RADARSEMARANG.ID - Nama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menjadi sorotan setelah Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kabar tersebut membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada kasus yang sedang ditangani KPK, tetapi juga pada kampus negeri yang berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tersebut.
Lantas, seperti apa profil Universitas Jenderal Soedirman atau Unsoed Purwokerto?
Baca Juga: OTT KPK ke-19 Tahun 2026, Rektor Unsoed Masuk Daftar Pihak yang Diamankan
Mengenal Universitas Jenderal Soedirman
Universitas Jenderal Soedirman, yang lebih dikenal dengan nama Unsoed, merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang berada di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Nama universitas ini diambil dari salah satu tokoh nasional asal Banyumas, yakni Jenderal Soedirman.
Unsoed dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang menjadi tujuan pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah Jawa Tengah bagian selatan serta daerah sekitarnya.
Kampus Unsoed juga memiliki posisi penting dalam perkembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan Banyumas dan Jawa Tengah bagian selatan.
Berada di Purwokerto, Banyumas
Unsoed berlokasi di Purwokerto, ibu kota Kabupaten Banyumas. Kota Purwokerto selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Jawa Tengah bagian selatan.
Keberadaan Unsoed turut membuat Purwokerto menjadi salah satu kota tujuan mahasiswa dari berbagai daerah.
Lingkungan kampus Unsoed tersebar di sejumlah lokasi di Purwokerto dan sekitarnya dengan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan akademik mahasiswa dan dosen.
Baca Juga: Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK
Memiliki Beragam Bidang Keilmuan
Sebagai perguruan tinggi negeri, Unsoed menyelenggarakan pendidikan dalam berbagai bidang keilmuan.
Program pendidikan yang tersedia mencakup berbagai rumpun, mulai dari bidang sains dan teknologi, pertanian, peternakan, perikanan, kesehatan, ekonomi, sosial dan politik, hukum, hingga humaniora.
Keragaman bidang keilmuan tersebut menjadikan Unsoed sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah.
Nama Jenderal Soedirman Melekat pada Identitas Kampus
Penggunaan nama Jenderal Soedirman bukan tanpa alasan. Jenderal Soedirman merupakan tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia yang memiliki hubungan erat dengan wilayah Banyumas.
Karena itu, identitas Unsoed tidak dapat dipisahkan dari nama dan sejarah perjuangan Jenderal Soedirman.
Nama tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari identitas institusi pendidikan tinggi yang berada di Purwokerto tersebut.
Rektor Unsoed Terjaring OTT KPK
Sorotan terhadap Unsoed meningkat setelah KPK melakukan OTT terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Rektorat Unsoed.
Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan bahwa Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq merupakan salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Selain rektor, KPK juga mengonfirmasi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo turut terjaring OTT.
OTT tersebut menjadi operasi tangkap tangan ke-19 KPK sepanjang 2026.
Meski demikian, KPK belum mengungkap secara lengkap konstruksi perkara yang menjadi dasar operasi tersebut. Proses pemeriksaan masih dilakukan untuk menentukan status hukum masing-masing pihak.
Karena itu, terjaring atau diamankan dalam OTT tidak dengan sendirinya berarti seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana. Penentuan status hukum tetap menunggu hasil pemeriksaan dan proses hukum KPK.
Unsoed Tetap Menjadi Sorotan Publik
Kasus OTT tersebut membuat nama Unsoed kembali menjadi perhatian publik secara luas.
Bagi masyarakat, terutama calon mahasiswa dan keluarga mahasiswa, perkembangan kasus tersebut menjadi informasi penting untuk diikuti.
Di sisi lain, Unsoed merupakan institusi pendidikan yang memiliki aktivitas akademik dan kemahasiswaan yang jauh lebih luas daripada perkara yang kini sedang ditangani KPK. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi