RADARSEMARANG.ID — WFA adalah singkatan dari Work From Anywhere, yaitu sistem kerja fleksibel yang memungkinkan karyawan bekerja dari mana pun, seperti di rumah, kafe, kota lain, atau bahkan negara lain, tanpa harus selalu ada di kantor.
Selama kinerja tetap tercapai dan dapat terhubung dengan tim, maka lokasi kerja bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Konsep ini berfokus pada hasil kerja, bukan kehadiran fisik, sehingga para karyawan bisa memilih tempat kerja yang nyaman dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Sistem WFA memungkinkan para karyawan bekerja di berbagai tempat, seperti kantor, rumah, restoran, atau bahkan tempat wisata.
Awalnya, metode ini diterapkan perusahaan startup, namun kini mulai digunakan di berbagai sektor termasuk untuk ASN, karena memberi fleksibilitas dan meningkatkan efisiensi kerja.
Banyak pekerja menyukai sistem ini karena memudahkan pencapaian keseimbangan pekerjaan dan kehidupan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan bahwa ASN, termasuk PNS, diperbolehkan bekerja dari luar kantor pada 29-31 Desember 2025.
Kebijakan ini bertujuan mendukung kegiatan ekonomi selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 yang jatuh pada 25-26 Desember 2025, serta akhir pekan berikutnya.
Periode Nataru diperkirakan memengaruhi berbagai sektor usaha, seperti hotel, restoran, pusat perbelanjaan, kafe, UMKM, toko oleh-oleh, serta industri makanan dan minuman, fashion, logistik, jasa transportasi, dan penyewaan kendaraan.
Perputaran uang diperkirakan lebih tinggi di daerah yang merayakan Natal secara besar-besaran, seperti Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara, serta kawasan wisata seperti Semarang, Bali, Yogyakarta, Bandung, Malang, Bogor, dan sekitarnya.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengusulkan penerapan work from anywhere (WFA) pada tanggal 29, 30, dan 31 Desember 2025.
Usulan ini diajukan dalam sidang kabinet paripurna di istana negara, Senin (15/12/2025). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan usulan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
WFA dinilai bisa membantu masyarakat lebih mudah berpindah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Airlangga menjelaskan, tanggal 29–31 Desember jatuh di tengah hari libur.
Dengan skema WFA, pekerja tetap bisa menjalankan tugas tanpa harus hadir fisik di kantor, sehingga mobilitas keluarga tidak terganggu.
“Karena ada tanggal 29, 30, dan 31 yang jatuh di antara libur, kami usulkan work from anywhere,” kata Airlangga dalam sidang tersebut.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, sekitar 42,01 persen penduduk Indonesia, atau sekitar 119,5 juta orang, diperkirakan melakukan perjalanan selama periode Nataru.
Sarman menuturkan, dari pergerakan masyarakat tersebut, perputaran uang selama Nataru diperkirakan mencapai sekitar Rp107,5 triliun.
Proyeksi ini didasarkan pada asumsi sekitar 29,87 juta keluarga melakukan perjalanan, dengan rata-rata belanja sebesar Rp3,6 juta per keluarga.
Rata-rata belanja per keluarga tercatat naik sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Arus perjalanan dan belanja masyarakat juga didukung oleh beberapa stimulus pemerintah, seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket kereta api, kapal laut, penyeberangan feri, serta insentif PPN yang dibiayai pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi