Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Curhatan Istri Gus Alamudin DImyati Rois Ada Percakapan Terakhir, Berikut Sosok Ning Aslikh Rina Ulyaddin Buyut Kiai Ahmad Marzuqi Giriloyo

Falakhudin • Rabu, 7 Mei 2025 | 12:33 WIB
Curhatan Istri Gus Alamudin DImyati Rois Ada Percakapan Terakhir, Berikut Sosok Ning Aslikh Rina Ulyaddin Buyut Kiai Ahmad Marzuqi Giriloyo
Curhatan Istri Gus Alamudin DImyati Rois Ada Percakapan Terakhir, Berikut Sosok Ning Aslikh Rina Ulyaddin Buyut Kiai Ahmad Marzuqi Giriloyo

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Ning Aslikh Rina Ulyaddin, istri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, KH Alamudin Dimyati Rois hanya bisa belajar ikhlas setelah ditinggal sang suami untuk selama-lamanya.

Alamudin Dimyati Rois atau dikenal Gus Alam meninggalkan istri dan satu anak perempuannya setelah mengalami kecelakaan di tol Pemalang Jawa Tengah pada Jumat (2/5/2025) pukul 02.19 WIB lalu.

 

Anggota DPR RI Alamudin Dimyati Rois meninggal dunia pada Selasa (6/5/2025) pukul 05.30 WIB.

Gus Alamudin Dimyati Rois sempat mengalami kecelakaan pada Jumat dini hari, 2 Mei 2025, sekitar pukul 02.40 WIB

Sempat dirawat di rumah sakit selama sekitar empat hari.

Ditinggal sang suami pergi untuk selama-lamanya, Aslikh Rina Ulyaddin mengurai percakapan terakhirnya bersama Alamudin Dimyati Rois.

 

Melalui unggahan Instagramnya, Aslikh Rina Ulyaddin berduka atas kepergian sang suami.

Sosok Aslikh Rina Ulyaddin

Sosok Aslikh Rina Ulyaddin kini menjadi sorotan usai sang suami meninggal dunia.

Istri Alamudin Dimyati Rois yakni Aslikh Rina Ulyaddin diketahui lahir pada 4 November 1994.

Ia resmi dipersunting Alamudin Dimyati Rois atau Gus Alam lima tahun yang lalu.

Alamudin Dimyati Rois menikah dengan Aslikh Rina Ulyaddin di Bantul, DIY, Kamis (30/1/2020).

 

Dari pernikahannya, Alam dan Rina dikaruniai seorang anak perempuan yang masih kecil.

Rina sendiri memiliki jabatan sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Fadllu 2 Brangsong Kendal, yang didirikan oleh sang suami.

Rina diketahui seorang putri dari pasangan Dwi Puspa Handaka dan Suaidah, asal Dusun Karang Kulon, Wukirsari, Imogiri, Bantul.

Ning Asikh Rina juga termasuk buyut dari Kiai Ahmad Marzuqi Giriloyo.

 

 

Wanita kelahiran 4 November 1994 memiliki segudang prestasi, antara lain:

- Terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Bantul tahun 2010,

- Juara I MSQ ( Musabaqah Syarkhil Qur’an ) tingkat propinsi

- Juara II Baca Puisi tingkat Kabupaten Bantul

- Juara III CCA ( Cerdas Cermat Agama ), tingkat Kabupaten Bantul.

- Juara I Lomba Busana Mataram tingkat Propinsi DI Yogyakarta kategori umum.

 

Ia merupakan lulusan sarjana Psikologi Fishum UIN Sunan Kalijaga

Pada 2019 lalu, Rina maju dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Kini, Aslikh Rina Ulyaddin ditinggal untuk selama-lamanya bersama anaknya oleh sang suami, Alamudin Dimyati Rois yang meninggal dunia setelah alami kecelakaan maut.

Ditinggal sang suami pergi untuk selama-lamanya, Aslikh Rina Ulyaddin mengurai percakapan terakhirnya bersama Alamudin Dimyati Rois.

Melalui unggahan Instagramnya, Aslikh Rina Ulyaddin berduka atas kepergian sang suami.

 

Terlihat ia membagikan postingan menyentuh menuliskan obrolan ia dan almarhum saat menjalani ibadah di Tanah Suci, Mekkah.

Rina mengenang ucapan sang suami yang sering mengajarkan sebuah keikhlasan.

“Obrolan dalam foto ini;

“Sayang, maaf karena aku jadi pendamping njenengan tidak akan pernah bisa sempurna. Bahkan jauh dari kata baik, kita sudah tentu tidak selevel karena Maqom njenengan sudah berada ditahap “ikhlas legowo ridho nerimo tanpa embel2” sedangkan aku masih ditahap “sabar sambil ngomel2”. Aku meminta ridho njenengan karena aku melayani dengan penuh kekurangan” tulisnya pada Selasa (6/5/2025).

Meski pernikahannya baru menginjak 5 tahun, Rina bersyukur selalu diajarkan almarhum untuk saling memberi dan menerima satu sama lain.

