RADARSEMARANG.ID, Semarang – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Semarang mencatat hasil positif signifikan dalam upaya meningkatkan keandalan jaringan listrik.
Melalui program “Peningkatan Awareness Keselamatan Ketenagalistrikan Masyarakat (PAK2Mas), PLN UPT Semarang berhasil menekan angka gangguan eksternal, khususnya akibat layang-layang dan benda asing hingga November 2025.
Manager PLN UPT Semarang, Achmad Ridwan menyampaikan, meskipun telah terjadi penurunan signifikan dibandingkan tahun 2023, gangguan eksternal sebelumnya masih menyebabkan trip dan menimbulkan kerugian Energy Not Supplied (ENS) sebesar 109,32 MW, atau setara dengan kerugian finansial sekitar Rp 364.961.571,00.
“Aktivitas bermain layang-layang dekat dengan jaringan transmisi menjadi salah satu penyebab utama gangguan. Bahkan pada tahun 2023 menjadi penyebab tertinggi dengan 10 kasus yang disebabkan layang-layang,” kata Achmad Ridwan dalam acara Media Gathering di ruang pertemuan UPT Semarang, Jumat 5 Desember 2025.
Edukasi Sekolah dan Digital Jadi Kunci Utama
Ia juga menyoroti adanya sentimen negatif di media dari Januari hingga Juli 2025 terkait pemadaman listrik akibat layang-layang.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, program PAK2Mas yang berjalan sejak semester II tahun 2025 menerapkan pola komunikasi yang terstruktur.
Kampanye ini menargetkan masyarakat umum serta siswa sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Strategi yang digunakan meliputi sosialisasi rutin, yakni dengan melakukan 4 kegiatan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah sebagai target audiens utama.
Di antaranya, pemanfaatan media digital. Dengan menggunakan siaran elektronik (Broadcast Elektronik) dan media sosial internal untuk memperluas jangkauan komunikasi dan meningkatkan engagement.
“Kami telah melakukan publikasi di 5 media daring (6 publikasi), 1 stasiun televisi (3 publikasi), serta melibatkan influencer untuk 1 konten kampanye khusus. Hasilnya, kami memantau sudah zero sentimen negatif dan dukungan warga meningkat,” katanya.
Dalam catatan PLN UPT Semarang, jelasnya, hasil program PAK2Mas hingga November 2025 menunjukkan dampak yang signifikan.
Pertama, terjadi penurunan jumlah gangguan akibat layang-layang dan benda asing.
Kedua, sentimen negatif perusahaan di mesin pencarian terkait listrik padam akibat layang-layang sudah tidak ditemukan lagi sejak Agustus hingga November 2025.
Selain itu, Achmad Ridwan menambahkan, kesuksesan kampanye ini juga terlihat dari peningkatan drastis dalam interaksi digital.
"Terjadi peningkatan engagement yang dibuktikan dengan lonjakan 4.221 likes dan 122 komentar pada unggahan kampanye di media sosial, jauh di atas angka sebelumnya," jelasnya.
Pada akhirnya, program PAK2Mas berhasil mencapai target utama. Ada peningkatan kesadaran masyarakat akan keselamatan ketenagalistrikan, yang dibuktikan dengan testimoni positif dari warga, guru, dan murid-murid.
Peningkatan kesadaran ini juga mempermudah tim pemeliharaan PLN dalam melaksanakan tugasnya.
“Kini warga aktif mendukung tim pemeliharaan saat melaksanakan tugas di wilayah rawan gangguan. PLN UPT Semarang juga berhasil mempertahankan zero kecelakaan bagi masyarakat umum di sekitar jaringan transmisi,” katanya. (ida)
Editor : Ida Nor Layla