Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

KH Yahya Cholil Staquf Diminta Rais Aam Mundur dari Ketua Umum PBNU

Falakhudin • Sabtu, 22 November 2025 | 12:32 WIB
Gus Yahya Cholil Staquf Diminta Rais Aam Mundur dari Ketua Umum PBNU
Gus Yahya Cholil Staquf Diminta Rais Aam Mundur dari Ketua Umum PBNU

RADARSEMARANG.ID — Rapat Harian Syuriah digelar pada Kamis (20/11/2025) di Hotel Aston City Jakarta, dengan dihadiri 37 dari 53 orang pengurus harian Syuriah PBNU.

Risalah rapat ditandatangani oleh pimpinan rapat sekaligus Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Dalam risalah rapat tersebut, disebutkan bahwa hasil musyawarah antara Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam memutuskan bahwa KH Yahya Cholil Staquf harus mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari setelah menerima keputusan ini.

 

Jika KH Yahya tidak mengundurkan diri dalam waktu tiga hari, maka Rapat Harian Syuriah PBNU akan memberhentikannya sebagai Ketua Umum PBNU.

Keputusan ini didasarkan pada tiga poin.

Salah satunya terkait dengan kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) yang mengundang narasumber yang terkait dengan jaringan Zionisme Internasional.

Menurut pengurus PBNU, kegiatan tersebut melanggar nilai dan ajaran PBNU serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.

Selain itu, kehadiran narasumber yang berafiliasi dengan jaringan Zionisme Internasional dalam AKN NU dianggap mencemarkan nama baik Nahdlatul Ulama.

 

Surat tersebut menyatakan bahwa para peserta rapat menilai bahwa menghadirkan narasumber kontroversial dalam situasi isu genosida Israel bertentangan dengan Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2025, khususnya Pasal 8 huruf a tentang pemberhentian fungsionaris yang mencemarkan nama baik NU.

Bendahara PBNU, Sumantri Suwarno, mengatakan bahwa pengurus PBNU belum menerima surat resmi mengenai keputusan tersebut.

Ia menambahkan bahwa Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, belum berkomunikasi dengan PBNU.

"Kami harus menunggu konfirmasi langsung dari Rais Aam PBNU," ujarnya (21/11/2025)

Sebelum rapat Harian Syuriah, pengurus PBNU pernah mengundang peneliti Zionis, Peter Berkowitz, ke dalam AKN NU pada pertengahan Agustus 2025.

 

Berkowitz beberapa kali menerbitkan buku yang isinya mendukung Israel.

Ia pernah menulis sebuah buku yang berjudul "Israel and the Struggle over the International Laws of War (2012)".

Buku ini diterbitkan oleh Hoover Institution Press.

Isi buku tersebut membela Israel terhadap berbagai kritik hukum internasional, seperti laporan Goldstone dan insiden flotila Gaza.

Gus Yahya Cholil Staquf mengaku tidak tahu jika Peter Berkowitz sering membela gerakan Zionis di Palestina.

Selama mengenal Berkowitz hampir lima tahun, kata dia, belum pernah ada pembahasan mengenai hal itu.

 

"Jadi, saya mohon maaf sekali kepada masyarakat bahwa saya membuat keputusan tanpa pertimbangan yang teliti dan lengkap terkait Peter Berkowitz ini," kata dia beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Yahya memastikan bahwa kedatangan Peter Berkowitz murni untuk menjelaskan konsep hak asasi manusia yang sudah ditelitinya.

 

Yahya menyebut, selama diskusi berlangsung, tidak ada satu kalimat pun yang membahas soal konflik antara Israel dan Palestina.

"Lagi pula tidak mungkin kami mengkampanyekan Zionisme di masyarakat," tambah Yahya. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#palestina #isu genosida #Ketua Umum PBNU Yahya Cholis Staquf #KH Miftachul Akhyar Ketua Umum MUI #Miftachul Akhyar #KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya #sumantri suwarno #Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf #Peter Berkowitz #KH Yahya Cholil Staquf #Gus Yahya Cholil Staquf #Ketua Umum PBNU 2021-2026 #zionisme #Ketua Umum PBNU #kh miftachul akhyar dikenal sederhana #miftachul akhyar jadi ketua umum mui #Ketua Umum PBNU Yahya Cholil #pengurus harian Syuriah PBNU #Rais Aam PBNU #Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama #Nahdlatul Ulama #KH Miftachul Akhyar #jaringan Zionisme Internasional #Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf