RADARSEMARANG.ID — Nama Al Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi sudah tidak asing lagi di telinga kita.
Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi adalah penulis kitab Maulid Simtudduror.
Peringatan haul ke 114 akan diadakan di Masjid Riyadh Solo, yang menjadi agenda tahunan.
Haul ini menarik ribuan jama’ah dari berbagai penjuru kota, meskipun makam Al Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi terletak di Hadramaut, Yaman.
Sudah menjadi tradisi tahunan, haul atau peringatan hari wafat Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi selalu dipenuhi jamaah yang datang di Kompleks Masjid Ar Riyadh di Jalan Kapten Mulyadi, Solo.
Membeludaknya kehadiran jamaah dari berbagai wilayah di nusantara bahkan dari luar negeri, menjadi tanda besarnya rasa hormat jamaah terhadap ketokohan beliau.
Tamu atau Jamaah yang dari jauh, bisa dari Sumatera, Kalimantan.
Sementara yang dari luar negeri datang dari Yaman, Dubai, Malaysia, Singapura hingga Afrika.
Banyaknya orang dari berbagai daerah hingga luar negeri datang saat haul Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi Solo ini.
Maka juga mengundang ramainya tingkat hunian di Kota Solo.
KH Abdul Hamid Pasuruan berkata tentang Haul Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi : “Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi itu menteri keuangannya Allah".
Siapa yang hadir haulnya, maka Allah permudah rezekinya.
Orang-orang yang niat hadir haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi tidak perlu khawatir tentang kekurangan, transport, makan, dan penginapan.
Semuanya dijamin oleh Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi 3 hal tersebut yang termasuk rezekinya hadirin.
Dan yang seret rezeki kesehariannya, bi barkati Habib Ali Insya Allah akan lebih lancar.
Apalagi biasanya panitia penyelenggara memulai rangkaian cara beberapa hari sebelumnya.
Haul ke 114 Habib Ali bin Muhammad Husein Al Habsyi, Shohibul Maulid Simtudduror, menjadi sorotan utama tahun ini dan telah dinantikan oleh jutaan jamaah dari berbagai penjuru Indonesia dan luar negeri.
Haul ini tidak hanya menjadi momen keagamaan tetapi juga sebuah peristiwa budaya yang memadukan spiritualitas dengan kebersamaan.
Maulid Nabi bukan hanya sekadar upacara membaca syair-syair pujian, tetapi juga sebuah momen introspeksi dan perenungan.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, jemaah merenungkan nilai-nilai ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Haul Solo 2025 digelar sebagai peringatan wafatnya Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi.
Sementara itu, pusat perayaan Haul Solo 2025 akan berlangsung di Masjid Riyadh di Solo.
Masjid tersebut didirikan oleh Habib Alwi, anak dari Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi yang hijrah dan menetap di Indonesia.
2. Haul Solo 2025
Setelah rauhah, acara Haul Solo 2025 selanjutnya ialah haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi yang berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025 mulai pukul 09.00 WIB.
Acara ini akan diisi dengan pengajian atau tausiyah dari para ulama terkemuka.
Jamaah juga akan melakukan doa bersama untuk memohon keberkahan dari Allah SWT.
3. Maulid Nabi Haul Solo 2025
Maulid Nabi menjadi acara penutup pada rangkaian Haul Solo 2025 yang berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025.
Maulid Nabi merupakan acara peringatan kelahiran utusan Allah, Nabi Muhammad saw.
Acara ini diisi dengan ceramah agama, kasidah, serta lantunan burdah dan sholawat.
Tidak ada pendaftaran khusus atau tiket tertentu bagi para jamaah yang ingin hadir di Haul Solo.
Dalam menyajikan hidangan makan jamaah ataupun tamu undangan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi atau yang biasa dikenal Haul Solo 2025, pihak penyelenggaran dibantu sekitar 100 relawan dari beberapa daerah.
Habib Abdul Kadir Hasan Al habsyi Ketua panitia acara mengatakan dalam menyajikan makanan, pihak penyelenggara dibantu oleh sekitar 100 orang relawan yang datang ke dapur.
"Orang yang masak itu mereka tim-tim ya kalau orangnya mungkin 100 mungkin ya. Mungkin kalau tadi dilihat mungkin sudah 50 lebih. Tapi nanti bakal lebih banyak lagi. Kebanyakan sebagian besar dari Pasuruan, dari Kudus, dari Palembang sama dari Solo ini, sukarela," Ujar Habib Abdul Kadir Hasan Al habsyi.
Para relawan ini nantinya menurut Habib Abdul Kadir Hasan Al habsyi juga akan memasak hingga 24 jam secara bergantian.
Dalam sekali masak sendiri, dapur penyelenggaran Haul Habib Ali hanya bisa menyediakan 30 ribu porsi setiap hari.
"Masaknya 24 jam, pasti aktivitas itu enggak pernah kosong. Itu mungkin kalau dihitung mungkin bisa buat 30.000 orang. Walaupun masih belum memadai untuk hadirin yang ratusan ribu, tapi yang dapat Insyaallah sekitar 30.000. Nanti kita bagi-bagi pos pembagiannya itu," ujarnya.
Dalam pembagiannya sendiri nantinya dari dapur tidak langsung menuju para jamaah atau tamu undangan, melainkan sudah disediakan pos-pos yang dipergunakan untuk membagikan kepada jamaah agar tidak terjadi penumpukan dan lebih tertata.
Meskipun dianggap belum bisa memberikan makanan dengan jumlah jamaah yang diperkirakan mencapai jutaan manusia, namun pihak penyelenggara dibantu oleh beberapa komunitas maupun tim-tim lainnya yang ikut menyediakan makanan kepada tamu yang hadir. (fal)