RADARSEMARANG.ID, Bengkulu—Universitas Muria Kudus (UMK) terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Sebagai bagian dari agenda strategis menuju akreditasi internasional, UMK menggelar program “Aktualisasi Akademi Benchmarking” dengan menggandeng Universitas Bengkulu (UNIB) pada 13–14 November 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh delegasi program studi dari Pascasarjana dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK.
UNIB dipilih sebagai mitra strategis bukan tanpa alasan.
Perguruan tinggi negeri yang berada di luar Pulau Jawa tersebut telah mencatat capaian monumental pada tahun 2023, ketika 69 program studinya berhasil meraih akreditasi internasional dari lembaga ACQUIN (Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute)—sebuah lembaga akreditasi terkemuka yang diakui secara global.
Keberhasilan tersebut menjadikan UNIB sebagai salah satu model praktik baik dalam tata kelola mutu dan akreditasi internasional.
Delegasi UMK dipimpin oleh Direktur Pascasarjana UMK, Prof. Dr. Sri Utaminingsih, M.Pd.
Prof. Sri Utaminingsih menegaskan, benchmarking ini merupakan pondasi awal untuk memperkuat roadmap internasionalisasi program studi di lingkungan UMK.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program studi siap menyongsong standar global. Benchmarking ini menjadi langkah konkret dalam mengidentifikasi keberlanjutan kinerja serta memastikan UMK berada pada jalur yang tepat menuju akreditasi internasional,” ujarnya.
Peserta delegasi dari Pascasarjana UMK membawa tiga program magister, yaitu Magister Ilmu Hukum, diwakili Kaprodi Dr. Hidayatullah, S.H., M.Hum., Magister Manajemen diwakili Sekretaris Prodi Dr. Ahmad Mukhlisin, M.M., Magister Pendidikan Dasar dihadiri Kaprodi Dr. Nur Fajrie, M.Pd. dan Sekretaris Program Studi Dr. Fina Fakhriyah, M.Pd.
Dari jenjang sarjana FKIP, hadir Wakil Dekan I Dr. Irfai Fathurrahman, M.Pd. serta Ketua Program Studi PGSD Dr. Eka Zuliana, M.Pd.
Tak ketinggalan, kegiatan ini turut didampingi oleh Krisnanda, S.E., M.E., Kepala Bagian Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMK, sebagai pengawal sistem penjaminan mutu internal.
Selama dua hari, rombongan UMK menerima materi intensif dari jajaran pemateri UNIB yang berpengalaman langsung dalam penyusunan dan keberhasilan akreditasi ACQUIN.
Sesi pertama disampaikan oleh Ketua LPPM UNIB Dr. Yulian Fauzi, M.Si. yang memaparkan kerangka umum akreditasi ACQUIN.
Materi kedua diisi oleh Dr. Gita Mulyasari, SP., M.Si., mengenai teknik penyusunan borang ACQUIN dan implementasi SPMI.
Ia juga memberikan sesi lanjutan sebagai Ketua Tim Data Dukung Akreditasi ACQUIN.
Sesi terakhir menghadirkan Dr. Euis Nursaadah, M.Pd., yang menguraikan strategi penyusunan Self Evaluation Report (SER) sebagai dokumen kunci. Melalui rangkaian sesi ini, delegasi UMK membedah secara komprehensif alur, persyaratan, bukti dukung, hingga strategi teknis implementasi akreditasi internasional.
Prof. Sri Utaminingsih menegaskan, akreditasi internasional merupakan fokus penting UMK, terutama sebagai langkah lanjutan setelah sejumlah program studi sukses meraih predikat Akreditasi Unggul secara nasional.
“Keberadaan akreditasi internasional akan memperkuat reputasi institusi, meningkatkan daya tarik mahasiswa asing, serta membuka peluang kerja sama global. Lebih dari itu, akreditasi ini memastikan standar pendidikan dan kompetensi lulusan UMK diakui secara internasional,” jelasnya.
Dikatakan, benchmarking ini sekaligus menandai komitmen UMK untuk terus bertransformasi dan bersaing di dunia pendidikan tinggi global.
Hasil dan rekomendasi dari kegiatan ini akan segera disosialisasikan kepada program studi lain sebagai bagian dari percepatan internasionalisasi kampus. “Dengan langkah strategis tersebut, UMK menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi daerah yang siap menatap panggung global melalui penguatan mutu berkelanjutan dan akreditasi bertaraf internasional,” katanya. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto