RADARSEMARANG.ID –Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat Tahun 2026 memasuki tahapan krusial.
Sebanyak 118.432 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti Seleksi Kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos).
Ribuan peserta kini menantikan pengumuman hasil Seleksi Kompetensi CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.
Proses seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 menjadi salah satu rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) terbesar tahun ini. Melalui sistem Computer Assisted Test (CAT), pemerintah berupaya memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki tanpa adanya intervensi pihak mana pun.
Baca Juga: Perbedaan Bansos Tahap 1 dan 2 Tahun 2026: Ini Penjelasan Lengkap yang Wajib Diketahui KPM
BKN menyatakan pelaksanaan Seleksi Kompetensi CAT PPPK Sekolah Rakyat berlangsung mulai 17 Juli hingga 31 Juli 2026. Seleksi tersebut digelar di 42 titik lokasi yang tersebar di berbagai daerah, terdiri atas 35 titik lokasi milik BKN dan tujuh lokasi mandiri instansi.
Dalam keterangan resmi Humas BKN disebutkan bahwa tahapan ini diikuti oleh ratusan ribu peserta dari seluruh Indonesia.
"Tercatat tahap seleksi kompetensi ini akan diikuti oleh 118.432 peserta dari seluruh Indonesia," demikian keterangan resmi Humas BKN.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan seleksi ASN, BKN menegaskan seluruh aspek teknis telah dipersiapkan secara matang.
Mulai dari infrastruktur teknologi, jaringan komputer, sistem keamanan, sarana dan prasarana ujian, hingga kesiapan sumber daya manusia di setiap titik lokasi telah dipastikan berjalan optimal.
Persiapan tersebut dilakukan untuk menjamin pelaksanaan seleksi berjalan sesuai prinsip sistem merit yang menjadi dasar rekrutmen ASN di Indonesia. Dengan sistem tersebut, setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
Baca Juga: Ini Dia Perbedaan Antara PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu, Terbagi Tugas dan Terbatas Gaji
Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen BKN, Yani Rosyani, menegaskan bahwa integritas menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan seleksi kompetensi PPPK Sekolah Rakyat.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung sesuai prinsip sistem merit, sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kompetensi yang dimiliki," ujarnya.
Ia juga memastikan seluruh proses ujian berlangsung profesional, sportif, dan tetap menjaga integritas selama tahapan seleksi berlangsung di seluruh Indonesia.
Menurut Yani Rosyani, penggunaan Computer Assisted Test (CAT) BKN telah menjadi standar nasional dalam proses rekrutmen ASN karena mampu menghadirkan sistem penilaian yang objektif, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
"Seleksi kompetensi dilakukan dengan CAT BKN, sistem seleksi yang telah menjadi standar nasional dalam rekrutmen ASN.
Melalui sistem ini, proses penilaian dilakukan secara transparan dan akuntabel, menjamin objektivitas hasil, serta memberikan kepastian bahwa seluruh peserta dinilai dengan standar yang sama," ungkapnya saat membuka hari pertama pelaksanaan seleksi di Kantor Pusat BKN, Jakarta.
Selain menerapkan sistem penilaian berbasis komputer, BKN juga tetap mengedepankan prinsip keterbukaan kepada masyarakat melalui fasilitas live score CAT.
Baca Juga: Sekolah Rakyat 2026: Ketentuan Seleksi Kompetensi Mulai Panduan Lengkap untuk Peserta PPPK Kemensos
Dengan adanya tayangan nilai secara langsung, peserta maupun masyarakat dapat memantau hasil ujian secara real time sehingga meningkatkan kepercayaan terhadap proses seleksi.
Sementara itu, berdasarkan Pengumuman Nomor 2260/1/KP.01.01/06/2026 tentang Penyesuaian Kedua Jadwal Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
untuk Jabatan Fungsional Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat di lingkungan Kementerian Sosial Republik Indonesia Tahun 2026, hasil Seleksi Kompetensi CAT dijadwalkan diumumkan pada 31 Juli 2026.
Pengumuman tersebut menjadi momen yang paling dinantikan seluruh peserta karena menentukan apakah mereka berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya dalam proses seleksi PPPK Sekolah Rakyat Tahun Anggaran 2026.
Peserta diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang beredar di media sosial atau sumber tidak resmi terkait hasil seleksi. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai kelulusan hanya diumumkan melalui kanal resmi BKN maupun SSCASN.
Bagi peserta yang ingin mengetahui hasil Seleksi Kompetensi CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui akun SSCASN.
Langkah pertama, peserta membuka laman resmi SSCASN BKN. Selanjutnya pilih menu masuk atau login menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta kata sandi yang digunakan saat melakukan pendaftaran.
Setelah itu, peserta diminta memasukkan kode CAPTCHA sebagai bentuk verifikasi keamanan, kemudian menekan tombol masuk. Jika proses login berhasil, peserta dapat membuka halaman resume atau status pendaftaran.
Apabila pengumuman hasil telah dirilis, status kelulusan Seleksi Kompetensi CAT PPPK Sekolah Rakyat 2026 akan muncul secara otomatis pada akun SSCASN masing-masing peserta.
Peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi CAT tidak langsung diangkat sebagai PPPK. Mereka masih harus mengikuti tahapan berikutnya berupa Seleksi Kompetensi Tambahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia seleksi.
Karena itu, seluruh peserta diharapkan rutin memantau pengumuman resmi agar tidak terlambat mengikuti setiap tahapan lanjutan maupun melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan.
Pelaksanaan Seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan pada program Sekolah Rakyat yang berada di bawah Kementerian Sosial.
Kehadiran tenaga pendidik yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat serta memperkuat pemerataan akses pendidikan di berbagai daerah.
Dengan sistem CAT yang telah teruji selama bertahun-tahun dalam seleksi ASN, pemerintah berharap seluruh proses rekrutmen berjalan secara adil, profesional, bebas dari praktik kecurangan, serta menghasilkan guru dan tenaga kependidikan terbaik sesuai kebutuhan Sekolah Rakyat.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi