RADARSEMARANG, Semarang - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, secara resmi menyatakan dukungan kepada KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf untuk menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dukungan tersebut tertuang dalam Surat Pernyataan Dukungan Nomor 31/PC.03/A.I.01.99/2506/08/2026 tertanggal 5 Agustus 2026. Surat ditandatangani Ketua Tanfidziyah PCNU Polewali Mandar KH Arsyad, S.Ag., M.Pd.I. dan Sekretaris Muchlis Khaddam, S.Ag., M.Pd.I.
“Kami sepenuhnya memberikan dukungan kepada KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, untuk menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” kata KH Arsyad, dalam keterangan tertulisnya.
PCNU Polewali Mandar juga menyatakan siap memperjuangkan dan memberikan suara kepada Gus Yusuf dalam pemilihan Ketua Umum PBNU melalui Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.
Menurut KH Arsyad, dukungan tersebut diberikan setelah mempertimbangkan kapasitas keulamaan, pengalaman organisasi, kemampuan manajerial, keluasan jaringan, serta komitmen Gus Yusuf dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
Gus Yusuf juga dinilai memiliki komitmen kuat untuk memperkuat jam’iyah dan meningkatkan pelayanan kepada jamaah Nahdlatul Ulama.
“KH Muhammad Yusuf Chudlori merupakan sosok yang mampu merawat persatuan, membangun tata kelola organisasi yang amanah dan profesional, serta membawa Nahdlatul Ulama semakin mandiri, maslahat, dan relevan dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Sekretaris PCNU Polewali Mandar, Muchlis Khaddam.
Dalam surat berkop resmi tersebut, PCNU Polewali Mandar menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan dan memberikan suara kepada Gus Yusuf dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU.
PCNU Polewali Mandar juga mendorong seluruh muktamirin agar menjadikan AD/ART sebagai landasan utama dalam proses pemilihan kepemimpinan PBNU.
“Kami berkomitmen memperjuangkan dan memberikan suara kepada KH Muhammad Yusuf Chudlori dalam proses pemilihan Ketua Umum PBNU berdasarkan AD/ART. Aturan dasar organisasi harus menjadi pedoman agar setiap kader terbaik NU memperoleh kesempatan untuk berkhidmat,” tegasnya.
Dukungan ini hadir di tengah harapan warga dan pengurus NU agar Muktamar menjadi momentum untuk mengakhiri konflik internal yang tidak produktif, memulihkan marwah organisasi, dan memperkuat kembali persatuan jam’iyah.
PCNU Polewali Mandar meyakini Gus Yusuf merupakan figur kiai yang mampu menyatukan berbagai potensi di lingkungan NU. Keyakinan itu didasarkan pada pengalaman panjangnya dalam mengelola pesantren, organisasi sosial kemasyarakatan, serta membangun jaringan lintas kelompok.
Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Gus Yusuf dinilai berhasil memadukan keteguhan dalam menjaga tradisi pesantren dengan kemampuan mengembangkan tata kelola kelembagaan yang profesional dan responsif terhadap perubahan zaman.
API Tegalrejo juga memiliki hubungan historis dengan Presiden keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang pernah menimba ilmu di pesantren tersebut pada masa mudanya.
Dengan rekam jejak keulamaan, pengalaman organisasi, dan kemampuan manajerial tersebut, Gus Yusuf dinilai memiliki modal penting untuk merawat persatuan sekaligus membawa PBNU lebih amanah, mandiri, dan berorientasi pada pelayanan kepada jamaah.