Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional karena Pengobatan Jantung, Nanik Deyang Masih Berstatus Komisaris Pertamina

Deka Yusuf Afandi • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:37 WIB
nanik s deyang
nanik s deyang

 

RADARSEMARANG.ID – Pengunduran diri Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menjadi perhatian publik setelah dipastikan telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk fokus menjalani pengobatan penyakit jantung.

Keputusan tersebut memunculkan berbagai respons karena Nanik selama ini memegang peran penting dalam menjalankan salah satu program prioritas pemerintahan, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi andalan Presiden Prabowo dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Kabar pengunduran diri tersebut disampaikan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, melalui akun Instagram resminya. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan sehingga Nanik memilih mengutamakan proses pemulihan.

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," tulis Dirgayuza.

Kepergian Nanik dari pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional menjadi sorotan karena lembaga tersebut memegang tanggung jawab besar dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Kesempatan Emas! Rekrutmen PPPK Badan Gizi Nasional 2026 Tahap 3 dan 4 Dibuka Lebar, Cek Syarat Lengkapnya

Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, tetapi juga melibatkan tata kelola rantai pasok pangan nasional, pengawasan kualitas makanan, distribusi logistik, hingga koordinasi lintas kementerian dan lembaga pemerintah.

Dalam unggahannya, Dirgayuza turut mengenang sosok Nanik yang telah dikenalnya sejak menjelang Pemilu 2014. Menurutnya, kepedulian Nanik terhadap masyarakat kecil menjadi karakter yang tidak pernah berubah selama lebih dari satu dekade.

"Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," ujarnya.

Dirgayuza juga mengungkap sejumlah kiprah Nanik yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya ketika Nanik mengangkat kasus Wilfrida Soik, seorang buruh migran Indonesia yang sempat menghadapi ancaman hukuman mati di Malaysia.

Baca Juga: Badan Gizi Nasional Siapkan 99 Ribu PPPK di 2026, Ini Fakta Penting Untuk Tahap 3 dan 4 yang Wajib Kamu Tahu

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto sehingga upaya pembelaan terhadap Wilfrida dapat dilakukan secara lebih maksimal.

Selain itu, Nanik juga disebut sebagai sosok yang mengusulkan program becak listrik bagi para pengayuh becak lanjut usia. Gagasan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang masih menggantungkan penghasilan dari pekerjaan fisik di usia senja.

"Bu Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia," imbuhnya.

Di balik pengunduran dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, perhatian publik juga tertuju pada status Nanik yang hingga kini masih tercatat sebagai anggota Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero).

Berdasarkan dokumen resmi perusahaan, Nanik Sudaryati Deyang diangkat sebagai Komisaris PT Pertamina melalui Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara bersama Direktur Utama PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham.

Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management Nomor SK-150/MBU/06/2025 dan Nomor SK.012/DI-DAM/DO/2025 tertanggal 12 Juni 2025 mengenai pemberhentian dan pengangkatan anggota Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero).

Sampai saat ini belum terdapat pengumuman resmi mengenai pemberhentian Nanik dari jabatan komisaris di perusahaan energi terbesar di Indonesia tersebut.

Baca Juga: Nanik S Deyang Resmi Menjadi Kepala BGN, Perjalanan Karier dan Tantangan Besar Program Makan Bergizi Gratis

Dengan demikian, sebelum pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN efektif sepenuhnya, Nanik sempat tercatat memegang dua jabatan strategis sekaligus, yakni sebagai Kepala Badan Gizi Nasional dan Komisaris PT Pertamina (Persero).

Kondisi rangkap jabatan pejabat publik selama ini memang kerap menjadi perhatian berbagai kalangan. Isu tersebut tidak hanya berkaitan dengan efektivitas kepemimpinan, tetapi juga menyangkut tata kelola pemerintahan yang baik, pembagian fokus kerja, serta potensi benturan kepentingan apabila seseorang memegang dua posisi penting secara bersamaan.

Perhatian terhadap jabatan Kepala Badan Gizi Nasional semakin besar karena lembaga tersebut memegang peranan sentral dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Program unggulan pemerintah ini melibatkan anggaran negara dalam jumlah besar dan membutuhkan koordinasi lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan tepat sasaran.

Tidak hanya mengatur distribusi makanan bergizi, BGN juga bertanggung jawab memastikan kualitas pangan, menjaga kelancaran rantai pasok, bekerja sama dengan pemerintah daerah, serta melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Kompleksitas tugas tersebut membuat banyak pihak menilai bahwa posisi Kepala Badan Gizi Nasional memerlukan perhatian dan dedikasi penuh.

Di sisi lain, jabatan Komisaris PT Pertamina (Persero) juga memiliki tanggung jawab yang tidak kalah besar. Sebagai salah satu badan usaha milik negara paling strategis, Pertamina mengelola sektor energi nasional yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Nasib PPPK Paruh Waktu 2026, Bisa Diangkat Penuh Jika Penuhi Ketentuan, Ini Penjelasan Kepala Badan Kepegawaian Negara

Peran komisaris mencakup fungsi pengawasan terhadap kebijakan direksi, pengelolaan perusahaan, hingga memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Karena itu, status rangkap jabatan yang sempat melekat pada Nanik menjadi perhatian publik, terutama di tengah besarnya tanggung jawab yang harus dijalankan pada kedua institusi tersebut.

Meski demikian, keputusan Nanik mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional disebut murni didasari alasan kesehatan agar dapat fokus menjalani pengobatan jantung.

Hingga kini pemerintah belum mengumumkan secara resmi siapa sosok yang akan menggantikan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Penunjukan pimpinan baru dinilai penting mengingat Program Makan Bergizi Gratis telah menjadi salah satu prioritas nasional yang terus berjalan dan membutuhkan kesinambungan kepemimpinan agar target peningkatan kualitas gizi masyarakat tetap dapat dicapai sesuai rencana pemerintah.

Pengunduran diri Nanik sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan memimpin lembaga strategis negara tidak hanya berkaitan dengan kemampuan manajerial dan kebijakan publik, tetapi juga kesiapan fisik serta kesehatan pemimpinnya.

Dengan mundurnya Nanik dari Badan Gizi Nasional, perhatian kini tertuju pada proses transisi kepemimpinan dan langkah pemerintah dalam memastikan program-program strategis di bidang gizi tetap berjalan optimal tanpa mengganggu pelayanan kepada masyarakat.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
Nanik Deyang Nanik Deyang mundur Komisaris Pertamina Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang