RADARSEMARANG.ID – Perum Bulog bergerak cepat memastikan ketersediaan beras premium milik pemerintah tetap aman di pasar modern setelah sekitar 40 merek beras fortifikasi ditarik dari peredaran karena dinyatakan tidak memenuhi komposisi sebagaimana hasil uji laboratorium.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi kekosongan stok di tingkat konsumen sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas beras yang beredar di pasaran.
Kehadiran beras premium Bulog di berbagai jaringan ritel modern dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kepercayaan publik. Selain menjamin ketersediaan produk, langkah tersebut juga diharapkan mampu memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan beras premium dengan harga yang tetap terjangkau sesuai ketentuan pemerintah.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pihaknya langsung menginstruksikan seluruh kantor wilayah dan cabang Bulog, khususnya di kota-kota besar, untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai ritel modern.
Tujuannya adalah memastikan produk beras premium Bulog benar-benar tersedia di rak penjualan sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh beras berkualitas.
"Ya kami sudah perintahkan seluruh jajaran di kota-kota besar khususnya, hari ini dari tadi pagi sampai malam ini untuk melaksanakan sidak ke berbagai ritel-ritel modern, untuk memastikan supaya produk beras Bulog itu ada di ritel-ritel modern. Kami khawatir dampak dari penarikan 40 merek produk beras fortifikasi. Ini akan kami antisipasi, jangan sampai kosong di pasaran," kata Rizal saat melakukan inspeksi.
Baca Juga: Saling Melengkapi, Jateng-Kaltim Kantongi Potensi Ekonomi Kerja Sama Rp20,2 Triliun
Sidak tersebut menjadi bagian dari langkah cepat Bulog dalam menjaga rantai distribusi pangan nasional. Penarikan puluhan merek beras fortifikasi dikhawatirkan dapat memicu kekosongan produk di sejumlah gerai modern apabila tidak segera diantisipasi dengan pasokan pengganti yang memadai.
Dari hasil pemantauan langsung di lapangan, Bulog memastikan stok beras premium pemerintah masih tersedia dalam jumlah yang cukup. Kondisi ini memberikan sinyal positif bahwa distribusi beras premium pemerintah masih berjalan normal meski terjadi penarikan sejumlah produk fortifikasi.
"Oleh karena itu kami cek, alhamdulillah di ritel modern Radio Dalam ini ternyata masih ada beras Bulog, dan stoknya banyak," ujar Rizal.
Tak hanya di Jakarta, inspeksi serupa juga digelar secara serentak di berbagai daerah. Bulog mengerahkan seluruh jajarannya untuk mengecek kondisi stok di sejumlah kota besar sebagai upaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap beras premium dengan harga yang sesuai aturan.
"Ya kami laksanakan serempak ini untuk kota-kota besar Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, kemudian Sumatera Utara, Medan, Riau, Bali. Semuanya saya perintahkan untuk mengecek, supaya meyakinkan kepada publik nasional bahwa beras premium pemerintah juga hadir di ritel-ritel modern maupun pasar-pasar rakyat," tutur dia.
Langkah nasional tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan penarikan produk bermasalah, tetapi juga memastikan stabilitas distribusi pangan tetap terjaga. Kehadiran Bulog di pasar modern maupun pasar rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras nasional.
Dalam sidak tersebut, Bulog juga melakukan perbandingan harga dengan sejumlah merek beras premium lainnya yang dijual di ritel modern. Hasilnya menunjukkan adanya selisih harga yang cukup signifikan antara produk Bulog dengan beberapa merek komersial.
Baca Juga: Hampir 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judi Online, Mensos Siapkan Sanksi Tegas
Beras premium Bulog merek Punokawan maupun Befood Sentra Ramos dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp74.500 untuk kemasan 5 kilogram. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan beberapa merek lain yang tersedia di lokasi yang sama.
"Kalau ini bisa dilihat, ini beras kita, beras Bulog harganya Rp74.500 per 5 kg, baik Befood Sentra Ramos maupun Punokawan Rp74.500. Nah contoh nih beras Anak Raja Rp94.500, Topi Koki ini yang 5 kg Rp126.900. Jadi harganya cukup jauh, ini dengan Anak Raja saja bedanya Rp20.000 apalagi dengan Topi Koki, Topi Koki bedanya hampir sekitar Rp50.000 lebih," sebut Rizal.
Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah masih memiliki ruang untuk menjaga daya beli masyarakat melalui penyediaan beras premium dengan harga yang lebih kompetitif.
Dalam situasi ketika harga pangan menjadi perhatian publik, keberadaan beras premium Bulog diharapkan mampu menjadi pilihan utama bagi konsumen tanpa harus mengorbankan kualitas produk.
Rizal menilai, kebijakan menghadirkan beras premium pemerintah di pasar modern merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi masyarakat dari lonjakan harga.
"Nah ini menunjukkan kehadiran negara memberikan harga-harga yang terendah kepada masyarakat. Tujuannya di situasi saat ini perlu support dari pemerintah untuk memberikan harga yang terbaik untuk konsumen, khususnya masyarakat," katanya.
Selain menjaga ketersediaan di ritel modern, Bulog juga mengambil langkah lanjutan dengan mengoptimalkan stok yang tersimpan di gudang-gudang penyimpanan di seluruh Indonesia. Instruksi telah diberikan kepada seluruh kantor wilayah agar segera menyalurkan beras premium ke jaringan distribusi apabila terjadi peningkatan permintaan akibat penarikan produk fortifikasi.
Baca Juga: Kasus Pasien BPJS Meninggal Jadi Sorotan, Menkes Ungkap Hal Ini
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan proses distribusi tetap berjalan tanpa hambatan. Dengan stok yang tersedia di gudang Bulog, pemerintah berharap tidak terjadi kepanikan masyarakat maupun gangguan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
"Ya kita dorong terus, kami sudah sampaikan melalui zoom meeting seluruh Indonesia untuk menggelontorkan beras-beras premium yang dimiliki di gudang, untuk keperluan masyarakat, antisipasi terkait dengan nanti akan dilaksanakan penarikan beras-beras yang fortifikasi yang tidak sesuai dengan komposisinya demikian," pungkas dia.
Penarikan sekitar 40 merek beras fortifikasi sebelumnya dilakukan setelah hasil pengujian laboratorium menunjukkan adanya ketidaksesuaian komposisi dengan ketentuan yang berlaku.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena menyangkut perlindungan konsumen, kualitas pangan, serta transparansi produk yang beredar di pasar.
Di sisi lain, keberadaan beras premium Bulog menjadi salah satu instrumen stabilisasi pangan yang memiliki fungsi ganda, yakni menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan harga.
Dengan harga yang mengikuti HET dan distribusi yang diperluas ke berbagai ritel modern maupun pasar rakyat, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memperoleh beras premium berkualitas tanpa terbebani lonjakan harga.
Langkah cepat Bulog ini juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah, pelaku distribusi, dan jaringan ritel modern dalam menjaga kelancaran pasokan pangan nasional.
Bagi masyarakat, ketersediaan stok yang memadai serta harga yang tetap terkendali menjadi faktor utama untuk menjaga rasa aman di tengah dinamika pasar beras.
Pemerintah pun menegaskan akan terus memantau kondisi di lapangan agar distribusi beras premium tetap berjalan lancar, kebutuhan masyarakat terpenuhi, dan stabilitas pangan nasional tetap terjaga. (dka)
Editor : Baskoro Septiadi