panitia.
MTQ Nasional XXXI juga tidak hanya menghadirkan kompetisi. Panitia menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung, seperti Festival Rebana tingkat nasional, expo dan pameran kaligrafi, halal food festival, job fair, seminar hingga berbagai agenda lainnya. Dengan demikian, penyelenggaraan MTQ di Semarang diharapkan tidak hanya dirasakan oleh para peserta, tetapi juga masyarakat umum.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lokasi pertandingan, informasi resmi menunjukkan bahwa setiap cabang telah memiliki arena masing-masing. Seni Baca Al-Qur’an misalnya tersebar di Majelis 1, 2 dan 3.
Hafalan Al-Qur’an berada di Majelis 5, 6 dan 7. Tafsir Al-Qur’an berada di Majelis 7 dan 8. Sementara Fahmil Al-Qur’an berada di Majelis 10 dan Seni Kaligrafi Al-Qur’an berada di Majelis 12.
Informasi mengenai cabang dan lokasi ini menjadi penting karena pelaksanaan MTQ Nasional XXXI tidak berlangsung dalam satu gedung.
Masyarakat yang ingin menyaksikan langsung harus memperhatikan jadwal serta lokasi masing-masing cabang. Panitia juga menyatakan bahwa jadwal kegiatan dapat mengalami perubahan menyesuaikan keputusan penyelenggara.
Semarang pun tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kompetisi. Kota ini sekaligus menjadi wajah Indonesia dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Kehadiran puluhan kafilah dari seluruh Indonesia membuat aktivitas kota diperkirakan semakin ramai selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dengan 12 cabang musabaqah dan puluhan golongan, MTQ Nasional XXXI Semarang 2026 menawarkan tontonan yang jauh lebih beragam daripada sekadar lomba membaca Al-Qur’an.
Ada peserta yang menunjukkan keindahan suara melalui tilawah, ada yang mempertaruhkan kekuatan hafalan, ada yang diuji dalam pemahaman tafsir, ada yang beradu pengetahuan melalui Fahmil, hingga peserta yang menunjukkan kreativitas melalui kaligrafi dan karya ilmiah.
Seluruh rangkaian tersebut pada akhirnya membawa pesan yang sama, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai yang dapat diwujudkan dalam berbagai kemampuan. Mulai dari kemampuan membaca dengan baik, menghafal, memahami makna, menyampaikan pesan, menghasilkan karya seni hingga menuangkan gagasan secara ilmiah.
Baca Juga: Sarif Kakung: MTQ Nasional harus jadi Ajang Mengenalkan Berbagai Potensi Jateng
Karena itu, MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang layak menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian masyarakat sepanjang September.
Selain menjadi kompetisi nasional yang mempertemukan wakil terbaik dari berbagai provinsi, gelaran ini juga menjadi momentum bagi Kota Semarang untuk memperlihatkan kesiapan sebagai tuan rumah sekaligus membuka ruang interaksi antara peserta, masyarakat dan berbagai sektor pendukung.
Informasi resmi penyelenggara menyebutkan MTQ Nasional XXXI mengusung semangat “Menebar Cahaya Al-Qur'an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban”. Tema tersebut menjadi gambaran bahwa MTQ tidak berhenti pada persoalan menang dan kalah dalam perlombaan, tetapi juga membawa pesan tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat hadir dalam kehidupan masyarakat.
Dengan beragam cabang yang dipertandingkan, tersebarnya arena di berbagai kawasan dan hadirnya ribuan peserta serta pendamping, Kota Semarang dipastikan menjadi salah satu pusat kegiatan nasional pada September 2026.
Masyarakat yang ingin mengikuti kemeriahannya dapat memantau jadwal dan informasi terbaru melalui portal resmi MTQ Nasional XXXI agar tidak tertinggal agenda penting selama pelaksanaan berlangsung.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi