RADARSEMARANG.ID — Dalam upaya mendukung prioritas program Presiden Prabowo terkait pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia, Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan seleksi PPPK di lingkungan BGN berjalan optimal, integritas, dan akuntabel.
Seleksi PPPK BGN 2025 ini mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2025 Pasal 7, yang menyatakan bahwa pengadaan aparatur sipil negara (ASN) dapat dilakukan secara nasional atau pada tingkat instansi.
Untuk BGN, kebutuhan formasi PPPK ditentukan berdasarkan kebutuhan instansi, setelah mendapat persetujuan resmi dari Kementerian PANRB.
Berdasarkan persetujuan tersebut, BGN membuka total 32.000 formasi PPPK, terdiri dari 31.250 formasi khusus dan 750 formasi umum.
Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekrutmen BKN, Yani Rosyani, menjelaskan jumlah formasi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BGN melalui penambahan SDM yang kompeten dan profesional.
Seleksi kompetensi PPPK dilakukan secara bertahap agar mencakup peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
“Seleksi kompetensi PPPK BGN secara nasional dimulai pada Selasa, 16 Desember 2025 di 34 lokasi, termasuk kantor BKN dan beberapa lokasi mandiri. Rangkaian seleksi ini dijadwalkan berlangsung hingga 23 Desember 2025,” ujarnya dikutip (18/12/2025).
Untuk mendapatkan hasil terbaik, kamu perlu mempersiapkan diri dengan baik.
Ikuti langkah-langkah berikut:
1. Pelajari materi dan kisi-kisi yang resmi.
Langkah pertama adalah memahami tugas utama dan fungsi Badan Gizi Nasional.
Kamu harus mengunjungi situs resmi BKN atau BGN untuk mencatat kebijakan pemerintah terkait program gizi nasional yang terbaru.
Pengetahuan ini akan membuat jawabanmu terlihat lebih luas dan mendalam.
2. Lakukan simulasi latihan berbicara.
Latihan secara rutin bisa mengurangi rasa cemas saat bertemu penguji.
Kamu bisa menulis poin jawaban penting, lalu berlatih menyampaikannya di depan cermin atau merekam suaranya sendiri.
Fokus pada intonasi yang jelas dan sopan agar pesanmu sampai dengan baik.
3. Siapkan dokumen dan portofolio pendukung.
Dokumen yang lengkap akan membuat kamu lebih percaya diri saat wawancara.
Siapkan sertifikat pelatihan gizi, dokumentasi kegiatan lapangan, atau hasil penelitian yang relevan.
Meskipun tidak selalu diminta, dokumen ini bisa menjadi bukti konkret atas keahlian yang kamu ceritakan.
4. Jaga kondisi kesehatan mental.
Ketenangan batin sangat berpengaruh pada konsentrasi saat menjawab pertanyaan.
Atur jadwal istirahat yang cukup dan lakukan aktivitas yang menenangkan sebelum hari wawancara.
Mental yang stabil akan membantu kamu tetap fokus meskipun bertemu pertanyaan yang sulit.
Tips sukses menjawab wawancara:
- Datang tepat waktu dengan pakaian rapi dan sopan sesuai aturan.
- Berikan jawaban yang jujur dan tulus, tetapi tetap terstruktur dengan pola pikir yang logis.
- Sertakan contoh pengalaman nyata yang pernah kamu lakukan untuk memperkuat argumen di depan pewawancara.
Keberhasilan dalam tes wawancara PPPK BGN sangat bergantung pada persiapan yang matang dan kepercayaan diri yang tinggi.
Dengan memahami jenis pertanyaan serta melatih kemampuan teknis, kamu punya peluang besar untuk menjadi bagian dari pejuang gizi nasional.
Teruslah berusaha dan tunjukkan komitmen terbaik kamu untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
Contoh soal wawancara PPPK BGN
Pewawancara akan menanyakan berbagai hal mengenai diri Anda melalui empat kategori utama berikut:
- Pertanyaan tentang Motivasi dan Tujuan Karir
Pewawancara biasanya bertanya mengapa Anda tertarik untuk menjadi PPPK di Badan Gizi Nasional.
Contoh pertanyaan bisa seperti, “Apa alasan Anda ingin menjadi PPPK?” atau “Mengapa Anda layak diterima?”
Jawaban terbaik adalah dengan menjelaskan bagaimana keinginan pribadi Anda bertalian dengan semangat pelayanan masyarakat dan peningkatan kualitas gizi.
- Pertanyaan tentang Kesiapan Penempatan
Badan Gizi Nasional RI memiliki area kerja yang luas di seluruh Indonesia.
Anda mungkin ditanya apakah bersedia melakukan tugas di daerah terpencil atau jauh dari tempat tinggal.
Jawaban yang menunjukkan sikap profesional dan komitmen untuk menjalankan tugas akan memberikan kesan positif di mata penguji.
- Pertanyaan tentang Wawasan Kebangsaan dan Integritas
Bagian ini bertujuan menilai loyalitas dan kejujuran Anda terhadap negara.
Anda bisa diminta menjelaskan pandangan terhadap netralitas pegawai negeri sipil atau cara menjaga integritas dalam kerja.
Berikan contoh nyata, seperti menjaga kejujuran dalam pengelolaan data gizi di lapangan.
- Pertanyaan Teknis dan Solusi Kasus
Pertanyaan ini menguji kemampuan Anda dalam menangani isu gizi secara nyata.
Contohnya, Anda diminta menjelaskan cara mengatasi stunting atau memvalidasi data gizi masyarakat.
Jawaban yang baik adalah dengan menjelaskan langkah-langkah secara logis, mulai dari pengumpulan data, analisis, hingga tindakan perbaikan.
Selamat belajar semoga sukses. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi