RADARSEMARANG.ID – Kota Semarang bersiap menjadi pusat perhatian nasional seiring digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia akan berdatangan ke ibu kota Jawa Tengah untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 11 hingga 20 September 2026.
Sejak jauh hari, MTQ Nasional XXXI telah dipersiapkan sebagai salah satu agenda besar tingkat nasional yang tidak hanya menghadirkan kompetisi seni membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga membawa semangat kebersamaan antar-daerah. Sebanyak 38 provinsi dijadwalkan mengirimkan kafilah untuk ambil bagian dalam gelaran tersebut.
Informasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebelumnya menyebut MTQ Nasional 2026 diperkirakan diikuti sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi. Jumlah tersebut mencakup peserta, pendamping hingga ofisial yang akan berada di Kota Semarang selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Besarnya jumlah orang yang datang membuat pelaksanaan MTQ Nasional bukan sekadar agenda perlombaan. Kehadiran ribuan orang dari berbagai penjuru Indonesia sekaligus akan memberikan suasana berbeda bagi Kota Semarang selama September 2026.
Kementerian Agama juga memastikan persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang telah rampung. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis M. Hanafi mengatakan persiapan yang berada dalam lingkup Kementerian Agama sudah mencapai 100 persen.
“Persiapan MTQ Nasional dalam lingkup Kementerian Agama sudah mencapai 100 persen. Kami siap menyambut pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026,” ujar Muchlis M. Hanafi di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Dalam perkembangan terbaru, Kementerian Agama mencatat sebanyak 7.338 orang akan hadir dari berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, 2.242 orang merupakan peserta lomba yang terdiri atas 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Sebanyak 37 provinsi disebut telah mengirimkan kafilah lengkap untuk mengikuti gelaran nasional tersebut.
Baca Juga: Perputaran Ekonomi MTQ Nasional di Jateng Diperkirakan Capai Rp1,2 Triliun
Sementara itu, informasi penyelenggaraan MTQ Nasional di tingkat Jawa Tengah mencantumkan rencana kehadiran sekitar 8.000 peserta, pendamping dan ofisial dari 38 provinsi. Perbedaan angka tersebut berkaitan dengan tahapan pendataan dan cakupan komponen peserta yang dihitung.
Portal resmi MTQ Kota Semarang sendiri saat ini memperkirakan lebih dari 11.000 orang jika peserta, ofisial, pendamping, dewan hakim, tamu negara serta pejabat pusat dan daerah turut diperhitungkan.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI dimulai dengan kedatangan dan registrasi kafilah pada 11 hingga 12 September 2026. Setelah itu, pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026.
Perlombaan kemudian digelar mulai 13 hingga 19 September, sebelum rangkaian kegiatan ditutup pada 19 September dan kafilah dijadwalkan meninggalkan Semarang pada 20 September 2026.
Lapangan Pancasila Simpang Lima menjadi salah satu lokasi paling penting dalam gelaran tersebut. Tempat ini dijadwalkan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional XXXI.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon Kota Semarang itu diperkirakan akan menjadi titik berkumpul masyarakat dan peserta selama kegiatan berlangsung.
Tidak hanya Simpang Lima, sejumlah lokasi lain di Kota Semarang juga disiapkan menjadi arena perlombaan. Berbagai cabang musabaqah akan digelar di sejumlah gedung dan fasilitas yang tersebar di beberapa wilayah kota.
Lokasi tersebut antara lain Studio Kreasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan, Convention Hall Masjid Agung Jawa Tengah, Aula Masjid Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Auditorium Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah,
Aula Wahana Graha Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah, Gedung Semeru BP2KLK Semarang, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Gedung Prof. Soedarto Universitas Diponegoro dan Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro.
Portal resmi MTQ Nasional XXXI Kota Semarang juga mencatat terdapat 12 cabang musabaqah yang diperlombakan dengan puluhan golongan. Beberapa di antaranya mencakup seni baca Al-Qur’an, qira’at Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, syarhil Al-Qur’an, fahmil Al-Qur’an, karya tulis ilmiah Al-Qur’an hingga seni kaligrafi Al-Qur’an.
Dengan banyaknya cabang yang dipertandingkan, peserta yang datang ke Semarang memiliki latar belakang kemampuan yang beragam. Mereka akan membawa nama daerah masing-masing dan berusaha memberikan penampilan terbaik dalam setiap cabang yang diikuti.