“Level cinta pasangan Suami Istri itu adalah Mawaddah Waa Rahmah.. mungkin kalau mengacu soal kasmaran2 saja, bubar sudah sebuah pernikahan. Tapi njenengan selalu mengajarkan acuannya adalah saling memberi dan saling menerima kekurangan. 5 Tahun ini kita melewati badai badai besar pernikahan dan ternyata badai itu bukan berlalu begitu saja justru datang lebih besar membawa kawanannya,” katanya.

 

 

Rina berharap setelah kepergian sang suami, dirinya bisa kuat menjalani takdir hidupnya.

 

Ia berterima kasih kepada Gus Alam yang selalu sabar dan tidak pernah berkata kasar kepada istri dan anaknya.

“Semoga, aku selalu dikuatkan oleh “saling” yang selama ini sudah njenengan ajarkan. Semoga “sabarku yang sembari mengomel” itu segera naik kelas jadi “sabar yang nerimo”. Terimakasih karena njenengan selalu menghargai dan menghormati aku bahkan njenengan tidak pernah sekalipun menaikkan nada suara kepadaku selain urusan2 syariat. Terimakasih karena mau memakan masakanku yang sederhana, kadang asin kadang tyada rasa dan terimakasih sudah sebegitu baiknya terhadapku dan anak anak,

Baca Juga: Juni Happy, Gaji 13 ASN, PPPK, Hakim, Prajurit TNI Polri dan Pensiunan Jadi Cairkah?

 

Untuk pertama kalinya aku mengatakan dalam sebuah tulisan yang terbaca bagi khalayak bahwa ;

Aku amat sangat mencintai, mengasihi, menghormati dan menjunjung tinggi Panjenengan “Suamiku tersayang”,” tandasnya Rina.

Kronologi Kecelakaan Gus Alamudin Dimyati Rois

Kecelakaan yang dialami Gus Alam terjadi di ruas tol Pemalang-Batang (PBTR), tepatnya di KM 316, pada Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 02.19 WIB.

Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan di RS Budi Rahayu Pekalongan, Gus Alam menghembuskan napas terakhirnya, pada Selasa (6/5/2025), sekitar pukul 05.40 WIB.

Insiden itu bermula ketika Gus Alam pulang dari pengajian rutin Jumat Wage yang digelar di Pondok Pesantren Alfadlu 4, di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

 

 

Manajer Teknik dan Operasi tol Pemalang-Batang Yulian Fundra Kurnianto saat dihubungi mengonfirmasi kecelakaan tersebut.

Yulian lantas membeberkan kronologi kecelakaan yang menewaskan Gus Alam.

Mobil Toyota Innova bernomor polisi H 1980 CM yang ditumpangi Gus Alam melaju dari arah Brebes menuju Kaliwungu di lajur dua dengan kecepatan sekitar 100 km/jam.

“Truk Fuso bermuatan besi dengan nomor polisi K 1344 K saat itu berada di lajur satu dan melaju dengan kecepatan sekitar 60 km/jam,” kata Manajer Teknik dan Operasi tol Pemalang-Batang Yulian Fundra.

Diduga, pengemudi Innova, Beliya Malkan, mengalami microsleep.

 

Akibatnya, kendaraan oleng ke kiri dan menabrak bagian samping truk Fuso.

Benturan keras membuat, Innova mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan berhenti di bahu luar dalam posisi menghadap ke Timur.

“Kecelakaan ini menewaskan dua orang di tempat, yakni Beliya Malkan (pengemudi Innova) dan seorang penumpang bernama Vica Novitasari, warga Ngaliyan, Semarang.”

“Sementara dua penumpang lainnya, Ariya Maulana (37) asal Semarang dan Alamudin Dimyati Rois (45) asal Kendal, mengalami luka berat dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda,” imbuhnya.

 

Pihaknya menambahkan, bahwa kondisi jalan dalam keadaan baik, tanpa lubang atau kerusakan yang memengaruhi kendaraan.

“Kecelakaan murni disebabkan oleh faktor pengemudi yang diduga mengantuk. Tidak ada kerusakan aset jalan tol,” jelasnya. (fal)

Editor : Baskoro Septiadi
#Gus Alam #partai kebangkitan bangsa #Yulian Fundra #pengajian rutin Jumat Wage #Pondok Pesantren Alfadlu 4 #anggota dpr ri #Kecamatan Bulakamba #DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta #Ariya Maulana #Gus Alamuddin #Toyota innova #RS Budi Rahayu Pekalongan #Gus Alamudin Dimyati Rois #Vica Novitasari #Kiai Ahmad Marzuqi Giriloyo #KH Alamudin Dimyati Rois #Aslikh Rina Ulyaddin #Sosok Aslikh Rina Ulyaddin #Alamudin Dimyati Rois #Gus Alam meninggal #Beliya Malkan #Kronologi Kecelakaan Gus Alamudin Dimyati Rois #truk fuso #Kabupaten Brebes #Gus Alam kecelakaan #sarjana Psikologi Fishum UIN Sunan Kalijaga #Ning Aslikh Rina Ulyaddin #Pondok Pesantren Al Fadllu 2 Brangsong Kendal