Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Amerika Serang Iran Targetkan 3 Lokasi, Begini Respons Sekjen PBB dan Reaksi Sejumlah Negara

Aris Hariyanto • Senin, 23 Juni 2025 | 20:52 WIB
Peta Iran dengan 3 lokasi yang menjadi target serangan Amerika.
Peta Iran dengan 3 lokasi yang menjadi target serangan Amerika.

RADARSEMARANG.ID - Amerika Serikat telah melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan.

Adapun kabar Amerika serang Iran ini dilaporkan terjadi pada Sabtu, 22 Juni 2025.

Keterangan tersebut juga disampaikan oleh Israel Defense Forces (IDF) melalui akun resmi media X @IDF.

"Tadi malam, militer AS menyerang situs nuklir di Iran," tulis akun @IDF di platform X pada 22 Jun 2025 sekitar pukul 18.08 WIB.

Menurut IDF, tindakan ini menandai langkah penting dalam menghentikan agresi rezim Iran dan kemampuannya untuk menimbulkan ancaman bagi kawasan dan dunia.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut serangan ke Iran ini sebagai keberhasilan yang spektakuler.

Trump juga memperingatkan bahwa serangan lanjutan bisa terjadi jika Iran tidak menunjukkan itikad damai seperti yang dikutip dari Al Jazeera.

Langkah Trump dipuji oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyebutnya sebagai upaya menyingkirkan ancaman senjata nuklir Iran.

Sementara itu, Iran menyebut serangan AS sebagai pelanggaran Piagam PBB dan hukum internasional.

Akibat Amerika serang Iran, membuat sejumlah negara besar di dunia memberikan respon beragam.

Termasuk Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang menyerukan deeskalasi dan dialog diplomatik.

Guterres bahkan juga memperingatkan dunia sedang berada di ambang konflik besar.

“Saya sangat khawatir atas penggunaan kekerasan oleh Amerika Serikat terhadap Iran. Ini eskalasi berbahaya di kawasan yang sudah tegang,” ungkap Guterres seperti yang diberitakan.

Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Qatar menyatakan keprihatinan dan meminta semua pihak menahan diri.

Bahkan, negara Oman dengan tegas mengecam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Oman memperingatkan bahwa konsekuensinya sangat berbahaya meski selama ini pihaknya berperan sebagai mediator perundingan nuklir.

Di sisi lain, Israel menyambut baik langkah AS dan menyebutnya sebagai “koordinasi penuh” dalam menghadapi ancaman nuklir Iran

Dari benua biru, Inggris dan Uni Eropa sepakat mendorong jalur diplomasi. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas meminta semua pihak menahan diri dan menolak solusi militer.

Sedangkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan Iran harus kembali berunding karena program nuklirnya mengancam stabilitas global.

Dari kawasan Asia-Pasifik, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru turut menyerukan perdamaian karena khawatir konflik meluas ke sektor energi dan keselamatan warga.

Pemerintah Jepang bahkan menggelar rapat darurat untuk menjaga pasokan energi dan melindungi warganya.

Sementara itu, media pemerintah Tiongkok melalui CGTN memperingatkan AS tampak mengulangi kesalahan di Irak dengan memicu konflik panjang di Timur Tengah.

Mereka menilai intervensi militer yang dilakukan AS ke Iran hanya akan memperburuk situasi.

Respons dalam negeri Amerika Serikat juga tampak terbelah dua. Politisi Demokrat Hakeem Jeffries menuduh Trump memicu perang baru dan mengabaikan kewenangan Kongres.

Sementara Organisasi advokasi seperti CAIR (Council on American-Islamic Relations) mengecam serangan sebagai tindakan ilegal dan mendesak pemerintah menahan diri.

Sebaliknya, AIPAC (American-Israel Public Affairs Committee) mendukung langkah Trump dan menyerukan perlindungan terhadap kepentingan sekutu Amerika di Timur Tengah.

Ketegangan perang Iran Israel semakin meningkat sejak awal Juni 2025 ketika Israel lebih dulu menyerang beberapa situs militer Iran.

Serangan balasan, Iran menyerang dengan drone dan rudal ke wilayah Israel hingga memicu keterlibatan langsung AS dalam konflik Timur Tengah ini.

 

Editor : Baskoro Septiadi
#iran #Akibat Amerika serang Iran #senjata nuklir iran #Perang Iran Israel #benjamin netanyahu #amerika #Amerika serang Iran #idf #Israel #serangan AS sebagai pelanggaran Piagam PBB #nuklir iran #konflik timur tengah #donald trump