Bagi masyarakat Semarang, kemeriahan MTQ Nasional juga tidak hanya bisa disaksikan melalui arena perlombaan. Panitia telah menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung yang dapat menjadi ruang interaksi antara kafilah, tamu dan masyarakat.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Pawai Ta’aruf. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan kafilah sebelum pembukaan utama. Selain itu, terdapat Malam Ta’aruf dan pameran MTQ yang turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di Kota Semarang.
Baca Juga: Bukan Hanya Simpang Lima, Ini 12 Lokasi MTQ Nasional Semarang 2026 yang Jadi Pusat Perlombaan
Pameran MTQ juga menjadi salah satu bagian yang menarik karena kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan perlombaan keagamaan. Pemerintah Kota Semarang sebelumnya menyampaikan bahwa rangkaian MTQ Nasional akan turut menghadirkan kegiatan seni, budaya, wisata hingga ekonomi kreatif.
Artinya, kedatangan ribuan peserta dari berbagai provinsi berpotensi memberikan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas masyarakat. Pelaku UMKM, sektor pariwisata, transportasi, kuliner hingga usaha jasa di Semarang turut berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya mobilitas selama penyelenggaraan MTQ.
Kota Semarang sendiri memiliki posisi strategis sebagai tuan rumah karena menjadi titik pertemuan kafilah dari berbagai daerah. Para peserta tidak hanya akan mengikuti perlombaan, tetapi juga berkesempatan mengenal lebih dekat kehidupan, budaya dan destinasi wisata yang ada di Jawa Tengah.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebelumnya menyebut MTQ Nasional dapat menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah antardaerah. Gelaran ini juga diharapkan mampu memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Jawa Tengah kepada masyarakat luas.
Semarang pun mulai bersiap menyambut kedatangan para kafilah. Sejumlah venue telah ditata agar dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing cabang perlombaan. Persiapan tersebut menjadi bagian penting karena kegiatan berlangsung di banyak lokasi dalam waktu yang hampir bersamaan.
Portal resmi MTQ Nasional XXXI mencatat rangkaian penyelenggaraan berlangsung selama beberapa hari dengan puluhan kegiatan. Pada 11 September terdapat agenda kedatangan dan registrasi kafilah serta Malam Ta’aruf.
Kemudian pada 12 September dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan, termasuk Pawai Ta’aruf, pembukaan bazar dan pameran serta pembukaan MTQ Nasional di Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Setelah pembukaan, perhatian akan beralih kepada pelaksanaan perlombaan. Para peserta akan menjalani kompetisi di berbagai arena yang telah ditentukan. Setiap cabang memiliki karakteristik dan penilaian masing-masing sehingga persiapan peserta menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil akhir.
Kehadiran 38 kafilah juga menunjukkan bahwa MTQ Nasional XXXI menjadi salah satu agenda yang mempertemukan keberagaman Indonesia dalam satu panggung. Setiap daerah membawa kemampuan, tradisi dan karakter masing-masing dalam membaca, menghafal, memahami maupun menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an.
Baca Juga: Warga Semarang Wajib Tahu! Ini Daftar Acara MTQ Nasional 2026 yang Bisa Ditonton
Identitas MTQ Nasional XXXI sendiri turut menggambarkan semangat tersebut. Gelaran tahun ini mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an Dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas Yang Berkeadaban”. Sementara maskot resmi bernama Saqur, yang merupakan singkatan dari Sahabat Qur’an, menggambarkan semangat generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.
Bagi Kota Semarang, menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan sebagai kota yang mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional. Mobilitas ribuan peserta dan tamu membuat berbagai sektor di kota ini ikut bersiap memberikan pelayanan terbaik.
Dengan jadwal yang semakin dekat, suasana MTQ Nasional XXXI mulai terasa di Semarang. Kedatangan kafilah dari berbagai wilayah Indonesia akan membuat kota ini semakin ramai selama September.
Ribuan peserta yang membawa nama 38 provinsi akan menjadi bagian dari perhelatan besar tersebut. Mereka tidak hanya datang untuk mengejar prestasi, tetapi juga membawa semangat persaudaraan dan mempertemukan keberagaman daerah dalam satu kegiatan nasional.
MTQ Nasional XXXI akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, gelaran di Semarang menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkenalkan wajah Kota Semarang dan Jawa Tengah kepada masyarakat Indonesia.
Selama 11 hingga 20 September 2026, Semarang akan menjadi panggung besar bagi para kafilah dari berbagai penjuru Indonesia. Dengan rangkaian perlombaan, pawai, pameran, kegiatan budaya dan agenda pendukung lainnya, MTQ Nasional XXXI diperkirakan akan menjadi salah satu kegiatan terbesar yang mewarnai Kota Semarang pada September 2026.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi