RADARSEMARANG.ID, Kudus – Dalam semangat memperingati Hari Lahir Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Semarang terus menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab bersama kepada generasi muda melalui edukasi keselamatan ketenagalistrikan.
Kegiatan ini digelar di SD Negeri 3 Mejobo, Kabupaten Kudus, dengan focus edukasi pada bahaya bermain laying-layang disekitar jaringan Listrik PLN.
Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, para siswa diberikan pemahaman mengenai potensi bahaya yang dapat ditimbulkan saat bermain layang-layang di sekitar Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) maupun Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Selain berisiko menyebabkan sengatan listrik, aktivitas tersebut juga dapat memicu gangguan pada sistem penyaluran tenaga listrik yang berdampak pada masyarakat luas.
Manager PLN UPT Semarang, Achmad Ridwan, menjelaskan bahwa meskipun bermain layang-layang merupakan permainan tradisional yang masih banyak digemari anak-anak, aktivitas tersebut harus dilakukan di lokasi yang aman dan jauh dari jaringan listrik.
Bermain layang-layang merupakan bagian dari budaya dan aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa bermain layang-layang di dekat jaringan listrik sangat berbahaya.
"Benang layang-layang, terutama yang basah atau mengandung material konduktif, dapat menghantarkan listrik dan berpotensi menyebabkan kecelakaan yang berakibat fatal,” ujar Achmad.
Ia menambahkan bahwa sosialisasi ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep Right of Way (ROW) kepada para siswa. ROW merupakan ruang bebas di sekitar jaringan transmisi yang harus dijaga dari berbagai potensi gangguan, baik berupa bangunan, pepohonan, maupun aktivitas masyarakat yang dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu keandalan penyaluran listrik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga ruang bebas jaringan listrik. Harapannya, para siswa tidak hanya memahami risiko yang ada, tetapi juga dapat menjadi penyambung informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya keselamatan ketenagalistrikan,” tambahnya.
Kepala SD Negeri 3 Mejobo, Rumiah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN yang telah menghadirkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan bagi para siswa.
Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan aktivitas sehari-hari anak-anak dan memberikan manfaat tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi para guru serta orang tua.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PLN. Edukasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran anak-anak terhadap potensi bahaya di sekitar mereka. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat lebih berhati-hati dalam beraktivitas dan turut menyampaikan informasi ini kepada keluarga maupun teman-temannya,” ungkap Rumiah.
Sementara itu, Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Handy Wihartady, menegaskan bahwa PLN akan terus memperluas jangkauan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan listrik yang andal dan aman.
“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi yang menyasar generasi muda, kami berharap dapat membangun budaya sadar keselamatan sejak dini,” ujar Handy.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata PLN yang berperan tidak hanya sebagai penyedia tenaga listrik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
PLN berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di sekitar jaringan listrik dapat menekan potensi gangguan akibat benda asing, termasuk layang-layang, sehingga pasokan listrik kepada pelanggan tetap terjaga secara andal. (*/ida)
Editor : Ida Nor Layla