RADARSEMARANG.ID - Syahrini kembali menjadi sorotan publik setelah mengklaim menerima penghargaan Cannes dari UNESCO.
Adapun penghargaan tersebut diklaim diperolehnya dalam acara Listen To Her Parole di Festival Film Cannes 2025.
Dalam unggahan Instagram pribadinya, ia menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusinya di dunia seni dan budaya.
Namun, benarkah penghargaan Cannes yang dia terima berasal dari UNESCO? Atau ada fakta lain yang belum diungkap?
Melansir dari unggahan Instagram @princessyahrini menuliskan “I Am Incredibly Proud To Receive The Prestigious Award From UNESCO Through Princess Charleen Fondation & Listen To Her Parole”.
Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, kurang lebih artinya “Saya sangat bangga menerima penghargaan bergengsi dari UNESCO melalui Yayasan Princess Charlene dan Listen To Her Parole".
Dari informasi yang ditelusuri lebih lanjut, Listen To Her Parole merupakan sebuah platform rubrik khusus di Discrete Magazine yang menyoroti perempuan berprestasi dan melibatkan Guila Clara Kessous.
Namun, seorang UNESCO Goodwill Ambassador menerangkan bahwa penghargaan Cannes tersebut bukan penghargaan resmi dari UNESCO.
Menurutnya, penghargaan yang diterima Syahrini sebenarnya berasal dari United Society Council (USC), sebuah organisasi independen berbasis di Dublin, Irlandia.
USC memberikan penghargaan kepada seseorang yang dianggap berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk seni dan budaya.
Keterangan tersebut terkuak melalui penelusuran lebih lanjut dalam sebuah wawancara yang melibatkan seorang perwakilan dari USC.
Menurut penjelasannya, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka yang berkontribusi dalam bidangnya, tetapi tidak memiliki afiliasi resmi dengan UNESCO.
Di sisi lain, dalam unggahan poster yang dibagikan akun Instagram @princessyahrini tertuliskan; “Penghargaan Cannes diberikan kepada Ibu Syahrini atas Prestasi Luar Biasa dalam Bidang Hiburan, Pengaruh, dan Dampak Budaya Global”.
Penghargaan ini diterima pada 14 Mei 2025 di Carlton Hotel Cannes. Di bawah poster penghargaan tersebut terdapat logo United Society Council.
Pada piala yang diterimanya terdapat logo UNESCO di bagian bawah, dan disertai dengan nama Guila Clara Kessous sebagai Artist for Peace dan Fondation Princess Charlene de Monaco.
Namun demikian, mengutip keterangan yang disampaikan National Information Officer di kantor PBB Indonesia (UNIC), menjelaskan terkait penghargaan Cannes yang diterima oleh Syahrini.
National Information Officer, Siska Widyawati memaparkan “Adapun logo UNESCO di situ menyertai nama dari Goodwill ambassadornya Guilla Clarra Kessous yang merupakan salah satu artist for peace UNESCO”.
“Dari informasi yang kami kumpulkan, penghargaan ini diberikan dalam event yang diadakan oleh United Society Council bukan UNESCO,” sambungnya.
Ini artinya, penghargaan Cannes yang diterima oleh Syahrini tidak berhubungan langsung dengan UNESCO.
Menurut laman situs unesco.org, Guila Clara Kessous telah diakui sebagai seniman perdamaian UNESCO sejak Januari 2012.
Dia merupakan seorang akademisi dan seniman dari Prancis yang berkomitmen untuk memperjuangkan hak asasi manusia, menciptakan perdamaian global, serta menegakkan keadilan melalui karya seninya.
Sebagai informasi, penghargaan Cannes dari Listen To Her Parole dikenal memiliki nilai prestisius dalam dunia seni dan budaya.
Namun, penting bagi publik untuk memahami bahwa tidak semua penghargaan yang melibatkan tokoh UNESCO berarti berasal dari organisasi tersebut.
UNESCO sendiri memiliki standar ketat dalam memberikan penghargaan resmi, dan biasanya diumumkan melalui kanal resmi mereka.
Sebagai figur publik, Syahrini tentu memiliki hak untuk merayakan pencapaiannya.
Meski demikian, transparansi dalam menyampaikan informasi kepada publik juga menjadi hal yang krusial agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Editor : Baskoro Septiadi