RADARSEMARANG.ID, Semarang — Lagi- lagi Kang Dedi Mulyadi beraksi dan viral di media sosial.
Anak mbarepnya tiba-tiba melamar seorang anak mantan Kapolda Metro jaya yang juga sekarang menjabat sebagai Pejabat Negara.
Nama Putri Karlina mendadak jadi perhatian publik usai dirinya dilamar oleh Maulana Akbar Ahmad Habibie atau Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Momen lamaran romantis itu berlangsung tepat setelah laga Persib Bandung melawan Barito Putera yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Jumat, 9 Mei 2025.
Tak butuh waktu lama, Putri Karlina membagikan momen spesial tersebut lewat akun Instagram pribadinya, @putri.karlina14, pada Sabtu, 10 Mei 2025.
Dalam unggahan tersebut, tampak Maula berlutut seraya menyematkan cincin di jari Putri, yang menyambut lamaran itu dengan senyum bahagia.
Sosok Maula Akbar Mulyadi Putra
Putra pertama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar belakangan menyedot perhatian usai melamar sang kekasih Putri Karlina yang tak lain Wakil Bupati Garut.
Sosok Maula Akbar yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat melewati perjalanan panjang hidupnya.
Dedi Mulyadi pernah membagikan kisah tentang sang putra yang memiliki nama lengkap Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar atau kini dikenal sebagai Maula Akbar Mulyadi Putra dan akrab disapa A Ula.
Dalam perbicangan itu, Dedi Mulyadi mengungkapkan makna di balik nama Ahmad Habibie Bungsu Maula Akbar.
Ahmad diambil dari nama Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan nama sang kakek yakni Sahlin Ahmad Suryana sedangkan Habibie merupakan nama Presiden Ketiga RI yakni Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.
Dedi Mulyadi juga menyematkan nama Akbar di nama sang putra lantaran ia juga mengagumi tokoh politik saat itu yakni Akbar Tanjung.
Menurut Dedi Mulyadi, sejak kecil A Ula sudah hidup prihatin dan diajarkan kesederhanaan.
Bahkan ia tidak pernah naik motor ke sekolah sampai duduk di bangku SMA.
“Gak kenal motor, naiknya sepeda, orang naik motor dia naik sepeda sejak SMP,” ujar Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu sejak duduk di bangku SMP, Maula Akbar sudah hidup mandiri dan tinggal sendiri di Cimaung.
“Ini anaknya unik beda dengan yang lain, hidupnya sederhana gak mewah-mewah,” kata Dedi Mulyadi.
Maula Akbar pernah bercita-cita menjadi seorang perwira Polisi dan ingin masuk Akademi Kepolisian (Akpol) tetapi gagal lantaran memiliki masalah di kakinya.
“Cita-cita masuk Akpol, cek kesehatan kakinya bermasalah cepat lelah,” ungkapnya.
Gagal masuk Akpol tak menyurutkan langkah Maula Akbar, ia kemudian kuliah di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan memilih jurusan Ilmu Politik.
Darah politisi yang mengalir dalam dirinya membuat Maula Akbar kemudian mengantarkannya menjadi anggota legislatif dan duduk di kursi DPRD Provinsi Jawa Barat.
Menurut Dedi, dunia politik bukan hal asing bagi sang putra sebab sejak SD sama SMP, Maula Akbar sering mendampingi sang ayah misalnya berpidato hingga menjadi pembicara.
Jiwa kepedulian Maula Akbar sudah tertanam sejak duduk di bangku sekolah, bahkan saat SMA, Maula pernah menyekolahkan anak penjaga sekolah atau satpam dan membiayainya.
Tak hanya itu, Maula Akbar juga pernah mengambilkan raport untuk anak yang dibantunya itu.
Kisah itu bahkan membuat Dedi Mulyadi menangis meneteskan air mata mengenang apa yang telah dilakukan sang putra untuk membantu orang lain.
”Proses hidupnya panjang dan melewati fase-fase kehidupan yang tidak dilewati oleh orang lain,” ujar Dedi.
Tak hanya itu A Ula juga pernah menolong orang melahirkan di rumah bersalin dan mengurusi keperluannya karena tidak memiliki biaya.
Ia merupakan anak pertama Dedi Mulyadi dari istri pertamanya bernama Sri Setyawati.
Diketahui istri pertama Dedi Mulyadi itu telah meninggal dunia saat Maula Akbar masih berusia 3 bulan karena penyakit kanker.
Profil Maula Akbar lahir 3 November 1999.
Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Padjajaran.
Meski usianya terbilang muda, Maula Akbar diam-diam mengikuti jejak sang ayah.
Editor : Agus AP