Peringati Hari Pelanggan Nasional, PLN dengan Unnes dan Yayasan Akar Banir Rintis Pembelajaran Minapolitan

Ida Nor Layla • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:15 WIB
SOSIALISASI DAN EDUKASI : Simulasi paket edumina pembenihan lele di RW 10 Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. (DOK. PLN UPT SEMARANG)
SOSIALISASI DAN EDUKASI : Simulasi paket edumina pembenihan lele di RW 10 Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. (DOK. PLN UPT SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Semarang merintis Pusat Pembelajaran Minapolitan di Kampung Siroto, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini digarap bersama Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Yayasan Akar Banir Indonesia selaku pelaksana sekaligus pendamping, dengan dukungan mahasiswa KKN Giat 16 Unnes.

Berlokasi di Sekretariat Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Minalancar, RW 10 Kelurahan Gunungpati, pusat pembelajaran tersebut disiapkan sebagai sarana peningkatan pengetahuan, keterampilan. Tempat tersebut, sekaligus produksi budidaya ikan lele yang selama ini dijalankan masyarakat setempat.

Perintisan diawali dengan revitalisasi bangunan menjadi ruang produksi pakan. Di dalamnya dipasang mesin pencetak pelet berkapasitas 30 kilogram per jam.

Dengan begitu, mampu menghasilkan pakan apung, di mana jenis pakan yang selama ini dibeli pembudidaya dari luar dengan harga relatif tinggi. 

JAGA KUALITAS AIR : Pelatihan pengujian kualitas air kolam budidaya di Pusat Pembelajaran Minapolitan di Kampung Siroto, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. (DOK. PLN UPT SEMARANG)
JAGA KUALITAS AIR : Pelatihan pengujian kualitas air kolam budidaya di Pusat Pembelajaran Minapolitan di Kampung Siroto, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. (DOK. PLN UPT SEMARANG)

Karena seluruh peralatan produksi pakan berbasis energi listrik, program TJSL PLN melakukan pemasangan sekaligus penambahan daya listrik hingga 7.700 VA agar operasional berjalan andal. 

Selain lini pakan, kolam budidaya dilengkapi teknologi smart climate aquaculture berbasis Internet of Things (IoT).

Sistem tersebut memantau kondisi air dan iklim mikro kolam secara terukur, sehingga pembudidaya dapat mengambil keputusan lebih cepat dan menekan risiko kegagalan panen. Bersamaan dengan pembenahan sarana, tim pendamping menyusun paket edukasi bersama masyarakat.

Materi yang disiapkan mencakup paket budidaya pembesaran lele, paket pembibitan lele, hingga paket pembuatan pakan mandiri.

Paket-paket itu telah diuji melalui simulasi dengan menghadirkan perwakilan kelompok tani Tambakrejo serta pengelola Program Kampung Iklim (ProKlim) RW 05 Tambakrejo, Gayamsari, yang belajar langsung teknik pembibitan dan pembesaran lele.

Koordinator program, Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si., menilai kesiapan Kampung Siroto sebagai ruang belajar telah terbentuk dari praktik warga sendiri.

"Pengalaman dan keterampilan Pokdakan Minalancar dalam budidaya sudah teruji. Ini modal besar bagi masyarakat luas yang ingin belajar budidaya lele, karena yang diajarkan bukan teori semata, melainkan praktik yang sudah berjalan," ujarnya. 

BUDIDAYA IKAN LELE : Kawasan kolam pembesaran lele Pokdakan Minalancar, RW 10 Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. (DOK. PLN UPT SEMARANG)
BUDIDAYA IKAN LELE : Kawasan kolam pembesaran lele Pokdakan Minalancar, RW 10 Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang. (DOK. PLN UPT SEMARANG)

Secara terpisah, Manager UPT Semarang, Achmad Ridwan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendampingi masyarakat di wilayah operasi.

"Dalam mengimplementasikan Hari Pelanggan Nasional, PLN selalu berkomitmen untuk berkolaborasi dan mendampingi masyarakat di wilayah operasi perusahaan, khususnya dalam pengembangan UMKM serta peningkatan produktivitas pertanian maupun perikanan berbasis electrifying," katanya.

Program ini sejalan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni pendidikan berkualitas melalui paket edukasi (SDG 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta kemitraan multipihak antara BUMN, perguruan tinggi, yayasan, dan masyarakat (SDG 17).

General Manager PLN UIT JBT Amiruddin menegaskan bahwa momen Hari Pelanggan Nasional ini bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi momentum untuk kembali menguatkan orientasi PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui program TJSL.

"PLN tidak hanya menghadirkan listrik andal, kami juga berkomitmen hadir untuk masyarakat dan lingkungan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG's)” Tegas Amiruddin.

Ke depan, Pusat Pembelajaran Minapolitan Kampung Siroto diharapkan menjadi wadah edukasi yang membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk belajar budidaya lele dari pembibitan, pembesaran, hingga produksi pakan mandiri.

Dalam jangka panjang, kawasan tersebut disiapkan berkembang menjadi destinasi wisata edumina yang memberi nilai tambah ekonomi bagi warga Kampung Siroto. (*)

Editor : Ida Nor Layla
Sumber : PLN UPT Semarang
Yayasan Akar Banir Pusat Pembelajaran Minapolitan pembenihan ikan lele UNNES PLN UPT SEMARANG