RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN – BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional.
Mewakili Kedeputian Wilayah VI Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, instansi ini sukses masuk dalam 10 besar finalis Customer eXcellence 126 (CX126), menyisihkan ratusan dari total 126 kantor cabang se-Indonesia.
Ajang CX126 ini bukan sekadar unjuk gigi, melainkan tolok ukur BPJS Kesehatan dalam menghadirkan pengalaman pelayanan prima bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, M. Idar Aries Munandar menegaskan, capaian ini adalah hasil dari komitmen panjang mendengarkan kebutuhan peserta, bukan semata demi kompetisi.
“Bagi kami, CX126 bukan sekadar kompetisi atau program peningkatan layanan, tetapi sebuah perjalanan untuk lebih mendengar, memahami, dan menghadirkan pengalaman terbaik bagi peserta JKN. Setiap masukan, apresiasi maupun kritik dari peserta adalah Customer Voice yang sangat berharga,” ujar Nandar.
Keberhasilan menembus 10 besar, lanjut Nandar, adalah buah kerja keras seluruh jajaran serta dukungan peserta dan pemangku kepentingan di Pekalongan.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang Mudah diakses, Cepat diberikan, Setara bagi seluruh peserta, dan Solutif terhadap setiap kebutuhan. Kepercayaan peserta menjadi energi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan,” tambahnya.
Di tingkat pusat, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito menyebut customer experience adalah pilar utama reputasi di era keterbukaan informasi.
Ekspektasi masyarakat yang terus berkembang menuntut BPJS Kesehatan bekerja lebih tanggap.
"Oleh karena itu, kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta serta tanggap memberikan solusi. Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten, baik ketika berinteraksi melalui Kantor Cabang maupun kanal layanan seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya,” kata Pujo, Jumat 4 September 2026.
Pujo menargetkan, praktik pelayanan terbaik dari finalis CX126 tidak hanya berhenti pada penghargaan, melainkan wajib ditiru oleh kantor cabang lain.
“Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,” tegas Pujo.
Senada, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat mengingatkan bahwa layanan prima adalah wujud nyata kehadiran JKN yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pelayanan unggul hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur bergerak dalam satu arah, bekerja dengan standar yang sama, serta menempatkan kebutuhan peserta sebagai orientasi utama. CX126 perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan organisasi yang berkelanjutan,” tegas Stevanus.
Ia menekankan, penilaian CX126 harus berdampak pada perbaikan konkret dan berkelanjutan di seluruh penjuru negeri.
"Dengan demikian, keberhasilan Program JKN tidak hanya dilihat dari capaian masing-masing Kantor Cabang, tetapi dari kemampuan organisasi menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin konsisten bagi seluruh peserta JKN. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setiap peserta JKN, di mana pun berada, merasakan layanan yang semakin mudah, cepat, setara, dan dapat diandalkan,” pungkas Stevanus.
Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto menutup dengan penegasan bahwa kualitas pelayanan tidak diukur dari besar kecilnya kantor atau lokasi, melainkan pada sinkronisasi kepemimpinan, teknologi, SDM, dan budaya kerja yang satu arah. (yan/bis/ida)
Editor : Ida Nor LaylaSumber : Radar Semarang