RADARSEMARANG.ID — Kabar terkini mengenai pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil /Seleksi CPNS tahun 2026 menunjukkan bahwa memicu persaingan ketat dalam seleksi ASN.
Oleh karena itu, memahami secara rinci berbagai persyaratan yang dibutuhkan menjadi langkah awal penting untuk menghindari kegagalan, terutama di tahap seleksi administrasi.
Selain itu, persiapan mental dan materi juga sangat krusial.
Seleksi CPNS 2026 terdiri dari tiga tahapan utama:
- Seleksi Administrasi,
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan
- Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Pelamar dianjurkan untuk berlatih soal-soal SKD yang mencakup Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), agar terbiasa dengan manajemen waktu saat menghadapi ujian CAT.
Menjadi ASN 2026 adalah impian banyak orang di Indonesia.
Namun, hampir 30% pelamar gagal bahkan sebelum mengikuti ujian CAT.
Penyebab kegagalan sering dianggap remeh, seperti persyaratan berkas yang tidak sesuai, resolusi scan yang buram, dan kesalahan dalam mengunggah tahun akreditasi.
- Kartu Tanda Penduduk (KTP):
Pemindaian KTP dapat dilakukan dengan menggunakan kamera ponsel atau aplikasi pemindai (scanner).
Pastikan seluruh data pada KTP terbaca dengan jelas (tidak blur).
Sangat disarankan menggunakan KTP elektronik (e-KTP) versi terbaru.
- Ijazah:
Pastikan Anda menggunakan ijazah asli, bukan fotokopi, kecuali diminta secara khusus.
Untuk pemindaian, disarankan menggunakan mesin scanner (bukan aplikasi HP) untuk menghasilkan dokumen yang maksimal.
Sebelum mengunggah file, pastikan format dan ukuran sesuai ketentuan.
Jika melakukan resize, pastikan data masih terbaca jelas.
- Transkip Nilai
Pastikan dokumen yang diunggah adalah transkrip nilai asli, bukan fotokopi.
Semua nilai harus terlihat jelas dan sesuai dengan data yang Anda masukkan di portal SSCASN.
Gunakan mesin pemindai untuk hasil terbaik, serta pastikan format dan ukuran file sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan.
- Pas Foto Terbaru
Calon peserta wajib mengunggah pas foto terbaru berlatar belakang merah, mengenakan pakaian formal berupa kemeja putih tanpa motif.
- Swafoto Untuk hasil yang terbaik, gunakan laptop dan pastikan webcam Anda sudah aktif saat berfoto.
- Gunakan pakaian yang rapi dan sopan.
Pastikan wajah Anda terlihat jelas di layar, serta berikan senyuman yang baik.
· Surat Lamaran dan Surat Pernyataan Surat lamaran dan surat pernyataan biasanya sudah disediakan dalam format baku (template) oleh instansi terkait.
- Pastikan Anda mengunduh dan menggunakan format terbaru tahun 2026 yang telah ditentukan.
- Akreditasi Kampus/Prodi Pastikan dokumen akreditasi yang diunggah adalah akreditasi yang berlaku saat Anda lulus, bukan akreditasi terbaru saat ini.
Tergantung ketentuan instansi, Anda mungkin diminta mengunggah akreditasi universitas, akreditasi program studi, atau keduanya.
- Sertifikat TOELF
Sertifikat ini menjadi syarat wajib bagi instansi tertentu, seperti Kemenlu atau kementerian lainnya.
Pastikan skor Anda memenuhi batas minimum yang ditentukan oleh instansi masing-masing.
- Surat Tanda Registrasi (STR) Dokumen ini wajib bagi pelamar tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, bidan, dan profesi medis lainnya.
Pastikan STR masih dalam masa berlaku.
- Pembubuhan Materai Periksa instruksi pada surat lamaran, apakah harus ditulis tangan atau diketik.
Jika sudah sesuai, tanda tangan dengan menggunakan pena hitam.
Setelah ditandatangani, bubuhkan meterai sesuai dengan ketentuan yang diminta (meterai tempel atau e-meterai).
Lolos seleksi administrasi adalah langkah pertama dan penting dalam perjuangan Anda menuju tahap berikutnya.
Ingat, ketelitian adalah kunci bagi seorang calon abdi negara.
Jangan menunda menyiapkan dokumen-dokumen di atas; lebih baik menyiapkannya lebih awal daripada terburu-buru saat sistem pendaftaran sedang ramai. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi