RADARSEMARANG.ID, Semarang — Kegiatan tahunan Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf di Gresik tak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar.
Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf ke-69 yang digelar pada tahun 2024 lalu, contohnya, menarik jutaan jamaah dari berbagai daerah hingga luar negeri, menciptakan suasana keramaian yang penuh antusiasme dari warga sekitar.
Para pedagang makanan, minuman, oleh-oleh, hingga penyedia jasa parkir dan penginapan mengalami lonjakan pendapatan selama pelaksanaan haul.
Tak sedikit pula warga yang membuka lapak dadakan di sekitar kompleks makam dan rute utama menuju lokasi haul.
Hal ini terjadi sebab membludaknya jumlah jamaah yang hadir ketika dilaksanakannya haul di tiap tahunnya, membukakan pintu rezeki bagi berbagai pihak, mulai dari pedagang asongan hingga pemilik toko oleh-oleh di Gresik.
Haul ini juga memicu geliat jasa transportasi baik lokal maupun luar daerah.
Pengemudi ojek dan becak di sekitar kediaman Habib Abu Bakar bin Muhammad Bin Umar Assegaf ramai mendapat orderan dari jamaah yang hadir pada haul tersebut.
Begitu pula jasa travel hingga bis-bis umum yang melayani rute dari luar daerah menuju Gresik yang ditumpangi para jamaah yang ingin turut menghadiri acara haul.
Selain itu, beberapa warga juga menyulap halaman rumahnya jadi tempat parkir dengan tarif sukarela.
Menurut pengamatan warga, antusiasme jamaah haul meningkat setiap tahunnya.
Ini membuat banyak warga mulai mempersiapkan diri jauh-jauh hari, baik dari sisi logistik maupun kesiapan lingkungan.
Tradisi haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Bin Umar Assegaf bukan hanya menjadi pengikat spiritualitas umat, tetapi juga menjadi momen pemerataan rezeki bagi masyarakat kecil.
Sebuah bukti nyata bahwa keberkahan ulama masih terus memancar bahkan puluhan tahun setelah wafatnya.
Habib Abu Bakar bin Muhammad Bin Umar Assegaf wafat pada malam Senin, 17 Dzulhijjah 1367 H atau bertepatan dengan 15 Juli 1957 M, di usianya yang ke-91 tahun.
Beliau dimakamkan di kompleks Masjid Jami’ Gresik, yang kini menjadi salah satu pusat ziarah terpenting di kawasan pesisir utara pulau Jawa. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi