RADARSEMARANG.ID – Seleksi Kompetensi PPPK Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) resmi dimulai pada hari Jumat, 17 Juli 2026.
Momen ini menjadi penentu bagi ribuan peserta yang telah lolos tahap administrasi untuk dapat bergabung dalam program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah sebagai upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan gratis .
Pelaksanaan seleksi kompetensi ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan di 42 titik lokasi ujian di seluruh Indonesia, terdiri dari 35 titik lokasi BKN dan 7 titik lokasi mandiri instansi .
Peserta dihadapkan pada serangkaian tes yang komprehensif meliputi Kompetensi Teknis, Kompetensi Sosial Kultural, Kompetensi Manajerial, serta Wawancara . Sifat dari tes ini adalah menggugurkan, sehingga hasilnya akan menjadi komponen krusial dalam penilaian kelulusan akhir.
Baca Juga: Keputusan Mengejutkan dari Kementerian ESDM, Segini Tarif Listrik Periode Juli-September 2026
Sebagaimana informasi yang dirilis oleh panitia seleksi, total formasi yang diperebutkan mencapai 8.180 formasi, yang terbagi atas 3.053 formasi untuk jabatan fungsional guru dan 5.127 formasi untuk tenaga kependidikan .
Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan sumber daya manusia untuk mengisi posisi-posisi vital di Sekolah Rakyat.
Mengingat tingginya tingkat persaingan, memahami secara mendalam materi pokok seleksi menjadi langkah strategis bagi peserta untuk memaksimalkan peluang kelulusan di tahapan yang sangat menentukan ini.
Materi Pokok Seleksi Kompetensi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Bagi para peserta yang melamar pada jabatan Ahli Pertama – Guru materi pokok yang diujikan sangat komprehensif dan didesain untuk menguji kompetensi pedagogik serta profesionalisme seorang pendidik.
Ruang lingkup materi meliputi penguasaan konsep dan materi suatu disiplin ilmu yang relevan, serta hirarki dan prasyarat dari disiplin ilmu tersebut . Peserta juga perlu memahami keterkaitan suatu konsep dengan konsep yang lain dalam bidang keilmuannya.
Tidak hanya penguasaan materi ajar, seleksi juga akan menguji pemahaman mendalam tentang teori-teori belajar yang fundamental. Beberapa teori yang disebutkan dalam kisi-kisi adalah teori belajar Ausubel tentang pembelajaran bermakna, teori Gagne tentang kondisi belajar, dan teori perkembangan kognitif Piaget yang menekankan tahapan usia anak .
Pemahaman tentang Taksonomi Bloom dan perkembangannya, serta konsep tentang Profil Pelajar Indonesia juga menjadi bagian penting yang harus dikuasai . Aspek lain yang tidak kalah krusial adalah kemampuan dalam merancang dan mengelola pembelajaran yang efektif.
Baca Juga: Sekolah Rakyat 2026: Gaji dan Tunjangan Guru PPPK Sekolah Rakyat 2026 Bisa Tembus Rp7 Juta
Materi mencakup desain pembelajaran, facilitating learning, hingga pengembangan motivasi siswa melalui behavior modification & habit formation .
Peserta juga akan diuji mengenai berbagai teknik asesmen di tingkat kelas (classroom-based assessment), termasuk konsep assessment as learning dan assessment for learning, serta bagaimana memanfaatkan hasil asesmen untuk perbaikan pembelajaran melalui program remedial dan pengayaan .
Lebih jauh, materi bagi guru mencakup pemahaman tentang karakteristik murid berkebutuhan khusus, tahapan perkembangan berdasarkan usia, serta prinsip-prinsip differentiated learning dan Individualized Education Program (IEP) .
Kompetensi sosial dan profesional juga diujikan melalui topik tentang interaksi guru-murid, school safety, diversity, kode etik guru, hingga kemampuan komunikasi dasar seperti active listening .
Materi tentang pengertian dan pengembangan potensi, perencanaan karir, serta pengembangan potensi diri turut menjadi bagian dari asesmen untuk memastikan guru tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan .
Materi Pokok Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat 2026
Untuk jabatan tenaga kependidikan, materi pokok disesuaikan dengan peran dan tanggung jawab masing-masing posisi. Kementerian Sosial membuka empat kategori besar jabatan tendik dengan rincian materi yang spesifik .
Penata Layanan Operasional (Wali Asuh/Wali Asrama)
Bagi peserta yang melamar sebagai Wali Asuh atau Wali Asrama, materi akan berfokus pada kemampuan manajerial dan operasional pengasuhan.
Baca Juga: Perbedaan Bansos Tahap 1 dan 2 Tahun 2026: Ini Penjelasan Lengkap yang Wajib Diketahui KPM
Pokok-pokok materi meliputi kemampuan melakukan kajian awal terhadap permasalahan layanan operasional, menyusun rencana layanan operasional, hingga menyiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan .
Kemampuan dalam melaksanakan layanan operasional sesuai hasil kajian serta mengevaluasi pelaksanaan layanan tersebut menjadi bagian penting yang akan diujikan untuk memastikan kualitas pendampingan terhadap peserta didik di lingkungan asrama .
Pengelola Layanan Operasional (Operator Sekolah/Pengelola Keuangan)
Untuk posisi Operator Sekolah dan Pengelola Keuangan, materi difokuskan pada aspek teknis pengelolaan operasional sekolah.
Cakupan materinya meliputi penyusunan rencana kebutuhan peralatan operasional dan jadwal penggunaannya, serta pemeliharaan dan perawatan peralatan sesuai prosedur .
Peserta juga akan diuji tentang kemampuan mengoperasikan dan memperbaiki peralatan operasional, yang menunjukkan bahwa posisi ini membutuhkan keterampilan teknis yang mumpuni .
Operator Layanan Operasional (Tenaga Administrasi)
Bagi pelamar Tenaga Administrasi, materi seleksi berfokus pada pengelolaan sarana dan prasarana serta administrasi perkantoran.
Materi yang diujikan mencakup prosedur penerimaan dan pemeriksaan sarana prasarana beserta dokumennya, pencatatan dokumen pada buku kendali untuk tertib administrasi, serta pendistribusian sarana dan prasarana ke unit terkait .
Kemampuan menginventarisasi, mengatur penggunaan, mengecek kondisi, memelihara sarana dan prasarana, serta memberikan layanan permintaan dan peminjaman sesuai prosedur menjadi kompetensi utama yang dinilai .
Dengan memahami secara detail materi pokok yang telah ditetapkan ini, peserta dapat memfokuskan strategi belajar mereka pada area-area yang paling relevan.
Persiapan yang matang, baik dari segi penguasaan materi maupun kesiapan mental, akan sangat membantu peserta dalam menghadapi tes CAT yang transparan dan akuntabel ini.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi