RADARSEMARANG.ID, Semarang — Selama sekitar tiga tahun terakhir, panitia kegiatan peringatan Haul Al-Qutb Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf yang digelar di Masjid Jami’ Gresik dan juga kediaman beliau menerapkan kebijakan khusus, yaitu: hanya jamaah pria yang diperkenankan hadir secara langsung.
Kebijakan ini diumumkan secara resmi oleh panitia melalui akun Instagram @taklim_assegaf dan situs Rumah Muslimin.
Keputusan ini diambil dengan pertimbangan utama untuk menjaga kekhusyukan dan ketertiban acara, mengingat tingginya antusiasme jamaah yang datang dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Masjid Jami’ Gresik, sebagai lokasi utama puncak haul, memiliki kapasitas terbatas yang tidak mampu menampung seluruh jamaah jika tidak dibatasi.
Meskipun jamaah yang melaksanakan haul di Masjid Jami’ Gresik bisa mengikuti di luar halaman masjid, tetapi hal ini dianggap mengurangi keamanan dan kenyamanan apabila ada jamaah wanita yang mengikuti kegiatan secara langsung.
Haul ke-69 Al-Qutb Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf yang digelar tahun lalu, pada 23-24 Juni 2024 juga turut menerapkan kebijakan ini.
“Mungkin yang membedakan di tahun ini, tidak ada tempat untuk jamaah perempuan. Jamaah perempuan bisa mengikuti live streaming yang sudah disediakan,” ujar seorang panitia Haul.
Puncak haul yang berlangsung di Masjid Jami’ Gresik dan area sekitarnya memang selalu dipadati oleh lautan manusia.
Kondisi ini membuat pengaturan logistik dan keamanan menjadi tantangan tersendiri bagi panitia.
Jalanan juga banyak yang harus ditutup mengingat banyaknya jamaah yang hadir sejak pagi untuk mengikuti kegiatan peringatan haul.
Dengan tidak adanya area khusus untuk jamaah perempuan, diharapkan dapat mengurangi kepadatan dan meminimalisir risiko yang mungkin timbul akibat kerumunan massa.
Meskipun beberapa tahun yang lalu jamaah wanita masih diperkenankan mengikuti acara, beberapa tahun belakangan, panitia memutuskan untuk membuat kebijakan baru yang dirasa penting bagi kenyamanan umat.
Meskipun demikian, untuk memastikan semua jamaah dapat mengikuti acara, panitia menyediakan layanan live streaming melalui kanal YouTube resmi Taklim Assegaf.
Langkah ini diambil untuk memberikan akses yang luas kepada seluruh jamaah, tanpa mengurangi nilai spiritual dari peringatan haul tersebut.
Kebijakan ini mencerminkan upaya panitia dalam menjaga nilai-nilai tradisi dan spiritualitas haul, sekaligus menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan jamaah yang terus berkembang. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi