Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gempa M 6,2 Guncang Halmahera Barat Maluku Utara, BMKG Bilang Begini

Sulistiono • Jumat, 3 Juli 2026 | 12:38 WIB
Ilustrasi Seismograf mencatat kekuatan gempa. (Jawa Pos)
Ilustrasi Seismograf mencatat kekuatan gempa. (Jawa Pos)

 

RADARSEMARANG.ID - Warga di wilayah Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat pagi (3/7/26) dikejutkan dengan guncangan gempa tektonik yang mereka rasakan saat tengah melakukan aktivitas. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 dan memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Dari catatan yang dibagikan BMKG, gempa dirasakan terjadi  pada pukul 09.31 WIB, dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 56 kilometer barat daya Pulau Doi, Halmahera Barat.

Berdasarkan analisis terbaru BMKG, gempa memiliki magnitudo 6,2 dengan kedalaman 104 kilometer.

Baca Juga: Terikat Janji 3 Juli 2026 Episode 91, Rahasia Besar yang Disembunyikan Davina Akhirnya Terbongkar

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan episenter gempa berada pada koordinat 1,93 derajat Lintang Utara dan 127,42 derajat Bujur Timur.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter terbaru dengan magnitudo M6,2 pada kedalaman 104 kilometer. Episenter gempa berada di laut sekitar 56 kilometer arah barat daya Pulau Doi, Halmahera Barat, Maluku Utara," ungkap Wijayanto.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas yang berbeda-beda.

Di Halmahera Utara, intensitas mencapai skala III-IV MMI, mengakibatkan warga berhamburan ke luar rumah, karena guncangannya terasa menggetarkan jendela dan pintu rumah. 

Sementara itu, masyarakat di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai merasakan gempa dengan intensitas III MMI. Getaran juga dirasakan hingga Manado, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango dengan intensitas II-III MMI.

BMKG menjelaskan, gempa tersebut merupakan gempa bumi menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng Laut Maluku." Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust fault,"imbuh Wijayanto.

Hingga pukul 09.50 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada namun tidak panik serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga: Satpol PP Demak Bongkar Warung Miras Es Moni di Turitempel Guntur

BMKG juga meminta warga menghindari bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa hingga dipastikan aman.

Masyarakat diimbau hanya mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG, seperti situs resmi, media sosial BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan WRS-BMKG. (sls)

Editor : Baskoro Septiadi
#gempa halmahera barat #gempa maluku utara #gempa hari ini #gempa bumi #BMKG