RADARSEMARANG.ID, Semarang — Haul Al-Qutb Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf telah menjadi salah satu tradisi spiritual tahunan terbesar di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah Indonesia datang ke Kota Gresik untuk menghadiri acara haul setiap tahunnya.
Bahkan jamaah dari luar negeri rela menyempatkan waktunya untuk hadir dan memperingati wafatnya salah satu waliyullah yang sangat dihormati di Indonesia.
Habib Abu Bakar Assegaf wafat pada malam Senin, 17 Dzulhijjah 1367 H atau bertepatan dengan 15 Juli 1957 M, di usianya yang ke-91 tahun.
Beliau dimakamkan di kompleks Masjid Jami’ Gresik, yang kini menjadi salah satu pusat ziarah terpenting di kawasan pesisir utara pulau Jawa.
Sebagai anak keturunan dari Rasulullah, beliau turut menyebarkan dakwah Islam dengan semangat religi yang penuh kasih sayang.
Hal ini membuatnya begitu dicintai masyarakat.
Setahun setelah wafatnya, sekitar bulan Dzulhijjah 1368 H atau Juli 1958, haul pertama Habib Abu Bakar diselenggarakan secara sederhana oleh keluarga, murid-murid, dan para muhibbin beliau.
Tradisi haul ini menjadi ajang berkumpulnya para santri, habib, juga ulama untuk mengenang perjuangan juga keteladanan sang wali Allah.
Seiring berjalannya waktu, haul Habib Abu Bakar mengalami perkembangan luar biasa.
Sejumlah media mencatat bahwa pada tahun-tahun terakhir, Haul Habib Abu Bakar Assegaf ini bahkan dihadiri oleh jutaan orang yang memadati jalan-jalan utama di sekitar Masjid Jami’ Gresik.
Haul ke-69 Habib Abu Bakar Assegaf diperingati pada Juni 2024 silam, yang artinya tradisi haul ini telah berlangsung selama hampir tujuh dekade.
Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh beliau di kalangan masyarakat, kuatnya pengaruh spiritual yang diwariskan oleh Habib Abu Bakar kepada generasi penerusnya membuat umatnya terus mengingat keteladanannya.
Haul Habib Abu Bakar Assegaf tidak hanya menjadi tradisi tahunan biasa, melainkan warisan spiritual yang terus hidup di hati masyarakat, menjadi jembatan besarnya cinta umat dengan para kekasih Allah.
Sejak beberapa tahun terakhir, haul ini telah dicatat di berbagai media sehingga kita bisa tahu riwayat tradisi yang menjadi medan magnet bagi pecinta habib berkumpul.
Haul ke-67 (15-16 Juli 2022):
Setelah vakum selama dua tahun akibat pandemi, Haul Habib Abu Bakar kembali digelar di Gresik pada 15-16 Juli 2022.
Acara ini mencakup pembacaan kitab Ihya Ulumiddin, Maulid Subuh, dan ziarah ke makam beliau di Masjid Jami’ Gresik.
Haul ke-68 (5-6 Juli 2023)
Rangkaian acara dimulai dengan Rauha dan Khotmi Kitab Ihya’ Ulumiddin di kediaman Habib Abu Bakar di Jl. KH Zubair, Gresik.
Kemudian, di hari kedua diisi dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan puncak peringatan haul diadakan pada hari itu juga.
Haul ke-69 (23-24 Juni 2024)
Sama seperti haul di tahun sebelumnya, Haul ke-69 diselenggarakan pada 23–24 Juni 2024 dengan agenda yang meliputi Rauha dan Khotmi Kitab Ihya’ Ulumiddin di kediaman Habib Abu Bakar di Jl. KH Zubair, Gresik pada hari pertama.
Kemudian, di hari kedua diisi dengan puncak peringatan haul dan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ Gresik. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi